Implementasi Kebijakan Kesehatan tentang Rumah Sehat di Wilayah Pesisir

Authors

  • Arif Sofyandi Universitas Pendidikan Mandalika
  • Kardi Kardi Universitas Pendidikan Mandalika
  • Aulia Ali Fariani Universitas Pendidikan Mandalika
  • Murtiana Ningsih Universitas Pendidikan Mandalika

DOI:

https://doi.org/10.36312/4nepn352

Keywords:

Kebijakan Kesehatan, Rumah Sehat, Pesisir

Abstract

Rumah  sehat  adalah  proporsi  rumah  yang  memenuhi  kriteria  sehat  minimum komponen rumah dan sarana sanitasi dari 3 komponen (rumah, sarana sanitasi dan perilaku). Penelitian ini dilakukan bahwa beberapa warga bagek kembar masih banyak warga yang tidak mengetahui cara pengolahan air seperti salah satunya pengolahan air minum. Hampir semua warga tidak mengolah air PDAM atau air sumur sebelum dikonsumsi atau kata lainnya mereka lebih sering mengkonsumsi air mentah. Selain itu, kebiasaan masyarakat yang tidak menutup sumur yang mereka gunakan sebagai sumber air minumnya sehingga dapat mengakibatkan pencemaran air sumur yang diakibatkan oleh polusi, bakteri,dan bahan kimia lainnya. Hal tersebut dapat mengakibatkan sering terjadi penyakit seperti penyakit diare, typus, dan penyakit lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah rumah warga di Wilayah Pesisir, Kelurahan Tanjung Permai memenuhi kriteria rumah sehat atau tidak. Sesuai dengan Kebijakan Kesehatan tentang persyaratan rumah sehat. Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan analisis dekskriptif, untuk mendapatkan gambarang tentang sanitasi rumah dan perilaku hidup bersih dan sehat Lingkungan Bagek Kembar, Kelurahan Tanjung Karang Permai, Sekarbela, Mataram. Instrumen dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan form persyaratan rumah sehat. Checklist, wawancara, survei formulir penilaian rumah sehat yang didasarkan pada Peraturan Kementerian Kesehatan No.829/Menkes/SK/VII/1999 tentang Persyaratan Kesehatan Permukiman. Sampel dalam penelitian ini adalah 15 orang warga di Lingkungan Bagek Kembar, Kelurahan Tanjung Karang Permai, Sekarbela, Mataram. Hasil dari penelitian ini adalah dari 15 rumah warga tersebut tidak ada yang memenuhi syarat rumah sehat karena memilki standar nilai di bawah dari nilai rumah kategori sehat adalah dengan nilai 1068-1200.

Implementation of Health Policy on Healthy Homes in Coastal Areas

Abstract

A healthy home is the proportion of homes that meet the minimum healthy criteria for home components and sanitation facilities from 3 components (home, sanitation facilities, and behavior). This study was conducted, several residents of Bagek Kembar still have many residents who do not know how to treat water, such as drinking water treatment. Almost all residents do not treat PDAM water or well water before consumption, or in other words, they often consume raw water. In addition, people's habit of not covering the wells they use as a source of drinking water can result in well water contamination caused by pollution, bacteria, and other chemicals. This can lead to frequent diseases such as diarrhea, typhoid, and other diseases. The purpose of this study is to determine whether residents' homes in the Coastal Area, Tanjung Permai Village meet the criteria for a healthy home or not. In accordance with the Health Policy on the requirements for healthy homes. This study is an observational study with descriptive analysis, to obtain an overview of home sanitation and clean and healthy living behavior in the Bagek Kembar neighborhood, Tanjung Karang Permai Village, Sekarbela, Mataram. The instruments in this study were using a healthy home requirements form. Checklist, interviews, surveys, healthy home assessment forms based on the Ministry of Health Regulation No. 829 / Menkes / SK / VII / 1999 concerning Residential Health Requirements. The sample in this study was 15 residents in the Bagek Kembar neighborhood, Tanjung Karang Permai Village, Sekarbela, Mataram. The results of this study were that none of the 15 residents' houses met the requirements for a healthy home because they had a standard value below the healthy home category value, which is 1068-1200.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adeswastoto, H., & Setiawan, B. (2023). Sebaran rumah sehat dan gambaran perilaku penghuni rumah tempat tinggal desa sitorajo kari kecamatan kuansing tengah. Prepotif: jurnal kesehatan masyarakat, 4(1), 85–92. Retrieved from https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/prepotif/article/view/6334

Agustina, R. (2014). Laporan Penilaian Rumah Sehat Desa Kelurahan Malabro Kota Bengkulu. Bengkulu

Depkes RI – Ditjen PPM dan PL (2002) Pedoman Teknis Penilaian Rumah Sehat.

