Analisis Penerapan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro Kecil dan Menengah (SAK EMKM) pada Usaha Kerajinan Bambu

Authors

  • Beatrix Lapalelo Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pioner Manado
  • Treesje Imran Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pioner Manado
  • Tirsa Julianti Saruan Universitas Nusa Cendana

DOI:

https://doi.org/10.36312/e9k8pg15

Keywords:

UMKM, Kerajinan Bambu, Standar Akuntansi Keuangan, Literasi Keuangan

Abstract

UMKM merupakan sektor penting dalam perekonomian Indonesia, namun masih menghadapi kendala serius dalam pengelolaan keuangan, terutama rendahnya literasi akuntansi dan minimnya pemanfaatan teknologi digital. Namun belum banyak studi yang fokus pada implementasi Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM) pada sektor kerajinan berbasis budaya lokal seperti bambu di Tomohon. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan SAK EMKM melalui akuntansi digital dalam meningkatkan tata kelola keuangan UMKM kerajinan bambu di Desa Kinilow, Kota Tomohon. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan dua informan utama, yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengrajin bambu belum menerapkan pencatatan keuangan sesuai SAK EMKM dan masih mencampurkan keuangan usaha dengan pribadi, sehingga laba tidak terukur secara akurat. Melalui penerapan aplikasi akuntansi digital sederhana seperti BukuKas, diperoleh laporan keuangan yang menunjukkan posisi keuangan dan laba bersih sebesar Rp8.900.000 per periode. kemuan ini menunjukkan bahwa akuntansi digital berbasis SAK EMKM mampu meningkatkan efisiensi pencatatan, transparansi, dan kualitas pengambilan keputusan. Penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan literasi keuangan, pelatihan penggunaan aplikasi akuntansi digital, serta pendampingan berkelanjutan bagi UMKM kerajinan bambu agar mampu mengelola keuangan secara profesional dan berdaya saing.

Analysis of the Application of Financial Accounting Standards for Micro, Small and Medium Entities (SAK EMKM) in Bamboo Craft Businesses

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) are an essential sector in Indonesia’s economy; however, they continue to face serious challenges in financial management, particularly due to low accounting literacy and limited use of digital technology. Nevertheless, few studies have focused on the implementation of the Financial Accounting Standards for Micro, Small, and Medium Entities (SAK EMKM) in craft industries based on local cultural traditions, such as bamboo craftsmanship in Tomohon. This study aims to analyze the application of SAK EMKM through digital accounting in improving financial governance among bamboo craft MSMEs in Kinilow Village, Tomohon City. The research employed a qualitative case study approach involving two main informants selected through purposive sampling. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation, and analyzed using an interactive model. The findings reveal that bamboo artisans have not yet applied financial recording in accordance with SAK EMKM and still mix business and personal finances, resulting in inaccurate profit measurement. By utilizing a simple digital accounting application such as BukuKas, financial reports were produced showing the financial position and a net profit of IDR 8,900,000 per period. These findings indicate that digital accounting based on SAK EMKM can enhance the efficiency of financial recording, transparency, and the quality of decision-making. This study emphasizes the importance of improving financial literacy, providing training on digital accounting applications, and ensuring continuous mentoring for bamboo craft MSMEs to enable professional and competitive financial management.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Inayatulah, J. A., Syafina, L., & Nasution, Y. S. J. (2024). Implementation of SAK EMKM on the quality of KunciKu MSME financial reports. Kontigensi: Jurnal Ilmiah Manajemen, 12(1), 445–452. https://doi.org/10.56457/jimk.v12i1.569

Joni, J. and Manaroinsong, J. (2023). Analisis sistem pelaporan keuangan sesuai sak emkm pada umkm de harvest tomohon. Jurnal Akuntansi Manado (JAIM), 149-156. https://doi.org/10.53682/jaim.vi.4248

Kusuma, I. C. and Lutfiany, V. (2019). Persepsi umkm dalam memahami sak emkm. Jurnal Akunida, 4(2), 1. https://doi.org/10.30997/jakd.v4i2.1550

