Perlindungan Hukum terhadap Nasabah Penyimpan Dana dalam Sistem Perbankan Syariah di Indonesia

Authors

  • Sri Hariati Universitas Mataram

DOI:

https://doi.org/10.36312/ej.v6i2.3014

Keywords:

Perlindungan Hukum, Bank Syariah, Kehati-Hatian

Abstract

Perlindungan hukum terhadap nasabah merupakan elemen fundamental dalam menjaga kepercayaan publik terhadap sistem perbankan syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perlindungan hukum bagi nasabah penyimpan dana serta mengevaluasi implementasi prinsip kehati-hatian dan kerahasiaan bank dalam kerangka Undang-Undang No. 21 Tahun 2008. Menggunakan pendekatan hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan analitis, penelitian ini mengkaji berbagai sumber hukum primer, sekunder, serta melakukan triangulasi wawancara terhadap praktisi perbankan syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan terhadap nasabah masih belum sepenuhnya efektif karena regulasi yang belum spesifik terhadap karakteristik akad-akad syariah serta implementasi prinsip kehati-hatian yang belum optimal. Peran Lembaga Penjamin Simpanan dalam menjamin dana nasabah masih berbasis model konvensional dan belum sepenuhnya kompatibel dengan prinsip syariah. Studi komparatif dengan sistem perbankan syariah di Malaysia menunjukkan pentingnya penguatan kerangka regulasi yang spesifik dan harmonis. Implikasi dari penelitian ini menggarisbawahi perlunya pembaruan kebijakan dan koordinasi antar lembaga guna memperkuat perlindungan hukum berbasis syariah, serta peningkatan tata kelola dan transparansi bank syariah di Indonesia.

Legal Protection for Depositors in the Islamic Banking System in Indonesia

Abstract

Legal protection for depositors is a fundamental pillar for maintaining public trust in the Islamic banking system. This study aims to analyze the legal mechanisms safeguarding depositors and evaluate the implementation of prudential and confidentiality principles under Law No. 21 of 2008. Employing normative legal research methods with statute, conceptual, and analytical approaches, the study reviews primary and secondary legal sources, supported by interviews with Islamic banking practitioners. The findings reveal that existing legal protection remains inadequate due to non-specific regulations that fail to address the unique features of Sharia-based contracts, alongside suboptimal implementation of prudential principles. The role of the Deposit Insurance Corporation (LPS) in guaranteeing deposits is still modeled on conventional systems, raising concerns over Sharia compliance. Comparative analysis with Malaysia's Islamic banking framework underscores the importance of developing harmonized and Sharia-compliant regulatory models. The study concludes by recommending policy reforms and institutional coordination to strengthen Sharia-based legal protection, enhance governance, and increase transparency in Indonesia’s Islamic banking sector.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdul Ghofur Anshori. (2008). Penerapan Prinsip Syariah dalam Lembaga Keuangan, Lembaga Pembiayaan, dan Perusahaan Pembiayaan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Abdul Ghofur Anshori. (2009). Hukum Perbankan Syariah (UU No. 21 Tahun 2008). Yogyakarta: Refika Aditama.

Agustina, D. S. and Wardoyo, D. U. (2024). Effectiveness of financial performance of provincial governments in indonesia: evidence during covid-19. Akurasi : Jurnal Studi Akuntansi dan Keuangan, 7(1), 241-256. https://doi.org/10.29303/akurasi.v7i1.514

Arief Sidharta. (1999). Refleksi tentang Struktur Hukum. Bandung: Mandar Maju.

Bhuiyan, A., Ali, M., Islam, K., Alam, M., & Solaiman, M. (2020). The issues and challenges of shariah harmonization of the cross-border transactions. Int. J. of Shariah and Corporate Governance Research, 3(2), 1-9. https://doi.org/10.46281/ijscgr.v3i2.838

Eliana, E., Nurhayati, N., & Ayumiati, A. (2020). Pengaruh GCG terhadap bisnis syariah. JABI, 3(2), 182–192. https://doi.org/10.32493/jabi.v3i2.y2020.p182-192

Fauzi, M. L. (2022). The formation of islamic law in indonesia: the interplay between islamic authorities and the state. Australian Journal of Law and Religion, 1. https://doi.org/10.55803/t26e

Franz Magnis-Suseno. (1994). Etika Politik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Frederic S. Mishkin. (2001). Prudential Supervision: What Works and What Doesn’t. NBER Conference Report. Chicago: The University of Chicago Press.

