Pola Londo Iha (Nikah Iha) pada Masyarakat Suku Mbojo di Kecamatan Parado Kabupaten Bima
Downloads
How to Cite
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya Londo Iha (Nikah Iha) dan bentuk Londo Iha (Nikah Iha) pada masyarakat suku Mbojo di Kecamatan Parado Kabupaten Bima. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, adapun jenis data dalam penelitian ini yakni data primer dan data sekunder dengan sumber data berupa subjek dan informan penelitian yang ditentukan dengan teknik puposive sampling (snowball sampling). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data pada penelitian ini yakni menggunakan teknik analisis data kualitatif model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Subjek dalam penelitian ini ada 7 orang dan informan ada 5 orang. Temuan utama dalam penelitian ini sebagai berikut: temuan menunjukkan bahwa Londo Iha terjadi sebagai strategi sosial pasangan muda dalam menghadapi hambatan struktural dan kultural dalam perkawinan, terutama penolakan keluarga, beban mahar, pengaruh teman sebaya, dan kehamilan pranikah. Praktik ini muncul dalam beberapa bentuk, yaitu pelarian karena tidak direstui, pelarian atas dasar hubungan suka sama suka, pelarian akibat tekanan sosial, dan pelarian karena situasi mendesak.
The Londo Iha (Marry Iha) Custom Among the Mbojo Ethnic Group in Parado Subdistrict, Bima Regency
Abstract
This study aims to identify the factors contributing to the occurrence of Londo Iha (Nikah Iha) and the form of Londo Iha (Nikah Iha) among the Mbojo ethnic group in Parado Subdistrict, Bima Regency. This study employs a qualitative approach using the case study method; the types of data used in this study are primary and secondary data, with data sources consisting of research subjects and informants selected through purposive sampling (snowball sampling). Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. The data analysis techniques used in this study is the qualitative data analysis model by Miles and Huberman, involving the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. There were 7 research subjects and 5 informants in this study. The main findings of this study are as follows: the findings indicate that Londo Iha serves as a social strategy for young couples in coping with structural and cultural barriers in marriage, particularly family rejection, the burden of dowry, peer influence, and premarital pregnancy. This practice manifests in several forms, namely elopement due to lack of parental approval, elopement based on mutual consent, elopement due to social pressure, and elopement due to urgent circumstances.
Anorawi, R., & Zaky, M. (2024). Tinjauan Kriminologi Budaya dalam Kasus Kekerasan dalam Rumah Tangga Sebagai Akibat dari Pernikahan Dini di Desa “X” Kabupaten Lombok Timur. Jurnal Manajemen Pendidikan Dan Ilmu Sosial, 5(3), 497–508. https://doi.org/10.38035/jmpis.v5i3.1977
Anwar, W. A. (2020). Silariang dalam Perspektif Hukum Islam (Studi Kasus di Kabupaten Sidrap). Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam, 6(2), 108-120. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare.
Assyihabi, R., & Akalili, A. (2024). Praktik komunikasi ritual dalam budaya Merariq: studi kasus pada budaya pernikahan Suku Sasak Lombok. Lektur, 6(4). https://doi.org/10.21831/lektur.v6i4.20980
De, A., & Putra, M. M. W. L. (2023). Tinjauan Yuridis Tradisi Adat Uang Belis (Mahar) Dalam Perkawinan Masyarakat Di Desa Saga Kecamatan Detusoko Kabupaten Ende. http://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/hukum
Dewi Nur’aini, R. (2020). Penerapan Metode Studi Kasus Yin Dalam Penelitian Arsitektur Dan Perilaku. In 92 INERSIA (Vol. 1).
Erlin, E. elvina. (2024). Perspektif Hukum Islam Terhadap Pengajuan Wali Hakim Bagi Wanita Yang Tidak Direstui Nasabnya. Journal of Indonesian Comparative of Syari Ah Law, 6(2), 313–326. https://doi.org/10.21111/jicl.v6i2.10429
Fairiza, A., & Widyatama, R. (2024). Merariq Dalam Pernikahan Suku Sasak: Analisis Komunikasi Dan Dinamika Sosial Dalam Ritual Penculikan. Jurnal Analisa Sosiologi, 13(1). https://doi.org/10.20961/jas.v13i1.74926
Harahap, A. Z., Zulkarnaen, Z., & Harahap, S. (2024). Pengaruh Pernikahan Dini terhadap Penanaman Akidah Keluarga di Desa Bandar Selamat Kecamatan Aek Kuo Labuhanbatu Utara. Anwarul, 4(2), 533–543. https://doi.org/10.58578/anwarul.v4i2.2757
Haslan, M. M., Dahlan, & Fauzan, A. (2021). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Merariq Pada Masyarakat Suku Sasak. CIVICUS: Pendidikan Penelitian Pengabdian Pendidikan Pancasila & Kewarganegaraan, 9(2), 15 23.
Heryanto, A. Y., Fatimatuzzahra, F., & Muhibban. (2024). Analisis Uang Panai Adat Bugis Dalam Pernikahan Perspektif Islam. HAN, 1(6), 303–312. https://doi.org/10.62504/nexus699
Kelkulat, S., Abas, A., & Tuharea, J. (2024). Traditional Marriage System (Fa’ha) in the Study of Citizenship Education in East Tamher State, Kesuy Watubela District. Aurelia Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat Indonesia, 3(2), 1175–1181. https://doi.org/10.57235/aurelia.v3i2.2653
Kusi, J., Rero, D., & Maria, E. A. (2020). Transformasi Nilai dalam Perkawinan Adat pada Masyarakat Tradisional Wolotopo Kecamatan Ndona Kabupaten Ende. Nama Jurnal, volume 4(1):87-89
Maryati, M., Indah, S. A., & Rostarum, T. (2024). Sanksi Adat Akibat Kawin Lari pada Masyarakat Desa Pulau Raman Kecamatan Pemayung Kabupaten Batanghari. Wajah Hukum, 8(1), 384. https://doi.org/10.33087/wjh.v8i1.1453
Miles, M.B. Huberman, A.M, dan Saldana, J. (2014). Qulitative Data Analysis, A Methods Sourcebook, USA: Sage Publications.