Kusumawardhani, F. K., Ratmono, D., Wibowo, S. T., & Darsono, D. (2024). The impact of digitalization in accounting systems on information quality, cost reduction and decision making: Evidence from SMEs. International Journal of Data and Network Science, 8(2), 1111–1116. https://doi.org/10.5267/j.ijdns.2023.11.023

Martha, S. and Haryati, T. (2022). Pengaruh tingkat pendidikan, pemahaman teknologi informasi, dan ukuran usaha terhadap penerapan sak emkm pada umkm kafe di surabaya. Reslaj : Religion Education Social Laa Roiba Journal, 5(2), 418-428. https://doi.org/10.47467/reslaj.v5i2.1527

Mastura, M., Sumarni, M., & Eliza, Z. (2019). Peranan informasi akuntansi terhadap keberhasilan UMKM di Kota Langsa. J-EBIS (Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam), 4(1), 20–33. https://doi.org/10.32505/v4i1.1248

Mawuntu, P. S. T., & Aotama, R. C. (2023). Analisis faktor penghambat pertumbuhan UMKM Kota Tomohon di era new normal. Jurnal Ekobistek, 12(1), 466–472. https://doi.org/10.35134/ekobistek.v12i1.409

Muhsin, S. (2022). Peluang dan tantangan pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dalam perspektif ekonomi Islam. Jurnal Kajian Ekonomi dan Perbankan Syariah, 1(2), 67–78. E-ISSN 2985-3176.

Nazaruddin, I., Utami, E. R., & Rahmawati, E. (2024). Digitalization challenges for SMEs: A systematic literature review perspective and future research. JBTI: Jurnal Bisnis Teori dan Implementasi, 15(1), 15–43. https://doi.org/10.18196/jbti.v15i1.20410

Sardjan, B., & Basran, B. (2023). Penerapan standar akuntansi keuangan (SAK) dalam penyusunan laporan keuangan pada PT Mandiri Perkasa Utama di Makassar. Jurnal Ilmiah Neraca: Ekonomi, Bisnis, Manajemen, Akuntansi, 6(2), 30–38. https://doi.org/10.56070/jinema.v6i2.80

Saruan, T. J., & Adam, A. A. (2023). Implementation of digital marketing technology and product quality improvement training for palm sugar entrepreneurs in Makasili Village. MITRA: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 7(2), 171–183.

Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (Cet. ke-26). Alfabeta.

Supriadi, F. A. P., Anita, E., & Faturahman, F. (2023). Penyusunan laporan keuangan pada usaha mikro kecil dan menengah (umkm) berbasis sak-emkm. Al Dzahab, 4(2), 112-121. https://doi.org/10.32939/dhb.v4i2.2464

Susilowati, M., Marina, A., & Rusmawati, Z. (2021). Pengaruh sosialisasi sak emkm, persepsi pelaku umkm, dan pemahaman akuntansi terhadap penerapan sak emkm pada laporan keuangan umkm di kota surabaya. Sustainable, 1(2), 240. https://doi.org/10.30651/stb.v1i2.10654

Syah, S. R., Irmawati, I., & Alacoque, M. (2023). Analisis penerapan sak-emkm dalam penyusunan laporan keuangan (studi kasus pada umkm ligastore makassar). Journal of Accounting, Economics, and Business Education, 61-70. https://doi.org/10.62794/jaebe.v1i2.97

Wangge, Y. B. R., & Anggrismono. (2024). Analisis penyerapan tenaga kerja pada sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Sleman. JUTIN: Jurnal Teknik Industri Terintegrasi, 7(1), 520–527. ISSN 2620-8962.

Downloads

Published

2025-12-05

Issue

Section

Articles

How to Cite

Lapalelo, B., & Imran, T. (2025). Analisis Penerapan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro Kecil dan Menengah (SAK EMKM) pada Usaha Kerajinan Bambu. Empiricism Journal, 6(4), 1909-1918. https://doi.org/10.36312/e9k8pg15