Nusyuz Suami dan Implikasinya terhadap Harmonisasi Hubungan Suami Istri (Studi Kasus Penyelesaian Kasus Nusyuz)
DOI:
https://doi.org/10.36312/ej.v6i4.3842Keywords:
Nusyuz suami, harmonisasi suami istri, penyelesaian nusyuzAbstract
Problematika nusyuz selama ini hanya sering ditujukan kepada istri sebagai pelaku, padahal dalam kenyataannya suami juga bisa melakukan hal yang sama, fenomena nusyuz suami kini semakin nampak ke permukaan yaitu dengan indikasi yang sama dengan perilaku nusyuz istri. Fenomena nusyuz suami yang terjadi di Desa Lantan ini kemudian memberikan dampak yang signifikan erhadap keharmonisan rumah tangga, karena perilaku nusyuz tersebut meliputi pengabaian hak nafkah dan juga sampai pada penelantaran hak. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif karena menggali dan meneliti fenomena hukum yang terjadi di lapangan, sumber data pada penelitian ini yaitu data primer dan sekunder dengan prosedur pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nusyuz suami terbentuk dari konfigurasi faktor internal dan eksternal, faktor eksternal meliputi, norma adat dan budaya lokal, peran tokoh agama dan tokoh adat, sistem hukum dan kebijakan sosial serta lingkungan sosial. Faktor internal meliputi, aspek psikologis, kondisi ekonomi, tingkat pendidikan dan kurangnya literasi agama. Dominasi faktor-faktor meliputi, kombinasi antara tekanan ekonomi dan budaya patriarki, rendahnya literasi agama dan lemahnya peran tokoh otoritatif, dan pengaruh lingkungan sosial. Sedangkan implikasi nyata dari mekanisme pengaruh nusyuz suami berdampak pada, aspek ekonomi, aspek komunikasi dan juga berdampak terhadap relasi keluarga
The Nusyuz of Husband and its Implications on the Harmonization of Marital Relationships (Case Study of Nusyuz Case)
Abstract
The issue of nusyuz has often been directed solely at wives as perpetrators, even though in reality husbands can also commit the same thing. The phenomenon of husband’s nusyuz is now increasingly visible to the surface, namely with the same indications as the behavior of wife’s nusyuz. The phenomenon of husband’s nusyuz which occurs in Lantan Village has had significant impacts on the household harmony, because this behavior includes the carelessness of the right to financial support and even abandoning rights. This research was qualitative research because it explored and examined legal phenomena occurring in the field. The data sources in this research were primary data and secondary data, with data collection procedures in the form of interviews, observation, and documentation. The results of this research showed that the nusyuz of husband is formed from a configuration of internal and external factors. The external factors include custom norms and local cultural, the roles of religious and traditional leaders, the legal system and social policies, and the social environment. The internal factors include psychological aspects, economic conditions, education levels, and a lack of religious literacy. The factors of domination include the combination between economic pressure and patriarchal culture, low religious literacy and weak authoritative figures, and the influence of the social environment. The behavior of husband’s nusyuz also has impacts on the lack of trust among family members and the deterioration of communication quality. Meanwhile, the real implications of the mechanism of husband's nusyuz influence have impacts on economic aspects, communication aspects, and also family relationships.
Downloads
References
A. Irade, A. S. L., Adam, A., & Taufan, M. (2024). Hakikat Tujuan Pernikahan dalam Pandangan Hukum Islam. Prosiding Kajian Islam dan Integrasi Ilmu di Era Society (KIIIES) 5.0, 3(1).
Achmad Ali, S.H., M.H. dan Dr. Wiwie Haryani, S.H., Menjelahi Kajian Empiris Terhadap Hukum, Kencana, 2015.
Alfauzia, D. (2022). Pola Komunikasi Keluarga Pasangan Nikah Muda Dalam Resolusi Konflik Rumah Tangga Dan Akademik Doctoral dissertation, Universitas Komputer Indonesia.
Aries Victorianus Siswanto, Strategi dan Langkah-langkah Penelitian. Yogyakarta: Graha Ilmu, 2012.
