Romantisme, Ideologi, dan Perkawinan dalam Organisasi IMM Nusa Tenggara Barat
DOI:
https://doi.org/10.36312/26nvew87Keywords:
IMM, Dakwah, Idiologi, kaderisasi, Pernikahan, RomantismeAbstract
Artikel ini mengkaji praktik romantisme dan pernikahan dalam lingkungan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) NTB sebagai fenomena sosial yang sarat nilai ideologis. Melalui pendekatan deskriptif-kualitatif, untuk menjawab pertanyaan penelitian Pertama, bagaimana Ideologi antara kader IMM Nusa Tenggara barat membentuk relasi romantasisme, Kedua bagaimana tantangan hubungan romantisisme sama kader IMM di Nusa Tenggara Barat. Tulisan ini mengeksplorasi bagaimana relasi antar anggota, khususnya antara immawan dan immawati, dipandu oleh semangat dakwah, ideologi Islam berkemajuan, serta komitmen terhadap nilai-nilai keorganisasian Muhammadiyah. Romantisme dalam IMM NTB tidak dilihat sebagai relasi emosional bebas, melainkan sebagai alat untuk memperkuat solidaritas gerakan dan proses kaderisasi. Pernikahan diposisikan sebagai puncak kematangan ideologis, simbol regenerasi nilai, dan perwujudan dakwah dalam ruang domestik. Namun, dinamika ini juga menghadapi tantangan seperti benturan antara idealisme dan realita sosial, serta risiko eksklusivisme internal. Artikel ini menunjukkan bahwa relasi personal dalam IMM NTB merupakan refleksi dari dialektika antara ideologi, budaya, dan pengalaman individu, serta menjadi medan penting pembentukan identitas kader sebagai agen perubahan sosial.
Kata Kunci: IMM, Dakwah, Ideologi, Kaderisasi, Pernikahan, Romantisme.
Romanticism, Ideology, and Marriage within the IMM Organization of West Nusa Tenggara
Abstract
This article examines the practices of romantic relationships and marriage within the Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) of West Nusa Tenggara (NTB) as a social phenomenon imbued with ideological values. Using a descriptive qualitative approach, this study seeks to address two main research questions: first, how the ideology embraced by IMM cadres in West Nusa Tenggara shapes romantic relationships; and second, what challenges are encountered in romantic relationships among IMM cadres in the region. The article explores how interpersonal relations among members particularly between immawan and immawati are guided by the spirit of dakwah, the ideology of Progressive Islam (Islam Berkemajuan), and a commitment to Muhammadiyah’s organizational values. Romantic relationships within IMM NTB are not perceived as free or purely emotional engagements but rather as instruments for strengthening movement solidarity and the cadre formation process. Marriage is positioned as the culmination of ideological maturity, a symbol of value regeneration, and the manifestation of dakwah within the domestic sphere. However, these dynamics also face challenges, including tensions between ideological idealism and social realities, as well as the risk of internal exclusivism. This article demonstrates that personal relationships within IMM NTB reflect a dialectical interaction between ideology, organizational culture, and individual experience, and constitute an important arena for shaping cadres’ identities as agents of social change.
Downloads
References
A. A, B. (2020). Islam dan Kesetaraan Gender: Reinterpretasi dalam Kehidupan Sosial. Prenanda media.
Abdullah, A. (1996). Studi Agama: Normativitas atau Historisitas? Pustaka Pelajar.
Abdullah, A. (2009). Membangun Pemikiran Islam: Refleksi Kultural dalam Gerakan Mahasiswa. UGM Press.
Abdullah, A. S. (n.d.). Cinta dan Perjuangan dalam Gerakan Sosial. Pustaka Pelajar.
Ali, M. A. (1997). Islam dan Pembaruan Sosial. Pustaka Pelajar.
Andini, R. (2021). Adaptasi Nilai Islam terhadap Modernitas dalam Gerakan Mahasiswa Islam. Jurnal Pemikiran Islam Dan Filsafat, 11(2), 195–210.
Arif, M. (2019). Kaderisasi dalam Muhammadiyah: Konsep, Metode, dan Tantangan. UGM Press.
Arifin, S. (1997). Ideologi dan Gerakan Mahasiswa Islam. Tiara Wacana.
Aziz, M. (2021). Organisasi Mahasiswa Islam dan Negosiasi Identitas di Era Modern. Jurnal Sosial Humaniora, 13(1), 100–117.