Depkes RI. (1998). Pedoman Penanggulangan Pes di Indonesia. Jakarta : Departemen Kesehatan. Direktorat Jendral Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Pemukiman.

Depkes RI. (2001). Profil Kesehatan Republik Indonesia . Departemen Kesehatan Republik Indonesia: Jakarta

Depkes RI. (2002). Cheklist Penilaian Rumah Sehat. Departemen Kesehatan Republik Indonesia: Jakarta Desa Selo. 2013.

Departemen Kesehatan R.I. Direktorat Jendaral Cipta Karya. (1999). Syarat Rumah Sehat. Jakarta : Departemen Kesehatan R.I.

Eka, U. (2017). Laporan Pemeriksaan Kualitas Lingkungan dan Inspeksi Sanitasi Kawasan Permukiman. Makassar.

Kepmenkes RI No. 829/Menkes/SK/VII/1999 tentang Persyaratan Kesehatan Perumahan.

Latifatunnasiha, K., Zulfa, N., Mulyawati, I. (2024). Penilaian rumah sehat dan identifikasi penyakit berbasis lingkungan pada siswa kelas 4 sampai 6 sd disekitar wilayah puskesmas gubug II. Prosiding Seminar Nasional & Internasional Edustem, p. 290-299, jan. ISSN 3032-3010. Available at: <https://e-journal.ivet.ac.id/index.php/EDUSTEM/article/view/3056>.

Mahfoedz, I. (2008). Menjaga Kesehatan Rumah Dari Berbagai Penyakit. Jogyakarta.

Notoatmodjo, S. (2003). Ilmu Kesehatan Masyarakat, Prinsip-prinsip Dasar. Jakarta: Rineka Cipta.

Permenkes RI. No. 1077 tentang Pedoman Penyehatan Udara Dalam Ruang Rumah.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sofyandi, A., Karjono, K., Kardi, K., & Ningsih, M. (2024). Health Policy Implementation Survey on Residential Health Assessment in the West Lombok. Indonesian Journal of Global Health Research, 6(S6), 1055-1062. https://doi.org/10.37287/ijghr.v6iS6.5274

Sartika, M., Irviani, R., & Muslihudin, M. (2018). Penilaian Rumah Sehat Kabupaten Pringsewu Dengan Menggunakan Metode Simple Additive Weighting. Konferensi Nasional Sistem Informasi 2018.

Syurandhari, D. H., & Yastuti, E. Y. (2016). Perilaku Masyarakat Tentang Rumah Sehat di Dusun Ngumpak Desa Jabon Kapanewon Mojoanyar Kabupaten Mojokerto. Medika Majapahit, 8.

Tolondang, A. S., Joseph, W. B., & Sumampouw, O. J. (2021). Gambaran Kualitas Penilaian Rumah Sehat Dipermukiman Wilayah Rw. 08 Medokan Semampir Surabaya. Human Care Journal, 6(3), 578-583.

Fadila, W. S. N. (2023). Penilaian rumah sehat pada rumah di wilayah kerja puskesmas x kota malang. Media husada journal of environmental health science, 3(1), 29–32. https://doi.org/10.33475/mhjeh.v3i1.41

Downloads

Published

2025-12-29

Issue

Section

Articles

How to Cite

Sofyandi, A., Kardi, K., Fariani, A. A., & Ningsih, M. . (2025). Implementasi Kebijakan Kesehatan tentang Rumah Sehat di Wilayah Pesisir. Empiricism Journal, 6(4), 2225-2234. https://doi.org/10.36312/4nepn352