Gambaran Pelaksanaan Pengawasan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Bidang Pengawasan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Utara
Downloads
How to Cite
Pelaksanaan pengawasan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Utara merupakan instrumen penting dalam menjamin penerapan standar K3 di perusahaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pengawasan K3 dilaksanakan melalui kegiatan pemeriksaan, pembinaan, serta pengujian objek K3 oleh pengawas ketenagakerjaan dan spesialis K3 yang telah mengikuti pendidikan dan pelatihan teknis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pengawasan K3 pada Bidang Pengawasan Disnakertrans Provinsi Sulawesi Utara dengan fokus pada tiga aspek utama, yaitu kompetensi sumber daya manusia (SDM) pengawas ketenagakerjaan, faktor-faktor pendukung, serta faktor-faktor penghambat dalam pelaksanaan pengawasan K3 di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi pengawas ketenagakerjaan dalam melaksanakan pengawasan K3 tergolong baik, yang ditunjukkan melalui pemahaman terhadap regulasi K3 serta kemampuan teknis yang diperoleh dari pelatihan dan pembinaan rutin. Namun demikian, pelaksanaan pengawasan belum berjalan secara optimal karena keterbatasan jumlah pengawas yang tidak sebanding dengan banyaknya perusahaan yang harus diawasi, sehingga masih terdapat perusahaan yang belum terjangkau pengawasan secara berkala. Selain itu, keterbatasan anggaran operasional serta minimnya sarana dan prasarana, seperti kendaraan dinas dan alat pemeriksaan K3, menjadi hambatan utama dalam efektivitas pengawasan. Oleh karena itu, optimalisasi pengawasan K3 memerlukan peningkatan jumlah pengawas ketenagakerjaan, penguatan dukungan anggaran, serta penyediaan fasilitas operasional yang memadai guna menunjang kinerja pengawas di lapangan.
Overview of the Implementation of Occupational Health and Safety (OHS) Supervision at the Department of Manpower and Transmigration of North Sulawesi Province
Abstract
The implementation of Occupational Health and Safety (OHS/K3) supervision by the Provincial Office of Manpower and Transmigration of North Sulawesi is an important instrument in ensuring that companies apply OHS standards in accordance with applicable laws and regulations. OHS supervision is carried out through inspection, guidance, and testing of OHS objects by labor inspectors and OHS specialists who have undergone technical education and training. This study aims to analyze the implementation of OHS supervision in the Supervision Division of the North Sulawesi Provincial Office of Manpower and Transmigration, focusing on three main aspects: the competence of labor inspector human resources (HR), supporting factors, and inhibiting factors in the implementation of OHS supervision in the field. The results show that the competence of labor inspectors in carrying out OHS supervision is classified as good, as indicated by their understanding of OHS regulations and technical skills obtained through regular training and guidance. However, the implementation of supervision has not been optimal due to the limited number of inspectors that is not proportional to the number of companies that must be supervised, resulting in some companies not being regularly covered by supervision. In addition, limited operational budgets and inadequate facilities and infrastructure, such as official vehicles and OHS inspection equipment, are major obstacles to the effectiveness of supervision. Therefore, optimizing OHS supervision requires an increase in the number of labor inspectors, strengthening of budgetary support, and the provision of adequate operational facilities to support inspectors’ performance in the field.
Amiruddin. (2016). Fungsi pengawasan dalam meningkatkan kinerja pegawai Kantor Distrik Numfor Timur Kabupaten Biak Numfor. Gema Kampus Ilmu Administrasi, 11, 11–17. https://e-journal.iyb.ac.id/index.php/gemakampus/article/view/24
Ahmad, H. (2019). Analisis yuridis pelaksanaan pengawasan keselamatan dan kesehatan kerja (Skripsi). Universitas Muhammadiyah Makassar.
Darnoto, S. (2021). Dasar-dasar keselamatan dan kesehatan kerja (1st ed.). Muhammadiyah University Press.
Redjeki, S. (2016). Kesehatan dan keselamatan kerja. Pusdik SDM Kesehatan.
Kabes, A., Razak, A., & Asraf. (2023). Analisis pengawasan kesehatan dan keselamatan kerja Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Provinsi Sulawesi Tenggara. Journal of Management and Business, 6(2), 125–138. https://www.journal.stieamkop.ac.id/index.php/seiko/article/view/4320
Harini, S., & Setiawan, T. (2019). Pengaruh keselamatan kesehatan kerja (K3) dan pengawasan kerja terhadap kinerja karyawan operasional (Studi pada PT XYZ di Bogor). Jurnal Visionida, 5(2), 13–23. https://repository.unida.ac.id/607/
Hadiyanti, R., & Setiawardani, M. (2017). Pengaruh pelaksanaan program keselamatan dan kesehatan kerja. Jurnal Riset Bisnis & Investasi, 3(3), 12–23. https://jurnal.polban.ac.id/an/article/download/941/1054/2524
International Labour Organization. (2022). Fundamental principles of occupational health and safety (5th ed.). ILO.
Kabes, R. R. F. (2018). Pengaruh pengawasan terhadap kinerja pegawai pada Dinas Sosial Kabupaten Fakfak. Peluang, 12(1), 249–268. https://ojs.ukim.ac.id/index.php/peluang/article/view/337
Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. (2022). Profil nasional keselamatan dan kesehatan kerja Indonesia. Kemnaker RI.
Mudjimusari, R. D., & Swasto, B. (2017). Pengaruh keselamatan dan kesehatan kerja karyawan terhadap kinerja karyawan. Administrasi Bisnis, 44(1), 1–7.
Mudjimu, P., Kawatu, P. A. T., & Kaunang, W. P. J. (2019). Analisis penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja di PT PLN Persero Unit Induk Wilayah Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Gorontalo. Kesmas, 8(4), 73–79.
R. I., & Harini, S. (2017). Pengaruh keselamatan dan kesehatan kerja (K3) terhadap jumlah penyakit kerja dan jumlah kecelakaan kerja karyawan pada PT Hanei Indonesia. Jurnal Visionida, 3(1), 42.
Simbolon, R. R., Harramain, F. P., & Sonjaya, M. R. P. (2024). Pentingnya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) sebagai faktor penentu optimalisasi produktivitas kerja. [Nama Jurnal Tidak Dicantumkan], 1(3), 17–31.
Susan, E. (2019). Manajemen sumber daya manusia. Adaara: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 9(2), 952–962. https://jurnal.iain-bone.ac.id/index.php/adara/article/viewFile/429/354
S., W. N., & Ferijani, A. (2019). Deskripsi pelaksanaan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) di Perusahaan Panca Jaya. Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi, dan Perpajakan, 2(2), 267–286.
Umar, I. F., & Arifin, D. (2025). Occupational safety and health management literature review on implementation challenges and strategies. Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi, 2(5), 59–63.
Copyright (c) 2025 Meiliska Novensia Elisabeth Unu, Paul Artur Tennov Kawatu, Wulan Pingkan Julia Kaunang

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with Empiricism Journal agree to the following terms:
- For all articles published in Empiricism Journal, copyright is retained by the authors. Authors give permission to the publisher to announce the work with conditions. When the manuscript is accepted for publication, the authors agrees to implement a non-exclusive transfer of publishing rights to the journals.
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