Grassa, R. (2013). Shariah supervisory system in Islamic financial institutions. Humanomics, 29(4), 333–348. https://doi.org/10.1108/h-01-2013-0001

Gunawan, A., Nasution, B., Sunarmi, S., & Siregar, M. (2021). Perlindungan nasabah dalam branchless banking. Locus, 1(1), 1–8. https://doi.org/10.56128/jkih.v1i1.11

Jazmiyanti, N., Cahyono, E., & Kassim, S. (2024). Islamic banking liquidity and inflation. Ekonomi Islam Indonesia, 6(1). https://doi.org/10.58968/eii.v6i1.406

Johnny Ibrahim. (2005). Teori & Metodologi Penelitian Hukum Normatif. Malang: Bayumedia.

Karimah, L., Syahpawi, S., & Nurnasrina, N. (2024). Legal protection for sharia banking customers. MONEY, 2(2), 142–152. https://doi.org/10.31004/money.v2i2.24218

Kasmir. (2003). Manajemen Perbankan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Krisna Wijaya. (2010). Analisis Kebijakan Perbankan Nasional. Jakarta: Kompas Gramedia.

Lalu Husni. (2010). Hukum Penempatan dan Perlindungan TKI. Malang: Pascasarjana Universitas Brawijaya.

Ledhem, M., & Mékidiche, M. (2021). Islamic finance and economic growth. JIABR, 12(8), 1165–1180. https://doi.org/10.1108/jiabr-03-2021-0107

M. Syafi’i Antonio. (2006). Dasar-Dasar Manajemen Bank Syariah (Cet. ke-4). Jakarta: Pustaka Alfabeta.

Mahyudin, Y., & Yolanda, P. (2023). Perlindungan hukum dan prinsip kehati-hatian bank syariah. SEMBJ, 4(2), 42–47. https://doi.org/10.62159/sembj.v4i2.1182

Mal An Abdullah. (2010). Corporate Governance: Perbankan Syariah di Indonesia. Jakarta.

Mala, C., Rodoni, A., & Yaman, B. (2018). Market power and efficiency of Islamic banks. Global Review of Islamic Economics and Business, 6(2), 131. https://doi.org/10.14421/grieb.2018.062-05

Mawardi, I., et al. (2024). Comparative stability of Indonesian banks. PLOS ONE, 19(4), e0301398. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0301398

Morris L. Cohen & Kent C. Olson. (1992). Legal Research in a Nutshell. St. Paul, MN: West Publishing Company.

Nailah, N., & Rusydiana, A. (2020). Efficiency and stability in ASEAN. Tazkia Islamic Finance and Business Review, 14(1). https://doi.org/10.30993/tifbr.v14i1.211

Panjaitan, N., & Nurbaiti, N. (2024). Challenges in Islamic banking development. Journal La Sociale, 5(5), 1346–1357. https://doi.org/10.37899/journal-la-sociale.v5i5.1383

Peter Mahmud Marzuki. (2005). Penelitian Hukum. Jakarta: Prenada Media.

Rachmawati, A., & Praptiningsih, P. (2024). Good governance in Islamic banking. KNE Social Sciences. https://doi.org/10.18502/kss.v9i20.16466

Satjipto Rahardjo. (1986). Ilmu Hukum. Bandung: Alumni.

Soerjono Soekanto & R. Otje Salman. (1987). Disiplin Hukum dan Disiplin Sosial. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Soerjono Soekanto. (1983). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penegakan Hukum. Jakarta: Rajawali Press.

Soerjono Soekanto. (2007). Pengantar Penelitian Hukum. Jakarta: UI-Press.

Sudikno Mertokusumo. (1986). Mengenal Hukum (Suatu Pengantar). Yogyakarta: Liberty.

Sudikno Mertokusumo. (1993). Bab-Bab Tentang Penemuan Hukum. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Supiyadi, D. (2021). Determinants of profitability in Islamic banks. https://doi.org/10.2991/aebmr.k.210831.004

Sutan Remy Sjahdeini. (2007). Perbankan Islam (Cet. ke-3). Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.

Walker, G., Purves, R., & Blair, M. (2018). Islamic financial services. Financial Services Law, 1036-1076. https://doi.org/10.1093/law/9780198793809.003.0023

Downloads

Published

2025-06-17

Issue

Section

Articles

How to Cite

Hariati, S. (2025). Perlindungan Hukum terhadap Nasabah Penyimpan Dana dalam Sistem Perbankan Syariah di Indonesia. Empiricism Journal, 6(2), 340-347. https://doi.org/10.36312/ej.v6i2.3014