Negosiasi Identitas Kewarganegaraan: Reintegrasi Sosial Mantan Narapidana dalam Bayang-Bayang Sanksi Sosial
DOI:
https://doi.org/10.36312/ej.v6i3.3268Keywords:
Identitas Kewarganegaraan, Reintegrasi Sosial, Sanksi Sosial, Mantan Narapidana, Kewarganegaraan SosialAbstract
Penelitian ini bertujuan mengkaji negosiasi identitas kewarganegaraan mantan narapidana dalam proses reintegrasi sosial yang kerap dibayangi stigma dan sanksi sosial pascapemidanaan. Dengan pendekatan kualitatif berparadigma konstruktivis, studi ini dilaksanakan di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat menggunakan rancangan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif terbatas, dan dokumentasi terhadap 25 partisipan dengan variasi usia, jenis kelamin, jenis tindak pidana, serta latar sosial-ekonomi. Analisis tematik digunakan untuk menggali pengalaman subjektif, makna, dan strategi adaptif dalam upaya memperoleh kembali pengakuan sebagai warga negara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas kewarganegaraan tidak otomatis pulih setelah menjalani hukuman formal, melainkan harus dinegosiasikan dalam ruang sosial yang sarat stigma. Forum keagamaan dan aktivitas berbasis komunitas terbukti menjadi arena penting afirmasi identitas, memberikan legitimasi moral lebih cepat dibandingkan pengakuan formal negara. Dukungan keluarga, tokoh agama, dan lembaga pemasyarakatan berperan signifikan, namun tidak sepenuhnya menghapus sanksi sosial yang laten dan berulang. Proses negosiasi melibatkan pembentukan makna baru, strategi adaptasi, serta perjuangan merebut kembali hak partisipasi sipil. Penelitian ini memperluas literatur kewarganegaraan kritis di Indonesia dengan menekankan dimensi sosial-kultural dan pengalaman subjektif yang sebelumnya terabaikan. Temuan ini juga memberikan landasan praktis bagi perumusan kebijakan reintegrasi yang lebih inklusif, adil, dan berbasis dukungan lintas sektor bagi mantan narapidana.
Negotiating Citizenship Identity: Social Reintegration of Former Prisoners under the Shadow of Social Sanctions
Abstract
This study examines the negotiation of citizenship identity among former prisoners in the process of social reintegration, which remains overshadowed by stigma and persistent social sanctions after incarceration. Using a qualitative approach within a constructivist paradigm, the research was conducted in South Sulawesi and West Sulawesi through a case study design. Data were collected through in-depth interviews, limited participant observation, and documentation involving 25 participants with diverse ages, genders, types of offenses, and socio-economic backgrounds. Thematic analysis was employed to explore subjective experiences, meanings, and adaptive strategies in regaining recognition as citizens. The findings indicate that citizenship identity is not automatically restored after completing formal punishment but must be continuously negotiated within social spaces laden with stigma. Religious forums and community-based activities emerged as significant arenas of identity affirmation, granting moral legitimacy more rapidly than formal recognition by the state. Although support from families, religious leaders, and correctional institutions plays an important role, it does not fully eliminate latent and recurring social sanctions. The negotiation process involves constructing new meanings, adopting adaptive strategies, and struggling to reclaim equal civic participation. This study contributes to critical citizenship literature in Indonesia by highlighting socio-cultural dimensions and subjective experiences often overlooked in previous research. Practically, the findings provide a foundation for developing reintegration policies that are more inclusive, equitable, and grounded in cross-sectoral support for former prisoners.
