Optimalisasi Pangan Lokal sebagai Solusi Berkelanjutan untuk Mengurangi Stunting di Pedesaan Kecamatan Jereweh

Authors

  • Aan Yuliani Universitas Teknologi Sumbawa
  • Umar Umar Universitas Teknologi Sumbawa

DOI:

https://doi.org/10.36312/ej.v6i3.3035

Keywords:

Optimalisasi, Pangan Lokal, Stunting, Pemberdayaan Komunitas, Solusi Berkelanjutan

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi konsep optimalisasi pangan lokal dan mengidentifikasi faktor-faktor penghambatnya sebagai solusi berkelanjutan untuk mengurangi stunting di pedesaan Kecamatan Jereweh. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan melibatkan 18 informan kunci. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan informan yang dipilih secara purposif (Pejabat Pemerintah Daerah, Tenaga Kesehatan, Tokoh Masyarakat, dan Ibu Balita), observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi optimalisasi pangan lokal telah menunjukkan kemajuan signifikan terutama dalam peningkatan pengetahuan gizi masyarakat sebesar 25% dan penurunan stigma negatif terhadap pangan lokal sebesar 15% melalui pendekatan multisektor yang mengintegrasikan: (1) edukasi gizi berbasis masyarakat, (2) intervensi berbasis komunitas, dan (3) pemberdayaan ekonomi keluarga. Namun, implementasi penuhnya terhambat oleh tantangan kompleks yang bersifat struktural dan kultural. Hambatan utama meliputi kurangnya pengetahuan masyarakat, stigma negatif terhadap pangan lokal, keterbatasan ekonomi, infrastruktur distribusi yang belum memadai, serta koordinasi lintas sektor yang belum optimal. Penelitian ini menekankan bahwa transformasi potensi pangan lokal menjadi solusi berkelanjutan yang nyata memerlukan pendekatan sistemik yang mengintegrasikan sistem pangan, inovasi sosial untuk perubahan perilaku, dan kebijakan afirmatif yang kuat.

Optimization of Local Food as a Sustainable Solution to Reduce Stunting in the Rural Area of Jereweh District

Abstract

This study aims to describe the implementation of the local food optimization concept and identify its inhibiting factors as a sustainable solution for reducing stunting in the rural area of Jereweh District. This research employed a qualitative descriptive method, involving 18 key informants. Data were collected through in-depth interviews with purposively selected informants (Local Government Officials, Health Workers, Community Leaders, and Mothers of Toddlers), observation, and documentation. The findings indicate that the implementation of local food optimization has shown significant progress particularly in a 25% increase in community nutrition knowledge and a 15% reduction in negative stigma towards local food through a multisectoral approach that integrates: (1) community-based nutrition education, (2) community-driven interventions, and (3) family economic empowerment. However, its full implementation is hindered by complex structural and cultural challenges. Key barriers include a lack of community knowledge, a negative stigma associated with local food, economic constraints, inadequate distribution infrastructure, and suboptimal cross-sectoral coordination. This study emphasizes that transforming the potential of local food into a tangible, sustainable solution requires a systemic approach that integrates the food system, social innovation for behavior change, and strong affirmative policies.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adrianto, S., & Wahyuni, S. (2021). Aplikasi Kenaikan Gaji Berkala Menggunakan Bahasa Pemrograman Php Pada Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Dumai. Jurnal Informatika,Manajemen Dan Komputer, 13(1), 32–39. https://doi.org/10.36723/juri.v13i1.254

Black, R.E et al., (2013). Maternal and child undernutrition and overweight in lowincome and middle-income countries. The Lancet, 382(9890), 427 – 451, doi:10.1016/S0140- 6736(13)60937-X.

Denzin, N. K. (2012). The qualitative manifesto: A call to arms. Routledge.

Dewi. (2022). Longitudinal study of multisectoral coordination in nutrition interventions. Community Development Journal, 18(2), 210–225.

Fitriani, D., & Saputra, B. (2023). Supply chain analysis of local food in archipelagic regions. Marine and Coastal Resource Economics, 12(1), 45–60.

