Kearifan Budaya Lokal pada Novel Tanah Bangsawan Karya Filiananur dan Relevasinya dalam Pembelajaran Sastra di SMA

Kearifan Budaya Lokal Novel Tanah Bangsawan Pembelajaran Sastra

Authors

Downloads

How to Cite

Qomariyah, N., Hermawan , A., Hadi, S., & Sa’diyah, L. (2025). Kearifan Budaya Lokal pada Novel Tanah Bangsawan Karya Filiananur dan Relevasinya dalam Pembelajaran Sastra di SMA. Empiricism Journal, 6(2), 634-648. https://doi.org/10.36312/ej.v6i2.2755

Novel Tanah Bangsawan karya Filiananur mengandung berbagai nilai kearifan budaya lokal yang mencerminkan identitas budaya masyarakat. Penanaman nilai budaya lokal dalam pembelajaran sastra menjadi penting untuk memperkuat identitas bangsa, terutama di tengah arus globalisasi yang menggerus kearifan tradisional. Namun, pembelajaran sastra di tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) cenderung minim memuat konten berbasis budaya lokal yang dekat dengan kehidupan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis nilai-nilai kearifan budaya lokal dalam novel Tanah Bangsawan serta menelaah relevansinya dalam pembelajaran sastra di SMK. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis kepustakaan (library research) yang didukung oleh wawancara dengan guru Bahasa Indonesia. Data dikumpulkan dengan teknik simak dan catat, lalu dianalisi melalui proses reduksi, klasifikasi berdasarkan tujuh unsur budaya Koentjaraningrat, interpretasi, dan integrasi ke dalam konteks pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur kearifan budaya lokal dalam novel ini mencakup sistem peralatan kehidupan manusia (21 data), mata pencaharian (10 data), sistem kemasyarakatan (22 data), sistem bahasa (25 data dalam bahasa Jawa dan 4 data ungkapan), kesenian (16 data), pengetahuan (22 data), dan religi (10 data). Temuan ini mengindikasikan bahwa Tanah Bangsawan tidak hanya memiliki nilai estetis, tetapi juga edukatif dan kontekstual. Relevansi karya ini tampak melalui kesesuaiannya dengan Kurikulum Merdeka, khususnya elemen “narasi kearifan lokal” serta potensinya dalam memperkuat pelestarian budaya dan pembentukan karakter siswa. Dengan demikian, novel ini layak dijadikan sebagai bahan ajar alternatif dalam pembelajaran sastra berbasis budaya lokal di SMK.

Local Cultural Wisdom in Noble Land Novels Filiananur’s Work and Its Relevantness in Literature Vocational High School

Abstract

Tanah Bangsawan, a novel by Filiananur, contains diverse values of local cultural wisdom that reflect the identity of Javanese society. Integrating such values into literature learning is crucial to strengthening national identity, especially amid globalization that weakens traditional wisdom. However, literature instruction at the vocational high school (SMK) level still lacks culturally grounded materials relevant to students’ lives. This study aims to identify and analyze elements of local cultural wisdom in Tanah Bangsawan and explore its relevance to literature teaching in SMK. Employing a descriptive qualitative approach with a library research design, this study is supported by an interview with a Bahasa Indonesia teacher. Data were collected through observation and note-taking, then analyzed through data reduction, classification based on Koentjaraningrat’s seven cultural elements, interpretation, and integration into a teaching context. The analysis found 130 cultural references: tools of human life (21 items), livelihoods (10), social systems (22), language (29), arts (16), knowledge (22), and religion (10). These findings demonstrate that Tanah Bangsawan offers not only literary value but also educational and cultural relevance. Its alignment with the Merdeka Curriculum, especially the element of “narratives of local wisdom” positions this novel as a strong candidate for enriching culturally-based literature instruction. Moreover, the novel can support cultural preservation and character education through meaningful and contextual learning in vocational schools.