Azra, A. (2002). Islam Modern: Doktrin dan Gerakan. Wacana Ilmu.
Basyir, A. (2019). Organisasi Mahasiswa dan Tantangan Sosial: Perspektif Gerakan Dakwah. Pustaka Pelajar.
Burhani, A. N. (2016). Islam Dinamis: Meneguhkan Peran Muhammadiyah dalam Pembangunan Bangsa. Suara Muhammadiyah.
Dzulfiqar, S. (2018). Pendidikan Islam dalam Perspektif Muhammadiyah. Rosda.
Faizah, N. (2020). Kaderisasi IMM Sebagai Media Dakwah Intelektual di Era Milenial. Jurnal Dakwah Dan Komunikasi Islam, 5(2), 155–170.
Fathoni, M. (2018). Konsep Dakwah dalam Perspektif Islam Berkemajuan. Jurnal Dakwah, 15(3), 78–92.
Hasan, M. (2020). Pernikahan dan Identitas Ideologis di Kalangan Mahasiswa Muslim. Journal of Islamic Studies and Humanities, 5(1), 67–82.
Hidayat, A. (2017). Pernikahan dalam Islam: Studi Keluarga Muhammadiyah. Raja Grafindo Persada.
Hidayatullah, F. (2020). Dinamika Romantisme Mahasiswa dalam Organisasi Keagamaan. Al-Ulum, 20(1), 135–150.
Iqbal, A. (2014). Kader Dakwah dan Tantangan Sosial: Studi Kasus di Masyarakat Perkotaan. Rosda.
Kamil, H. (2020). Muhammadiyah dalam Dinamika Sosial dan Politik. Mizan.
M. Rizal. (2019). Romantisme dalam Pergerakan Mahasiswa: Studi Kasus IMM. Refika Aditama.
Madjid, N. (2004). Islam, Kemodernan, dan Keindonesiaan. Paramadina.
Marlina, S. (2019). Organisasi Keagamaan dan Pembentukan Preferensi Sosial Anggotanya. Jurnal Komunikasi Dan Dakwah, 4(1), 45–60.
Mulkhan, A. M. (2000). Dakwah Kultural Muhammadiyah. LKiS.
Nashir, H. (2010). Gerakan Muhammadiyah: Purifikasi dan Dinamika. Suara Muhammadiyah.
Nurul, Z. (2020). Relasi Sosial dalam Organisasi Keagamaan Mahasiswa. Jurnal Sosiologi Reflektif, 14(2), 223–241.
R. S. Sugiyanto. (2019). Gender dan Pembangunan dalam Perspektif Islam. Pustaka Pelajar.
Rahman, A. (2018). Dakwah dan Perubahan Sosial di Muhammadiyah,. Pustaka Pelajar.
Rahman, A. (2020). Internalisasi Nilai-nilai Dakwah dalam Organisasi Mahasiswa Islam. Jurnal Sosial Dan Budaya Syar-I, 7(3), 289–301.
Shihab, M. Q. (2001). Filsafat Dakwah Islam. Pustaka Pelajar.
Sidiq, A. (2020). Islam Progresif dan Gerakan Sosial Muhammadiyah. Jurnal Studi Islam Dan Sosial, 12(3), 80.
Sulaiman, A. (2018). Pola Jaringan Sosial dalam Organisasi Mahasiswa Muhammadiyah. Remaja Rosdakarya.
Sulaiman, M. (2020). Dakwah dan Peran Keluarga dalam Gerakan Muhammadiyah. Jurnal Studi Islam, 11(2), 110–125.
Syamsuddin, D. (1999). Membangun Paradigma Islam: Studi Islam Interdisipliner. Paramadina.
Wahid, A. (2000). Tradisi Pesantren dan Modernitas. Paramadina.
Yusri, H. (2015). Konflik dan Solusi dalam Organisasi Dakwah: Perspektif SosiologiNo Title. Pustaka Pelajar.
Z., M., A. W. (2018). Membangun Keadilan Sosial dalam Islam. Mizan.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Fikran Fikran, Syukri Syukri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with Empiricism Journal agree to the following terms:
- For all articles published in Empiricism Journal, copyright is retained by the authors. Authors give permission to the publisher to announce the work with conditions. When the manuscript is accepted for publication, the authors agrees to implement a non-exclusive transfer of publishing rights to the journals.
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.