Implementasi Hak Nafkah Anak Pasca Perceraian Menurut Kompilasi Hukum Islam
Downloads
How to Cite
Penelitian ini membahas implementasi hak nafkah anak pasca perceraian dalam perspektif Hukum Keluarga Islam dengan fokus pada ketentuan Kompilasi Hukum Islam (KHI) dan fikih Islam. Perceraian tidak menghapus kewajiban orang tua, khususnya ayah, untuk memenuhi nafkah anak sebagai bagian dari hak anak dalam Islam. Namun, dalam praktiknya masih terdapat kesenjangan antara ketentuan normatif dalam KHI dengan implementasinya di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep kewajiban nafkah anak pasca perceraian menurut Al-Qur’an, hadis, fikih Islam, dan KHI, serta mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi implementasinya dalam hukum keluarga di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-normatif. Data diperoleh dari sumber primer berupa Al-Qur’an, hadis, dan Kompilasi Hukum Islam, serta sumber sekunder berupa kitab fikih, seperti Fiqh Sunnah dan Al-Fiqh Al-Islami wa Adillatuhu, artikel jurnal, dan kajian ilmiah terkait implementasi nafkah anak pasca perceraian. Analisis data dilakukan melalui teknik content analysis untuk mengkaji kesesuaian antara norma hukum Islam dan implementasinya dalam praktik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islam dan KHI secara tegas menempatkan ayah sebagai pihak yang bertanggung jawab terhadap nafkah anak meskipun telah terjadi perceraian. Akan tetapi, implementasi kewajiban tersebut belum berjalan optimal karena dipengaruhi oleh faktor ekonomi, rendahnya kesadaran hukum, dan lemahnya pelaksanaan putusan nafkah anak sebagaimana ditemukan dalam berbagai kajian ilmiah dan literatur hukum keluarga Islam. Penelitian ini menegaskan bahwa hak nafkah anak tidak hanya memerlukan dasar normatif yang kuat, tetapi juga mekanisme pelaksanaan yang efektif.
Implementation of Children’s Maintenance Rights After Divorce According to the Compilation of Islamic Law
Abstract
This study discusses the implementation of children’s post-divorce financial support rights from the perspective of Islamic Family Law, focusing on the provisions of the Compilation of Islamic Law (Kompilasi Hukum Islam/KHI) and Islamic jurisprudence. Divorce does not eliminate the obligations of parents, particularly fathers, to provide financial support for their children as part of the protection of children’s rights in Islam. However, in practice, there remains a gap between the normative provisions of KHI and their implementation in society. This study aims to analyze the concept of children’s financial support obligations after divorce according to the Qur’an, hadith, Islamic jurisprudence, and KHI, as well as to examine the factors influencing their implementation within family law in Indonesia. This research employs a library research method with a qualitative-normative approach. Data were obtained from primary sources, including the Qur’an, hadith, and the Compilation of Islamic Law, as well as secondary sources such as classical Islamic jurisprudence books, including Fiqh Sunnah and Al-Fiqh Al-Islami wa Adillatuhu, journal articles, and scholarly studies related to the implementation of child support after divorce. Data analysis was conducted using content analysis techniques to examine the conformity between Islamic legal norms and their implementation in practice. The results of the study indicate that Islam and KHI explicitly place fathers as the parties responsible for providing financial support for their children despite the occurrence of divorce. However, the implementation of this obligation has not been fully optimal due to economic factors, low legal awareness, and weak enforcement of child support decisions, as identified in various scholarly studies and Islamic family law literature. This study emphasizes that the protection of children’s financial support rights requires not only a strong normative foundation but also effective enforcement mechanisms.
Al-Bukhari, M. I. (2021). Sahih Al-Bukhari.
Al-Ghazali, I. (2022). Ihya Ulumuddin.
Asy-Syatibi, A. I. (2021). Al-Muwafaqat fi Usul al-Shariah.
Az-Zuhaili, W. (2021). Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu.
Sabiq, S. (2022). Fiqh Sunnah.
Harahap, Y. (2022). Hukum keluarga Islam di Indonesia dan implementasinya dalam peradilan agama. Jurnal Hukum Islam, 20(2), 112–125.
Azzam, A. A. M. (2021). Problematika nafkah dalam perceraian menurut perspektif hukum Islam. Jurnal Al-Ahwal, 13(1), 45–60.
Rasyid, S. (2022). Kewajiban nafkah anak pasca perceraian dalam hukum Islam. Jurnal Hukum Keluarga Islam, 18(1), 77–89.
Syarifuddin, A. (2021). Implementasi hukum keluarga Islam di Indonesia. Jurnal Al-Qanun, 15(2), 101–115.
Manan, A. (2022). Pembaruan hukum Islam dalam sistem hukum nasional. Jurnal Hukum dan Keadilan, 10(3), 55–70.