Eka Astuti, “Tindakan Suami Terhadap Istri Yang Nusyuz Menurut Hukum Isalam dan Kaitannya Dengan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga”, Tesis: IAIN Bone 2021.
Hafid, M. F., Hartono, H., & Fahruddin, A. (2025). Keseimbangan Antara Hak Dan Kewajiban Suami Istri Dalam Hukum Keluarga Islam. Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan, 2(4).
Hardsen Julsy Imanuel Najoan. 2025. Pola Komunikasi Suami Istri Dalam Menjaga Keharmonisan Keluarga Di Desa Tondegesan Ii Kecamatan Kawangkoan Kabupaten Minahasa. Jurnal Atca Diurna. Vol IV. No 4
Herawati, T., Zubairi, B. K., Musthofa, M., & Tyas, F. P. S. (2018). Dukungan sosial, interaksi keluarga, dan kualitas perkawinan pada keluarga suami istri bekerja. Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen, 11(1).
Herni, O. A., Sari, S., & Yanto, Y. (2024). Komunikasi interpersonal dalam menciptakan keluarga sakinah. Jurnal Multidisiplin Dehasen (MUDE), 3(1).
Husni Mubarak, dkk, “Hukum Perceraian Adat Tinjauan Fiqih & Peraturan Perundang-undangan Perkawinan Di Indonesia,” (Riau: Dotplus Publisher, 2021).
Ibu S, Wawancara, Lantan, 17 September 2025.
Indrajaya, D. T. (2025). Kewajiban Orang Tua Memenuhi Nafkah Anak Pasca Perceraian Dalam Perspektif Sad Al-Dzariah (Doctoral dissertation, (Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau).
Indramayapanna, R. (2022). Komunikasi antar agama dalam keluarga harmonis: Memahami perbedaan dan navigasi konflik, sebuah kajian pustaka. Journal of Scientech Research and Development, 4(1).
Istri, P. G. Konflik Peran Ganda dan Keharmonisan Rumah Tangga: Studi Kasus pada Wanita Karir di Kota Makassar.
Joko, Wawancara, Lantan, 17 September 2025.
Kawakib (2017). Konsep Nusyuz Suami Pandangan Wahbah Az-Zu?ayl? Perspektif Gender. Tesis (Universitas Islam Maulana Malik Ibrahim Malang)
Matthew B Miles dan A Michael Huberman, Analisis Data Kualitatif, (Jakarta: UI, 1992),
Misangyi, V. F., et al. (2017). Embracing Causal Complexity: The Emergence of a Neo-
Abdul Karim (Kepala Desa), Wawancara, Lantan, 15 September 2025.
Savitri, S. I., & Hidayati, A. (2019). Bahagia Karena Allah: Religiusitas sebagai mediator antara komunikasi intim dan kepuasan perkawinan pada wanita yang menikah dengan cara Ta’aruf. Psikis: Jurnal Psikologi Islami, 5(2), 91-100.
Simamora, N., Toruan, R. M. L. L., Luga, N., Pandiangan, R., & Laia, Y. (2024). Sosialisasi tentang Pentingnya Peran Komunikasi dalam Membangun Hubungan di Masyarakat. Jurnal Abdimas Mutiara, 5(1), 360-368.
Sintha, J. M., & Pertiwi, Y. W. (2025). Kekerasan Verbal Terhadap Istri Di Dalam Rumah Tangga. Jurnal Kajian Ilmiah, 25(1), 51-60.
Suwari, E. P. A. (2023). Efektivitas Managemen Konflik Keluarga Sebagai Alat Yang Digunakan Mediator Dalam Upaya Mengurangi Tingkat Perceraian Di Pengadilan Agama Ponorogo (Doctoral dissertation, IAIN Ponorogo).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Muh Alwi; Masnun Masnun, Arino Bemi Sado

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with Empiricism Journal agree to the following terms:
- For all articles published in Empiricism Journal, copyright is retained by the authors. Authors give permission to the publisher to announce the work with conditions. When the manuscript is accepted for publication, the authors agrees to implement a non-exclusive transfer of publishing rights to the journals.
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.