Handayani, S., & Wahyuni, S. (2023). Efektivitas Edukasi Gizi Berbasis Pangan Lokal oleh Bidan Desa di Posyandu. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 18(1), 45–53.

Handayani, S. (2023). Dependency syndrome in food aid programs: An ethnographic study. Anthropology of Development Quarterly, 5(2), 89–104.

Hartono, B. (2022). The impact of rural infrastructure on local food distribution. Indonesian Journal of Rural Development Studies, 8(2), 78–92.

Huraerah, A. (2021). Perbandingan Model Intervensi Komunitas Dalam Praktik Makro Pekerjaan Sosial. Sosio Informa,7(03),250-263.

Kemenkes RI. (2022) Profil kesehatan indonesia 2021. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia 2022.

Mursalin Mursalin & Nurasia Natsir (2024). Koordinasi Lintas Sektor dalam Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Tallo di Makassar. Student Scientific Creativity Journal, 2(5), 172-181

Nasution, B., Zainudin, Z., & Jaya, A. (2022). Prevention of Early Stunting Through Family Posyandu in Sape District, Bima Regency. Empiricism Journal, 3(2), 214-220.

Nirmalasari, N. O. (2020). Stunting pada Anak: Penyebab dan Faktor Risiko Stunting di Indonesia. Qawwam: Journal for Gender Mainstreaming, 14(1), 19–28.

Nurjanah. (2021). Dampak program pemberdayaan petani lokal terhadap ketersediaan pangan bergizi. Jurnal Agro Ekonomi, 39(1), 78–92.

Patton, M. Q. (2015). Qualitative research & evaluation methods (4th ed.). Sage.

Saputra, A., Darmawan, B., & Fitriani, R. (2022). Model kolaborasi lintas sektor untuk ketahanan pangan di daerah rural. Jurnal Ilmu Administrasi Publik, 11(2), 210–225.

Peka Yani Lestari (2022). Hubungan Pengetahuan Tentang Gizi Terhadap Status Gizi Remaja. Jurnal Surya Medika, 8(1), 65-69

Sari, P. (2023). Pemahaman gizi masyarakat NTB terhadap pangan lokal. Jurnal Gizi Dan Kesehatan, 15(2), 112–125.

Setiyawati, M. E., Ardhiyanti, L. P., Hamid, E. N., Muliarta, N. A. T., & Raihanah, Y. J. (2024). Studi Literatur: Keadaan Dan Penanganan Stunting Di Indonesia. IKRAITH-HUMANIORA, 8(2), 179–186.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Supriadi & Lalu Muhammad Ridho Firmansyah (2025). Pemberdayaan Ekonomi Keluarga untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat melalui Home Industry Batu Kapur. Al-Tajwir, 2(1), 69-82

Suryanto, T., & Rahman, A. (2023). Post-harvest losses in local food systems. Agroeconomic Analysis Journal, 15(3), 112-125.

UNICEF (2023). Neonatal mortality. United Nation Children's Fund.

Utami, W., & Rahman, A. (2023). Edukasi gizi berbasis budaya untuk meningkatkan penerimaan pangan lokal. Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 12(2), 210–225.

Warsidah, W., Ayyash, M. Y., Priani, W., & Satyahadewi, N. (2023). Analisis Statistik Faktor-faktor yang Mempengaruhi Angka Stunting di Kalimantan Barat. Empiricism Journal, 4(2), 432–441.

Wilda Yunieswati, Rosyanne Kushargina, & Fauza Rizqiya (2022). Edukasi Gizi Berbasis Teknologi untuk Peningkatan Pengetahuan Gizi dan Antioksidan pada Remaja. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, 18(1), 69-77

Downloads

Published

2025-09-24

Issue

Section

Articles

How to Cite

Yuliani, A., & Umar, U. (2025). Optimalisasi Pangan Lokal sebagai Solusi Berkelanjutan untuk Mengurangi Stunting di Pedesaan Kecamatan Jereweh. Empiricism Journal, 6(3), 1002-1009. https://doi.org/10.36312/ej.v6i3.3035