Mursyid, F., Aida, N., & Plamesti, M. R. (2024). Persepsi Perempuan Masyarakat Baduy Luar Terhadap Uu Perkawinan No 16 Tahun 2019 Perubahan Atas Uu No 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. Iblam Law Review, 4(1), 363–377. https://doi.org/10.52249/ilr.v4i1.298
Ningsih, I., Mukmin, Z., & Hayati, E. (2016). Perkawinan Munik (Nikah Iha) Pada Suku Gayo Di Kecamatan Atu Lintang Kabupaten Aceh Tengah. In Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kewarganegaraan Unsyiah (Vol. 1, Issue 1).
Parabi, R., & Muhibban. (2024). Peran Adat Sasak Dalam Pernikahan Antara Tradisi dan Agama. JIMR, 2(6), 399–405. https://doi.org/10.62504/jimr615
Pusi, T. R., Kasim, N. M., Bakung, D. A., & KADIR, M. K. K. (2024). Faktor Utama Terjadinya Perkawinan Di Bawah Umur Di Desa Kuala Lumpur Kecamatan Paguyaman. Ganec Swara, 18(2), 756. https://doi.org/10.35327/gara.v18i2.856
Rivan, P. A. N., & Deku, Y. M. (2024). Menggali Faktor Penyebab Nikah Iha Pada Masyarakat Adat Di Desa Wolowiro Kec. Paga Kabupaten Sikka. FSN: Jurnal Ilmiah Fakultas Sains dan Teknologi, 1(1), 1-2. Retrieved from https://yasyahikamatzu.com/index.php/FSN/article/view/19
Rizka, R., & Prasetyo, A. (2024). Pemaksaan Pernikahan Korban Pemerkosaan Dengan Pelaku Ditinjau Dari Hukum Positif Indonesia. Jbh, 8(1), 69–82. https://doi.org/10.36596/jbh.v8i1.1303
Safitri, N., Ramziati, R., & Yusrizal, Y. (2024). Implikasi Pemberlakuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 Tentang Perkawinan Terhadap Permohonan Dispensasi Kawin Di Mahkamah Syar’iyah Bireuen. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh, 6(4). https://doi.org/10.29103/jimfh.v6i4.13224
Saidi, A. G., Rifai, M., & Parhi, N. Z. (2024). Tinjauan Fikih Munakahat Dalam Budaya Merarik Suku Sasak Di Lombok Timur. Al-Rasῑkh Jurnal Hukum Islam, 13(1), 127–140. https://doi.org/10.38073/rasikh.v13i1.1758
Sakinah, S., & Aspandi, A. (2024). Kedudukan Doi’ Menre’ Dalam Perkawinan Adat Bugis Perspektif Fikih Syafi’i. Khazanah, 29–38. https://doi.org/10.51178/khazanah.v2i4.1751
Samsi, Muh. F. (2024). Strategi Kepala Sekolah Dalam Mengurangi Pernikahan Usia Dini di SMAN 1 Keruak. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 9(4), 2661–2668. https://doi.org/10.29303/jipp.v9i4.2665
Sugiyono, (2019). Metode Penelitian dan Pengembangan. Cetakan Ke-4. Bandung ALFABETA
Tianyar, N. M. S. A. (2024). Faktor Faktor Penyebab Terjadinya Pernikahan Dini Di Kota Mataram. Ganec Swara, 18(2), 1105. https://doi.org/10.35327/gara.v18i2.904
Tifani, N. C., & Rohmadtika, D. (2024). Jurnalisme Advokasi melalui Podcast dalam Kasus Kawin Paksa pada Anak. Jurnal Isip Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, 21(1), 24–44. https://doi.org/10.36451/jisip.v21i1.310
Ungawaru, N. S., Poediastoeti, S., & Adha, F. (2024). Tradisi Kawin Lari “Silariang” Di Makassar Sulawesi Selatan Ditinjau Dari Hukum Islam Dan Undang-Undang No 16 Tahun 2019 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang No 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. Bandung Conference Series Law Studies, 4(1), 702–707. https://doi.org/10.29313/bcsls.v4i1.12339
Usisia Kalaloma, 2016. “Praktik Merari’ dan Akibat Hukumnya Tinjauan ‘Urf (Studi di Kecamatan Brang Rea Kabupaten Sumbawa Barat NTB).
Yanti, S. T. I. D. (2024). Pencegahan Pernikahan Dini Dan Edukasi Diri. Alaina, 1(1). https://doi.org/10.61798/alaina.v1i1.54
Yusanto, Y. (2019). Ragam Pendekatan Penelitian Kualitatif. Jurnal of Scientific Communication. 1(1):3
Copyright (c) 2026 Rahmawati Rahmawati, Syafruddin Syafruddin, Sumitro Sumitro

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with Empiricism Journal agree to the following terms:
- For all articles published in Empiricism Journal, copyright is retained by the authors. Authors give permission to the publisher to announce the work with conditions. When the manuscript is accepted for publication, the authors agrees to implement a non-exclusive transfer of publishing rights to the journals.
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
