Manajemen Persediaan Bahan Baku pada Home Industry Tahu

Authors

  • Hana Restika Universitas Mataram
  • Taslim Sjah universitas mataram
  • I Ketut Budastra universitas mataram

DOI:

https://doi.org/10.36312/ej.v6i3.3000

Keywords:

Persediaan Bahan Baku, Economic Order Quantity, Period Order Quantity, Biaya Persediaan

Abstract

Bahan baku menjadi suatu hal yang sangat penting dalam proses produksi dikarenakan, jika terjadi kekurangan bahan baku akan mengakibatkan terhentinya produksi ataupun kelebihan bahan baku akan mengakibatkan bertambahnya biaya penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian persediaan bahan baku kedelai pada home industry tahu milik Bapak Ikhram dengan menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ) dan Period Order Quantity (POQ). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian adalah home industry tahu Bapak Ikhram, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara langsung. Data dianalisis menggunakan rumus - rumus EOQ, POQ, Safety Stock, Reorder Point (ROP), dan Total Inventory Cost (TIC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode EOQ menghasilkan jumlah pemesanan optimal sebanyak 1.317 kg dengan frekuensi pemesanan lima kali per tahun dan total biaya persediaan Rp109.324/tahun. Sedangkan metode POQ memberikan hasil kuantitas pemesanan sebesar 600 kg dengan frekuensi pemesanan dua belas kali per tahun dan total biaya Rp144.900/tahun. Dari perbandingan kedua metode, EOQ dinilai lebih efisien karena menghasilkan biaya persediaan yang lebih rendah. Dengan demikian, penggunaan metode EOQ dapat lebih menekan biaya dan menjaga ketersediaan bahan baku secara optimal. Penelitian ini memberikan kontribusi dengan menyajikan pendekatan komparatif terhadap metode EOQ dan POQ dalam pengelolaan persediaan bahan baku pada usaha mikro tahu lokal.

Raw Material Inventory Management in Tofu Home Industry

Abstract

Raw materials are very important in the production process because, in the event of a shortage of raw materials, it will result in the cessation of production or excess raw materials will result in increased storage costs. This study aims to analyze the inventory control of soybean raw materials in Mr. Ikhram's tofu home industry using the Economic Order Quantity (EOQ) and Period Order Quantity (POQ) methods. This research uses a quantitative approach. The research subject is Mr. Ikhram's tofu home industry, with data collection techniques through direct interviews. The data were analyzed using the formulas of EOQ, POQ, Safety Stock, Reorder Point (ROP), and Total Inventory Cost (TIC). The results showed that the EOQ method resulted in an optimal order quantity of 1,317 kg with an order frequency of five times per year and a total inventory cost of Rp109,324/year. Meanwhile, the POQ method results in an order quantity of 600 kg with an order frequency of twelve times per year and a total cost of Rp144,900/year. From the comparison of the two methods, EOQ is considered more efficient because it results in lower inventory costs. Thus, the use of the EOQ method can further reduce costs and maintain optimal availability of raw materials. It is recommended that Mr. Ikhram's tofu home industry use the EOQ method by setting safety stock and reorder points to maintain a smooth production process and cost efficiency.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adinasa, M. N., & Awaliyah, F. (2021). Analisis Permintaan Kedelai Sebagai Bahan Baku Agroindustri Tahu Di Kabupaten Garut. Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis, 7(1), 377–385.

Arif, I., N., Yusnita, R. T., & Pauzy, D. M. (2022). Penerapan Metode Economic Order Quantity (EOQ) Dalam Pengendalian Persediaan Bahan Baku Sandal (Studi Kasus Pada PD. Morex Tasikmalaya). Jurnal Dialektika, 20(3), 90-106.

Budiasih, Y., & Asriyal. (2014). Pengendalian Persediaan Kedelai Sebagai Bahan Baku Produksi Tahu I-Love Bandung. Jurnal Liquidity, 3(2), 155–163. https://doi.org/10.32546/lq.v3i2.90

Blongkod, R., Ilat, V., & Mawikere, L. M. (2023). Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku Dengan Konsep Economic Order Quantity (EOQ) Pada CV Bregas Likupang Timur Minahasa Utara. Jurnal Riset Akuntansi, 18(1), 24-34.

Chandrahadinata, D., Cahyadi, U., & Gahara, M. R. (2022). Persediaan Bahan Baku Kedelai dengan Metode EOQ dan POQ di Pabrik Tahu AS Berkah Putra. Jurnal Kalibrasi, 20(2), 137–146. https://doi.org/10.33364/kalibrasi/v.20-2.1183

Febryanti, L., Soedarto, T., & Amir, I. T. (2023). Analisis Pengadaan dan Pengendalian Persediaan Beras Pada Bulog Kantor Cabang Kediri. Jurnal Pertanian Agros, 25(1), 960–965.

