Optimalisasi Pangan Lokal sebagai Solusi Berkelanjutan untuk Mengurangi Stunting di Pedesaan Kecamatan Jereweh

Optimalisasi Pangan Lokal Stunting Pemberdayaan Komunitas Solusi Berkelanjutan

Authors

Downloads

How to Cite

Yuliani, A., & Umar, U. (2025). Optimalisasi Pangan Lokal sebagai Solusi Berkelanjutan untuk Mengurangi Stunting di Pedesaan Kecamatan Jereweh. Empiricism Journal, 6(3), 1002-1009. https://doi.org/10.36312/ej.v6i3.3035

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi konsep optimalisasi pangan lokal dan mengidentifikasi faktor-faktor penghambatnya sebagai solusi berkelanjutan untuk mengurangi stunting di pedesaan Kecamatan Jereweh. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan melibatkan 18 informan kunci. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan informan yang dipilih secara purposif (Pejabat Pemerintah Daerah, Tenaga Kesehatan, Tokoh Masyarakat, dan Ibu Balita), observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi optimalisasi pangan lokal telah menunjukkan kemajuan signifikan terutama dalam peningkatan pengetahuan gizi masyarakat sebesar 25% dan penurunan stigma negatif terhadap pangan lokal sebesar 15% melalui pendekatan multisektor yang mengintegrasikan: (1) edukasi gizi berbasis masyarakat, (2) intervensi berbasis komunitas, dan (3) pemberdayaan ekonomi keluarga. Namun, implementasi penuhnya terhambat oleh tantangan kompleks yang bersifat struktural dan kultural. Hambatan utama meliputi kurangnya pengetahuan masyarakat, stigma negatif terhadap pangan lokal, keterbatasan ekonomi, infrastruktur distribusi yang belum memadai, serta koordinasi lintas sektor yang belum optimal. Penelitian ini menekankan bahwa transformasi potensi pangan lokal menjadi solusi berkelanjutan yang nyata memerlukan pendekatan sistemik yang mengintegrasikan sistem pangan, inovasi sosial untuk perubahan perilaku, dan kebijakan afirmatif yang kuat.

Optimization of Local Food as a Sustainable Solution to Reduce Stunting in the Rural Area of Jereweh District

Abstract

This study aims to describe the implementation of the local food optimization concept and identify its inhibiting factors as a sustainable solution for reducing stunting in the rural area of Jereweh District. This research employed a qualitative descriptive method, involving 18 key informants. Data were collected through in-depth interviews with purposively selected informants (Local Government Officials, Health Workers, Community Leaders, and Mothers of Toddlers), observation, and documentation. The findings indicate that the implementation of local food optimization has shown significant progress particularly in a 25% increase in community nutrition knowledge and a 15% reduction in negative stigma towards local food through a multisectoral approach that integrates: (1) community-based nutrition education, (2) community-driven interventions, and (3) family economic empowerment. However, its full implementation is hindered by complex structural and cultural challenges. Key barriers include a lack of community knowledge, a negative stigma associated with local food, economic constraints, inadequate distribution infrastructure, and suboptimal cross-sectoral coordination. This study emphasizes that transforming the potential of local food into a tangible, sustainable solution requires a systemic approach that integrates the food system, social innovation for behavior change, and strong affirmative policies.