Peran Amelioran dalam Perbaikan Kualitas Tanah di Lahan Kering
DOI:
https://doi.org/10.36312/11ay8v58Keywords:
Amelioran, Kualitas Tanah, Lahan Kering, Degradasi TanahAbstract
Lahan kering di Indonesia mencakup sekitar 76% dari luas daratan dan sebagian besar mengalami degradasi sedang hingga berat akibat keterbatasan air, rendahnya bahan organik, serta pengelolaan tanah yang tidak berkelanjutan. Kondisi ini menurunkan produktivitas tanaman hingga 30–50% dan memperburuk ketahanan pangan nasional. Meskipun kajian tentang amelioran telah berkembang, masih terdapat kekurangan sintesis komprehensif antara efektivitas amelioran organik yang berorientasi jangka panjang dan amelioran anorganik yang bereaksi cepat, khususnya pada tanah Ultisol dan Inceptisol di Nusa Tenggara dan Sulawesi, serta minimnya integrasi faktor sosial-ekonomi petani kecil dengan implikasi kebijakan rehabilitasi lahan kritis. Kajian ini bertujuan untuk meninjau peran amelioran dalam memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah lahan kering di Indonesia, mengidentifikasi faktor kontekstual yang memengaruhi efektivitasnya, serta merumuskan rekomendasi praktis dan kebijakan. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif terhadap 18 artikel jurnal terakreditasi, prosiding, dan laporan lembaga resmi. Hasil kajian menunjukkan bahwa pupuk kandang meningkatkan kapasitas menahan air sebesar 22% dan N-total 0,15%, biochar meningkatkan porositas tanah 18% serta ketersediaan fosfor 25%, sedangkan dolomit dan kapur pertanian mampu menetralkan keasaman tanah dengan kenaikan pH 1,75–2,05 unit. Kombinasi organik-anorganik terbukti paling efektif, dengan peningkatan hasil tanaman mencapai 50–100% dibandingkan aplikasi tunggal. Keberhasilan penerapan amelioran dipengaruhi oleh jenis tanah, dosis, ketersediaan air, serta kondisi sosial-ekonomi petani, sehingga penerapan terpadu dan berkelanjutan berpotensi menjadi strategi penting dalam rehabilitasi lahan kering dan peningkatan produktivitas pertanian di Indonesia.
The Role of Ameliorants in Soil Quality Improvement in Drylands
Abstract
Dryland areas in Indonesia cover approximately 76% of the total land area, with most experiencing moderate to severe degradation due to water scarcity, low organic matter, and unsustainable land management practices. These conditions reduce crop productivity by 30–50% and exacerbate national food security challenges. Although studies on soil ameliorants have expanded, there remains a significant gap in synthesizing the long-term effectiveness of organic ameliorants versus the rapid effects of inorganic ones, particularly on Ultisol and Inceptisol soils in Nusa Tenggara and Sulawesi. Moreover, limited integration of smallholder socio-economic factors into land rehabilitation policies further constrains practical application. This review aims to examine the role of ameliorants in improving the physical, chemical, and biological properties of dryland soils in Indonesia, identify contextual factors influencing their effectiveness, and provide practical recommendations and policy implications. The study employs a qualitative descriptive literature review of 18 peer-reviewed articles, conference proceedings, and official reports. Findings indicate that organic ameliorants such as manure increase water-holding capacity by 22% and total nitrogen by 0.15%, while biochar enhances soil porosity by 18% and phosphorus availability by 25%. Inorganic ameliorants such as dolomite and agricultural lime raise soil pH by 1.75–2.05 units and improve calcium and magnesium availability. The combination of organic and inorganic inputs produces synergistic effects, boosting crop yields by 50–100% compared to single applications. Successful implementation depends on soil type, dosage, water availability, and farmer socio-economic conditions, highlighting the need for integrated and sustainable strategies in dryland rehabilitation and agricultural productivity improvement in Indonesia.
Downloads
References
Abdurachman, A., Dariah, A., & Mulyani, A. (2008). Strategi dan teknologi pengelolaan lahan kering mendukung pengadaan pangan nasional. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 27, 43–49.
Alfian, Nelvia, & Al Ikhsan, A. (2017). Pengaruh pemberian amelioran organik dan anorganik pada media subsoil Ultisol terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di pre nursery. Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Riau, 4(2), 1–12.