Nasution, H. (2021). Dinamika hukum keluarga Islam kontemporer. Jurnal Hukum Islam Nusantara, 9(1), 33–48.
Tihami, & Sohari. (2022). Fikih munakahat dan relevansinya di Indonesia. Jurnal Studi Islam, 14(2), 90–104.
Zuhdi, M. (2021). Masail fiqhiyah kontemporer dalam keluarga muslim. Jurnal Al-Istinbath, 8(1), 66–80.
Anshori, A. G. (2022). Hukum Islam dan perubahan sosial masyarakat. Jurnal Sosial Keislaman, 12(2), 120–134.
Ali, M. (2022). Hukum perdata Islam di Indonesia. Jurnal Yurisprudensi Islam, 11(1), 50–65.
Santoso, B. (2021). Sosiologi hukum keluarga dan perubahan struktur sosial. Jurnal Sosiologi Islam, 7(2), 88–102.
Hidayat, R. (2022). Dampak perceraian terhadap psikologis anak. Jurnal Psikologi Keluarga, 6(1), 40–55.
Putra, I. (2021). Perubahan sosial dalam keluarga muslim modern. Jurnal Sosiologi Kontemporer, 5(2), 70–84.
Lestari, S. (2022). Perkembangan anak dalam keluarga bercerai. Jurnal Psikologi Pendidikan, 9(1), 25–39.
Yusuf, M. (2021). Keadilan dalam hukum Islam keluarga. Jurnal Al-Adl, 10(2), 95–110.
Rahman, F. (2022). Maqashid syariah dalam hukum keluarga Islam. Jurnal Hukum Islam Indonesia, 8(2), 60–74.
Kurniawan, D. (2021). Keluarga modern dalam perspektif hukum Islam. Jurnal Al-Mizan, 6(1), 45–59.
Azizah, N. (2022). Dinamika keluarga muslim pasca perceraian. Jurnal Studi Keluarga Islam, 11(2), 100–115.
Fauzi, A. (2021). Nilai-nilai hukum Islam dalam keluarga. Jurnal Al-Hukama, 7(1), 30–44.
Zainal, M. (2022). Fikih keluarga kontemporer dan implementasinya. Jurnal Hukum Islam, 14(2), 85–98.
Qardhawi, Y. (2021). Prioritas hukum Islam dalam keluarga. Jurnal Fikih Kontemporer, 5(1), 55–70.
Hosen, N. (2022). Perlindungan hak anak dalam hukum Islam. Jurnal Hak Asasi Islam, 9(2), 70–85.
Djamil, F. (2021). Keadilan keluarga dalam hukum Islam. Jurnal Al-Mashlahah, 6(2), 48–62.
Sulaiman, A. (2022). Perceraian dan dampaknya terhadap keluarga. Jurnal Hukum Perdata Islam, 10(1), 33–47.
Idris, M. (2021). Studi hukum keluarga Islam di Indonesia. Jurnal Ilmu Syariah, 8(2), 90–104.
Anwar, S. (2022). Kompilasi Hukum Islam dalam praktik peradilan agama. Jurnal Yudisial Islam, 12(1), 50–66.
Widodo, A. (2021). Perlindungan anak dalam hukum Islam dan hukum nasional. Jurnal Perlindungan Anak, 7(2), 80–95.
Prasetyo, D. T. (2017). Pengasuhan orangtua terhadap kondisi psikologis anak yang ditinggalkan dalam keluarga migran: Sebuah studi literatur. JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan), 4(02), 58–61.
Fitriani, S. (2022). Dampak perceraian terhadap kesejahteraan keluarga. Jurnal Keluarga Sejahtera, 5(1), 40–54.
Handayani, N. (2021). Peran ibu dalam keluarga pasca perceraian. Jurnal Gender dan Keluarga, 6(2), 75–89.
Suryani, D. (2022). Perubahan struktur keluarga akibat perceraian. Jurnal Sosiologi Keluarga, 8(1), 60–73.
Rachmawati, L. (2021). Beban ganda perempuan dalam keluarga bercerai. Jurnal Gender Islam, 7(2), 88–102.
Nasution, M. (2020). Dinamika peran keluarga dalam hukum Islam. Jurnal Al-Ahwal Al-Syakhsiyah, 9(1), 50–64.
Al-Jaziri, A. R. (2021). Dampak sosial perceraian terhadap anak. Jurnal Hukum Islam Sosial, 6(2), 70–83.
Hasbi Ash-Shiddieqy, T. M. (2021). Falsafah hukum Islam dan keluarga. Jurnal Pemikiran Islam, 11(1), 30–45.
Copyright (c) 2026 Lina Atika Sari, Syukri Syukri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with Empiricism Journal agree to the following terms:
- For all articles published in Empiricism Journal, copyright is retained by the authors. Authors give permission to the publisher to announce the work with conditions. When the manuscript is accepted for publication, the authors agrees to implement a non-exclusive transfer of publishing rights to the journals.
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
