Analisis Kemampuan Sprint Kids Athletics Ekstrakurikuler pada Siswa SDN 1 Landasan Ulin Utara

Kids Athletics Keterampilan Gerak Dasar Lari Sprint

Authors

Downloads

How to Cite

Diyanta, A. A. P., Amirudin, A., & Arifin, R. (2025). Analisis Kemampuan Sprint Kids Athletics Ekstrakurikuler pada Siswa SDN 1 Landasan Ulin Utara. Empiricism Journal, 6(2), 403-411. https://doi.org/10.36312/ej.v6i2.3013

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan fisik siswa sekolah dasar dalam nomor sprint 40 meter pada kegiatan ekstrakurikuler kids athletics. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya performa fisik anak dalam cabang atletik dasar, yang belum banyak dikaji secara terfokus di sekolah-sekolah dengan keterbatasan fasilitas. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei, melibatkan 10 siswa kelas V di SDN 1 Landasan Ulin Utara. Instrumen yang digunakan adalah tes lari sprint 40 meter dengan pengolahan data melalui SPSS versi 22. Hasil menunjukkan bahwa 50% siswa berada dalam kategori “Sangat Kurang”, 40% “Kurang”, dan hanya 10% yang “Cukup”, dengan rata-rata waktu tempuh 17,65 detik. Hasil ini mengindikasikan lemahnya penguasaan keterampilan gerak dasar siswa, khususnya kecepatan. Studi ini menegaskan pentingnya inovasi metode pelatihan berbasis permainan dan pendekatan interaktif untuk meningkatkan efektivitas pembinaan kids athletics. Penelitian ini juga memberikan kontribusi praktis bagi guru PJOK dan pembuat kebijakan dalam merancang program pelatihan yang kontekstual dan berbasis bukti.

Extracurricular Kids Athletics Sprint Ability Analysis Among Students of SDN 1 Landasan Ulin Utara

Abstract

This study aims to analyze the physical sprinting ability of elementary school students in the 40-meter event of the kids athletics extracurricular program. The study addresses the performance gap among students in basic athletic skills, particularly in under-resourced schools. A descriptive quantitative method with a survey approach was employed, involving 10 fifth-grade students at SDN 1 Landasan Ulin Utara. A 40-meter sprint test was used as the instrument, with data analyzed using SPSS version 22. Results showed that 50% of students were categorized as “Very Poor”, 40% as “Poor”, and only 10% as “Sufficient”, with an average time of 17.65 seconds. These findings indicate low mastery of fundamental motor skills, particularly speed. The study highlights the urgent need for game-based and interactive training approaches to enhance kids athletics programs. It also provides practical recommendations for physical education teachers and policymakers to develop contextual, evidence-based training models.