Herawan, C., Pramiudi, U., & Edison, E. (2013). Penerapan Metode Economic Order Quantity Dalam Mewujudkan Efisiensi Biaya Persediaan. Jurnal Ilmiah Akuntansi Kesatuan, 1(3), 203–214. https://doi.org/10.37641/jiakes.v1i3.245

Hertanto, R. H. (2020). Metode Min Max dan Penerapannya Sebagai Pengendali Persediaan Bahan Baku Pada PT. Balatif Malang. Jurnal Administrasi Dan Bisnis, 14(2), 161–167.

Juwita, & Rahmiyatun, F. (2023). Penerapan Metode Economic Order Quantity (EOQ) Dan Reorder Point (ROP) Pada Pengendalian Persediaan Bahan Baku Di UMKM Dapur Bunga Berbintang. Jurnal Maneksi, 12(4), 818–827.

Kurniawan, A., & Putri, E. P. (2024). Analisa Perencanaan Persediaan Guna Mengatasi Kelebihan Stok Beras pada UD Berkah Niaga Pangan. Jurnal Surya Teknika, 11(2), 634–645.

Marlina, W. A., Sarahita, V. D. A., & Febriyanti, R. (2024). Analisis Persediaan Dengan Economic Order Quantity di UMKM Kacang Atom di Tanah Datar , Sumatera Barat. Jurnal Teknik Industri Terintegrasi, 7(4), 2193–2203.

Ningsih, M. B., & Syam, F. (2021). Analisis Economic Order Quantity Terhadap Prediksi Persediaan (Studi Empiris Pada UMKM Manufaktur Di Kota Banda Aceh). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Akuntansi, 6(1), 10–19.

Rastiawan, A. T., Purnama, A., Rahayu, L. D., Rahmandani, S. A., & Mudzakir, S. (2023). Analisis Home Industri Tahu Pletok Karangmoncol Kecamatan Randudongkal Kabupaten Pemalang. Jurnal Kubis, 03(01), 96–106.

Sholehah, R., Marsudi, M., & Budianto, A. G. (2021). Analisis Persediaan Bahan Baku Kedelai Menggunakan EOQ, ROP, dan Safety Stock Produksi Tahu Berdasarkan Metode Forecasting di PT. Langgeng. Jurnal Jieom, 04(02), 53–61.

Sidik, M., & Niklis, N. (2021). Sistem Informasi Persediaan Dengan Metode Period Order Quantity Berbasis Multiuser Pada PT Terboyo. Jurnal Ilmu Teknik Dan Informatika, 2(1), 63-72.

Sigit, A. (2016). Studi Komparasi Metode EOQ dan POQ Dalam Usaha Efisiensi Biaya Bahan Pasir Paving Block. Jurnal Teknisia, 21(1), 209–217.

Syahdan, & Husnan. (2019). Peran Industri Rumah Tangga (Home Industry) Pada Usaha Kerupuk Terigu Terhadap Pendapatan Keluarga di Kecamatan Sakra Kabupaten Lombok Timur. Jurnal Manajemen Dan Ilmu Pendidikan, 1(1), 45–63. https://doi.org/10.36088/manazhim.v1i1.136

Tarigan, U. P. P., Tampubolon, J., Sembiring, A. C., & Handi, F. G. P. (2023). Perhitungan Total Biaya Persediaan Dengan Metode POQ, EOQ dan MIN MAX. Jurnal Ilmiah Teknik Industri Prima, 6(2), 8–13.

The, T. G. O., Karamoy, H., & Tirayoh, V. (2024). Analisis Persediaan Bahan Baku Dengan Menggunakan Metode EOQ Dalam Rangka Efisiensi Biaya Pada Perusahaan PT Motto Suralindo Chemika Jakarta. Jurnal Lppm Bidang Ekososbudkum, 8(2), 124–133.

Wahid, A., & Munir, M. (2020). Economic Order Quantity Istimewa pada Industri Krupuk “ Istimewa ” Bangil. Journal of Industrial View, 02(01), 1–8.

Downloads

Published

2025-09-22

Issue

Section

Articles

How to Cite

Restika, H., Sjah, T., & Budastra, I. K. (2025). Manajemen Persediaan Bahan Baku pada Home Industry Tahu. Empiricism Journal, 6(3), 965-972. https://doi.org/10.36312/ej.v6i3.3000