Peran dan Upaya Pemerintah dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Ibadah Haji di Kabupaten Bengkulu Utara
Downloads
How to Cite
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan upaya Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara dalam meningkatkan kualitas pelayanan ibadah haji. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari pejabat Bagian Kesejahteraan Rakyat, pihak Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkulu Utara, serta jamaah haji. Analisis kualitas pelayanan dilakukan dengan memadukan kerangka peran pemerintah (regulator, dinamisator, fasilitator, dan katalisator) serta dimensi Hajjsequal yang meliputi health, guidance, accommodation, transportation, dan facilities. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah daerah menjalankan perannya sebagai regulator melalui penyusunan kebijakan teknis dan pembentukan kepanitiaan manasik haji. Sebagai dinamisator, pemerintah menggerakkan kesiapan jamaah melalui pelaksanaan manasik yang terstruktur. Sebagai fasilitator, pemerintah menyediakan dukungan sarana dan prasarana, termasuk bantuan transportasi dan identitas daerah bagi jamaah. Sebagai katalisator, pemerintah membangun koordinasi lintas sektor dengan instansi terkait guna mendukung kelancaran pelayanan. Pada dimensi kualitas layanan, aspek guidance dan facilities tergolong baik, sedangkan aspek health dan accommodation masih memerlukan penguatan. Upaya peningkatan kualitas pelayanan dilakukan pada dataran input, proses, dan output, yang meliputi penguatan sumber daya manusia, pelaksanaan pelayanan yang terkoordinasi, serta hasil pelayanan yang dirasakan langsung oleh jamaah. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi analisis peran pemerintah daerah dengan dimensi kualitas layanan haji berbasis Hajjsequal dalam konteks pemerintah kabupaten. Secara keseluruhan, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara telah menunjukkan komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan ibadah haji, meskipun penguatan regulasi daerah yang lebih komprehensif masih diperlukan untuk mendukung keberlanjutan pelayanan.
The Role and Efforts of the Government in Improving the Quality of Hajj Service Delivery in Bengkulu Utara Regency
Abstract
This study aims to analyze the role and efforts of the North Bengkulu Regency Government in improving the quality of hajj services. The study employed a qualitative descriptive approach, with data collected through interviews, observations, and documentation. Research informants consisted of officials from the Public Welfare Division, representatives of the Ministry of Religious Affairs Office of North Bengkulu Regency, and hajj pilgrims. Service quality analysis was conducted by integrating the government role framework (regulator, dynamizer, facilitator, and catalyst) with the Hajjsequal dimensions, namely health, guidance, accommodation, transportation, and facilities. The findings show that the local government performed its role as a regulator through technical policy formulation and the establishment of hajj guidance committees. As a dynamizer, the government enhanced pilgrims’ readiness through structured hajj guidance programs. As a facilitator, it provided supporting facilities and infrastructure, including transportation assistance and regional identity attributes for pilgrims. As a catalyst, the government built cross-sectoral coordination with related institutions to support smooth service delivery. In terms of service quality, the guidance and facilities dimensions were relatively strong, while the health and accommodation dimensions still require improvement. Efforts to improve service quality were carried out at the input, process, and output levels, including human resource strengthening, coordinated service implementation, and service outcomes directly perceived by pilgrims. The novelty of this study lies in integrating the local government role framework with Hajj service quality dimensions based on Hajjsequal in the context of district-level governance. Overall, the North Bengkulu Regency Government has demonstrated commitment to improving the quality of hajj services, although stronger local regulations are still needed to ensure service sustainability.
Alifa, H. L. (2021). Studi analisis terhadap Surat Keputusan Menteri Agama Nomor 660 Tahun 2021 tentang pembatalan keberangkatan jamaah haji perspektif hukum Islam.
Alshaebi, M., Ahmed, A., Attico, Y., Bindawas, A., & Abdelkhair, F. (2023). Evaluating services quality provided to domestic pilgrims in KSA: Willing to propose HAJJSEQUAL scale. The International Journal of Learner Diversity and Identities, 30(2).
Dawud, J. (2023). Otonomi daerah dan upaya peningkatan pelayanan publik di Indonesia. Jurnal Wacana Kinerja: Kajian Praktis-Akademis Kinerja dan Administrasi Pelayanan Publik, 26(1). https://doi.org/10.31845/jwk.v26i1.824
Fahham, A. M., Prihatin, R. B., & Fallahi, Z. (2023). Penyelenggaraan ibadah haji dan pengelolaan keuangan haji di Indonesia (Ed. 1, Cet. 1). Pusat Analisis Keparlemenan, Badan Keahlian Setjen DPR RI.
Fauzi, A. (2021). Optimalisasi peran pemerintah daerah dalam pelayanan haji. Jurnal Manajemen Pemerintahan, 10(1), 22–35.
Firdaus, R. (2020). Peran pemerintah daerah sebagai regulator, dinamisator, fasilitator, dan katalisator dalam pemberdayaan petani kakao di Kabupaten Luwu Utara. Jurnal I La Galigo: Public Administration Journal, 3(1).
Kementerian Agama Republik Indonesia. (2015). Keputusan Menteri Agama Nomor 660 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji Reguler. Jakarta: Kemenag RI.
Kementerian Agama Republik Indonesia. (2019). Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah. Jakarta: Kemenag RI.
Kotler, P., & Keller, K. L. (2020). Manajemen pemasaran. Jakarta: Erlangga.
Ma’arif, M. (2019). Manajemen pelayanan haji di Indonesia. Yogyakarta: UIN Press.
Riyadi, H. (2020). Evaluasi kualitas pelayanan haji di kabupaten/kota. Jurnal Administrasi Islam, 12(1), 55–70.
Saragih, B. (2018). Pelayanan publik dan kualitas pelayanan pemerintah daerah. Jakarta: Rajawali Pers.
Sinollah, M., & Masruroh, M. (2019). Pengukuran kualitas pelayanan (Servqual – Parasuraman) dalam membentuk kepuasan pelanggan sehingga tercipta loyalitas pelanggan. Dialektika: Jurnal Ekonomi dan Ilmu Sosial, 4(1), 45–55.
Suharto, S. (2019). Kajian survey kepuasan layanan publik dan kebijakan pemerintah daerah Provinsi Bengkulu dalam bidang kesehatan. Ponorogo: Uwais Inspirasi Indonesia.
Tjiptono, F. (2022). Service management mewujudkan layanan prima. Yogyakarta: Andi Offset.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji.
Copyright (c) 2026 Verenica Nefa Astirani, Sugeng Suharto, Yunilisiah Yunilisiah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with Empiricism Journal agree to the following terms:
- For all articles published in Empiricism Journal, copyright is retained by the authors. Authors give permission to the publisher to announce the work with conditions. When the manuscript is accepted for publication, the authors agrees to implement a non-exclusive transfer of publishing rights to the journals.
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