Downloads
References
Aldo Sari, I., Santosa, I., & Ryan Bakry, M. (2025). Moral Hukum Pembatasan Akses Pekerjaan Bagi Mantan Narapidana dalam Bidang Notaris. Jurnal Pendidikan Indonesia, 6(3), 1357–1371. https://doi.org/10.59141/japendi.v6i3.7290
Artha, I. G. A., Matompo, O. S., & ... (2022). Efektivitas Pembinaan Terhadap Residivis Anak Tindak Pidana Pencurian di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Palu. Jurnal Kolaboratif Sains. https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/JKS/article/view/2308
Astana, Moch. F., & Subroto, M. (2023). Optimalisasi Pembinaan Intramural Kepada Narapidana pada Peningkatan Reintegrasi Sosial (Studi Kasus di Lapas Kelas IIB Tuban). JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 6(4), 2513–2518. https://doi.org/10.54371/jiip.v6i4.1868
Farhan, M., Sabir, M., Kairuddin, K., Tijjang, B., & Syahril, Muh. A. F. (2025). Reintegrasi Sosial Narapidana: Analisis Yuridis Pasca Undang-Undang Pemasyarakatan. Jurnal Litigasi Amsir, 12(2). http://journalstih.amsir.ac.id/index.php/julia/article/view/631
Gunawan, H. (2022). Pendidikan karakter: Konsep dan implementasi. etheses.uinsgd.ac.id. https://etheses.uinsgd.ac.id/69084/1/Pendidikan_Karakter-Heri%20Gunawan.pdf.pdf
Hamid, S., & Rusmawan, T. (2022). Peran Pendidikan dalam Penguatan Kriminologi Hukum (Strategi Pencegahan dan Rehabilitasi Tindak Pidana). Jurnal Pendidikan Tambusai. https://www.jptam.org/index.php/jptam/article/view/6152
Hamzah, I., & Pemasyarakatan, P. I. (2020). Faktor-Faktor Psikososial Prediktor Residivis. Psikologi Penjara: Penerapan …. https://books.google.com/books?hl=en&lr=&id=92cOEAAAQBAJ&oi=fnd&pg=PA15&dq=pendidikan+karakter+dan+residivis&ots=jD_UBe92h1&sig=_-xz54GgfwcMCa2Z5tj_BlOoIYc
Intan Permata Sari, Elfitra, & Indraddin. (2023). Reintegrasi Sosial Mantan Narapidana Perempuan dalam Aktivitas Sosial Ekonomi. JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 6(12), 10919–10926. https://doi.org/10.54371/jiip.v6i12.3153
Maysarah, M. (2023). Tinjauan Terhadap Asas Keadilan Atas Kebijakan Mantan Narapidana Korupsi Dalam Pencalonan Legislatif. Journal of Comprehensive Science, 2(11), 1890–1897. https://doi.org/10.59188/jcs.v2i11.552
Mufti, E. A., & Riyanto, O. S. (2023). Peran Lembaga Pemasyarakatan Dalam Upaya Rehabilitasi Narapidana Untuk Mengurangi Tingkat Residivis. AL-MANHAJ: Jurnal Hukum. https://ejournal.insuriponorogo.ac.id/index.php/almanhaj/article/view/4026
Mustafa, A. L. I., Kholil, S., & Sazali, H. (2023). Strategi komunikasi image restoration mantan narapidana kasus narkoba di Aceh Tengah. Jurnal Studi Komunikasi, 7(3), 994–1011. https://doi.org/10.25139/jsk.v7i3.6209
Pratidina, A. G., Muhammad, A., & ... (2022). Efektivitas Peran Bimbingan Bapas Pada Klien Dalam Mengurangi Tindak Pidana Residivis di Bapas Kelas II Purwokerto. … Pendidikan …. http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jpdk/article/view/8672
S, Z., & Putri, D. (2023). Pelaksanaan Program Reintegrasi Sosial Bagi Narapidana Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Pekanbaru. Jurnal Kajian Ilmu Hukum, 2(1), 258–271. https://doi.org/10.55583/jkih.v2i1.437
Sari, L. N. (2021). Analisis Sosiologis Reintegrasi Sosial Klien Pemasyarakatan. Entita: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Dan Ilmu-Ilmu Sosial, 3(1), 75--92. https://doi.org/10.19105/ejpis.v3i1.4615
Thamrin, H., & Harahap, M. M. (2025). Kebijakan Pelaksanaan Pidana Penjara bagi Pelaku Pencurian Guna Memberikan Efek Jera (Studi Kasus di Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Medan). Amnesti: Jurnal Hukum, 7(1), 128–148. https://doi.org/10.37729/amnesti.v7i1.6181
Utami, W. (2020). Asimilasi Narapidana Vs Keresahan Masyarakat Pasca Pelepasan Narapidana Saat Covid 19. Maksigama, 14(2). https://doi.org/10.37303/maksigama.v14i2.91
Wahyudi, I. (2020). Implementasi sistem pembinaan narapidana yang mendapatkan pembebasan bersyarat. Maksigama, 14(1). https://doi.org/10.37303/maksigama.v14i1.84
Wardani, N. S., & Wibowo, P. (2022). Upaya Meningkatkan Motivasi Narapidana Melalui Pondok Pesantren Guna Menekan Angka Residivis pada Lapas Purwodadi. Pendidikan. http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jpdk/article/view/8704
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Masni Masni, Muhammad Asriadi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with Empiricism Journal agree to the following terms:
- For all articles published in Empiricism Journal, copyright is retained by the authors. Authors give permission to the publisher to announce the work with conditions. When the manuscript is accepted for publication, the authors agrees to implement a non-exclusive transfer of publishing rights to the journals.
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.