Aminah, S. (2015). Pengembangan Kapasitas Petani Kecil Lahan kering untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan. Jurnal Bina Praja, 7(3), 197–210. https://jurnal.kemendagri.go.id/index.php/jbp/article/download/17/16
Anshori, A., Iswadi, A., Sunarya, S., & Riyanto, D. (2021). Peranan amelioran pupuk organik terhadap hasil padi pada musim tanam kedua di lahan kering Ngawen, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. AgriHealth: Journal of Agri-Food, Nutrition and Public Health, 2(1), 1–8. https://doi.org/10.20961/agrihealth.v2i1.48067
Aryanti, E., & Annisava, A. R. (2016). Giving some ameliorants to changes chemical properties of peat soil. Jurnal Agroteknologi, 7(1), 19–26.
Haryati, U., Sutono, S., & Subiksa, I. G. M. (2020). Pengaruh amelioran terhadap perbaikan sifat tanah dan produksi cabai rawit (Capsicum frutescens) pada lahan bekas tambang timah. Jurnal Tanah dan Iklim, 43(2), 127–138. https://doi.org/10.21082/jti.v43n2.2019.127-138
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. (2023). Data pemantauan lahan kritis dan rehabilitasi hutan. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. https://www.klhk.go.id
Mandalika, E. N. D., Wuryantoro, Ayu, C., & Danasari, I. F. (2023). Faktor-faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi pendapatan usahatani kedelai di wilayah lahan kering Kabupaten Lombok Tengah. Agroteksos, 33(2), 654–660. https://doi.org/10.29303/agroteksos.v33i2.927
Murniyanto, E. (2007). Kajian sifat tanah dan pengelolaannya. Buana Sains, 7(1), 51–60.
Nurida, N. L. (2014). Potensi pemanfaatan biochar untuk rehabilitasi lahan kering di Indonesia. Jurnal Sumberdaya Lahan, 57–68.
Priestiani, P., Muharani, L., Khasanah, N., & Tumatul Aini, D. (2025). Pengaruh amelioran terak baja dan bokashi sekam padi terhadap sifat kimia, fisika, dan biologi tanah. Jurnal Inovasi Teknologi Terapan, 3(1), 150–155. https://doi.org/10.33504/jitt.v3i1.339
Priyadi, P., Jamaludin, J., & Mangiring, W. (2019). Aplikasi kompos dan arang aktif sebagai bahan amelioran di tanah berpasir terhadap pertumbuhan tanaman caisim (Brassica juncea L.). Jurnal Penelitian Pertanian Terapan, 18(2), 81–89. https://doi.org/10.25181/jppt.v18i2.1069
Purba, R. (2015). Kajian pemanfaatan amelioran pada lahan kering dalam meningkatkan hasil dan keuntungan usahatani kedelai. Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia, 1(September), 1483–1486. https://doi.org/10.13057/psnmbi/m010638
Rahman, S., Kumar, A., & Wilson, C. (2024). Economic strategies for dryland farming development in Indonesia. Agricultural Economics Review, 25(1), 34–48.
Rahmayuni, E., & Gustia, H. (2023). Efek amelioran pada pertumbuhan dan produksi tanaman jagung manis. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 28(4), 660–666. https://doi.org/10.18343/jipi.28.4.660
Ratmini, N. P. S., & Maryana, Y. E. (2021). Pengelolaan kesuburan lahan kering masam mendukung ketahanan pangan nasional. Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal Ke-9 Tahun 2021, 80–88.
Wahida, A., & Dedi, N. (2016). Pengaruh amelioran, pupuk, dan sistem pengelolaan tanah sulfat masam terhadap hasil padi dan emisi metana. Indonesian Soil and Climate Journal, 40(2), 135–145.
Wulandari, T., & Astiko, W. (2025). Kajian degradasi lahan dan pengelolaan lahan berkelanjutan menggunakan analisis SWOT. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, 4(3), 1067–1080.
Zornoza, R., Acosta, J. A., Barba-Brioso, C., Faz, Á., & Carmona, D. M. (2015). Soil degradation and sustainable management in Mediterranean environments. Sustainability, 7(4), 3810–3837.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Firda Aulia, Suwardji Suwardji, Mulyati Mulyati, Lolita Endang Susilowati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with Empiricism Journal agree to the following terms:
- For all articles published in Empiricism Journal, copyright is retained by the authors. Authors give permission to the publisher to announce the work with conditions. When the manuscript is accepted for publication, the authors agrees to implement a non-exclusive transfer of publishing rights to the journals.
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.