Perbedaan Kecenderungan Body Dysmorphic Disorder Siswa yang Tinggal di Asrama dan Luar Asrama Pada SMAK St. Gregorius Reo Kabupaten Manggarai

Kecenderungan Body Dysmorphic Disorder Siswa Tinggal di Asrama Tinggal di Luar Asrama

Authors

Downloads

How to Cite

Jelis, Y. N., Anakaka, D. L., & Manafe, R. P. (2025). Perbedaan Kecenderungan Body Dysmorphic Disorder Siswa yang Tinggal di Asrama dan Luar Asrama Pada SMAK St. Gregorius Reo Kabupaten Manggarai. Empiricism Journal, 6(3), 1420-1428. https://doi.org/10.36312/ej.v6i3.3136

Ketidakpuasan terhadap bentuk tubuh menjadi fenomena yang semakin sering dijumpai di kalangan remaja, yang dalam konteks psikologi dikenal sebagai Body Dysmorphic Disorder (BDD). Kondisi ini dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis dan hubungan sosial remaja, terutama dalam lingkungan dengan pola kehidupan yang berbeda seperti asrama dan non-asrama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat kecenderungan Body Dysmorphic Disorder antara siswa yang tinggal di asrama dan siswa yang tinggal di luar asrama pada SMAK St. Gregorius Reok, Kabupaten Manggarai. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik cluster sampling dan melibatkan 217 siswa, terdiri atas 88 siswa yang tinggal di asrama dan 129 siswa yang tinggal di luar asrama. Analisis data dilakukan menggunakan uji Independent Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan kecenderungan Body Dysmorphic Disorder antara kedua kelompok (p = 0.001; p < 0.05; T = -15.828). Temuan ini mengindikasikan bahwa lingkungan tempat tinggal berperan dalam membentuk persepsi dan kepuasan siswa terhadap tubuhnya. Oleh karena itu, pihak sekolah dan pengelola asrama disarankan untuk memberikan dukungan psikologis dan edukasi mengenai citra tubuh yang positif kepada seluruh siswa.

The Difference in the Tendency of Body Dysmorphic Disorder Among Boarding and Non-Boarding Students at SMAK St. Gregorius Reo, Manggarai Regency

Abstract

Body dissatisfaction has become an increasingly common phenomenon among adolescents, known in psychology as Body Dysmorphic Disorder (BDD). This condition can affect adolescents’ psychological well-being and social interactions, particularly in different living environments such as dormitories and non-dormitories. This study aims to examine the differences in the tendency of Body Dysmorphic Disorder between students living in dormitories and those living outside dormitories at SMAK St. Gregorius Reok, Manggarai Regency. This research employed a quantitative method with a cluster sampling technique involving 217 students, consisting of 88 dormitory students and 129 non-dormitory students. Data were analyzed using the Independent Sample T-Test. The results showed a significant difference in the tendency of Body Dysmorphic Disorder between the two groups (p = 0.001; p < 0.05; T = -15.828). These findings indicate that living environment plays an important role in shaping students’ body perception and satisfaction. Therefore, schools and dormitory administrators are encouraged to provide psychological support and education on developing a positive body image among students.