Efektivitas Dua Model Latihan Plyometric terhadap Peningkatan Power Otot Tungkai dan Kecepatan Shooting pada Pemain Sepak Bola Usia Sekolah

Plyometric Training Single Leg Hop Progression Multiple Box to Box Jump Power Otot Tungkai Kemampuan Shooting

Authors

Downloads

How to Cite

Anshari, M., Kurniawan, E., Syah, H., & Muhaimin, A. (2025). Efektivitas Dua Model Latihan Plyometric terhadap Peningkatan Power Otot Tungkai dan Kecepatan Shooting pada Pemain Sepak Bola Usia Sekolah. Empiricism Journal, 6(3), 1446-1460. https://doi.org/10.36312/ej.v6i3.3753

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas dua model latihan plyometric, yaitu Single Leg Hop Progression (SLHP) dan Multiple Box to Box Jump with Single Leg Landing (MBTBJ), terhadap peningkatan power otot tungkai dan kecepatan shooting pada pemain sepak bola usia sekolah. Penelitian ini dilaksanakan pada tahun 2025 di SMKN 1 Sekotong dengan desain eksperimen faktorial 2×2 yang melibatkan 36 siswa ekstrakurikuler sepak bola, dibagi menjadi dua kelompok perlakuan dan satu kelompok kontrol. Instrumen penelitian meliputi vertical jump test untuk mengukur power otot tungkai dan perangkat Dartfish Motion Analysis untuk menilai kecepatan shooting. Analisis data dilakukan menggunakan uji paired t-test dan MANOVA pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua model latihan memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan power otot tungkai dan kecepatan shooting dibandingkan latihan konvensional (Wilks’ ? = 0,293; p < 0,05). Latihan MBTBJ meningkatkan kecepatan shooting rata-rata sebesar 3,62 detik dan power otot tungkai sebesar 255,83 watt, sedangkan SLHP meningkatkan power sebesar 177,07 watt. Efektivitas MBTBJ disebabkan oleh karakteristik latihan yang menekankan beban eksentrik lebih tinggi dan koordinasi gerak pendaratan satu kaki, sedangkan SLHP lebih berkontribusi pada peningkatan keseimbangan dan stabilitas dinamis. Kedua model latihan efektif meningkatkan performa shooting dan daya eksplosif tungkai, dengan MBTBJ menunjukkan hasil yang lebih besar. Kombinasi SLHP dan MBTBJ direkomendasikan sebagai strategi latihan berbasis bukti untuk meningkatkan performa pemain muda di tingkat sekolah.

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of two plyometric training models, namely Single Leg Hop Progression (SLHP) and Multiple Box to Box Jump with Single Leg Landing (MBTBJ), on increasing leg muscle power and shooting speed in school-age soccer players. This study was conducted in 2025 at SMKN 1 Sekotong, utilizing a 2x2 factorial experimental design that involved 36 extracurricular soccer students, divided into two treatment groups and one control group. The research instruments included a vertical jump test to measure leg muscle power and a Dartfish Motion Analysis device to assess shooting speed. Data analysis was performed using a paired t-test and MANOVA at a significance level of 0.05. The results showed that both training models had a significant effect on increasing leg muscle power and shooting speed compared to conventional training (Wilks’ ? = 0.293; p < 0.05). The MBTBJ training increased shooting speed by 3.62 seconds on average and leg muscle power by 255.83 watts, while the SLHP training increased power by 177.07 watts. The effectiveness of the MBTBJ training is attributed to its training characteristics, which emphasize higher eccentric loads and single-leg landing coordination. In contrast, the SLHP training contributes more to improving balance and dynamic stability. Both training models effectively improve shooting performance and leg explosive power, with the MBTBJ training showing greater results. The combination of the SLHP and MBTBJ training is recommended as an evidence-based training strategy to improve the performance of young players at the school level.