Kendala Orang Tua dalam Mengatasi Perilaku Sibling Rivalry pada Anak Usia Dini di Dusun Alat Desa Prai Meke Lombok Tengah

sibling rivalry anak usia dini kendala orang tua pengasuhan

Authors

Downloads

How to Cite

Aini, Q. ., Pertiwi , E. M. ., & Mufida , N. . (2026). Kendala Orang Tua dalam Mengatasi Perilaku Sibling Rivalry pada Anak Usia Dini di Dusun Alat Desa Prai Meke Lombok Tengah. Empiricism Journal, 7(2), 1008-1016. https://doi.org/10.36312/ej.v7i2.5563

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena persaingan antar saudara kandung (sibling rivalry) pada anak usia dini di Dusun Alat, Lombok Tengah, serta kendala yang dihadapi orang tua dalam mengatasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk perilaku sibling rivalry dan menganalisis kendala orang tua. Penelitian dilaksanakan di Dusun Alat, Desa Prai Meke, Lombok Tengah selama bulan September-Oktober 2025. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan subjek 6 orang tua, 6 kerabat, dan 12 anak. Data dianalisis menggunakan model Miles & Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Bentuk perilaku sibling rivalry meliputi agresi fisik (memukul, mencubit), agresi verbal (menangis, mengejek), perebutan objek (mainan, makanan), penolakan kooperatif (tidak mau berbagi), perilaku pasif-agresif (diam, pelit), dan perilaku menarik diri (mengurung diri). 2) Kendala utama yang dihadapi orang tua bersifat multidimensional (internal, eksternal, dan kultural) meliputi kurangnya pengetahuan tentang sibling rivalry, reaksi emosional spontan saat lelah, kesulitan bersikap adil (cenderung meminta kakak mengalah), keterbatasan waktu akibat pekerjaan rumah, serta kuatnya tradisi pengasuhan turun-temurun. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sibling rivalry merupakan fenomena kompleks yang membutuhkan peningkatan kapasitas orang tua, terutama dalam manajemen emosi dan strategi pengasuhan yang adil.

 

Parents' Constraints in Overcoming Sibling Rivalry Behavior in Early Childhood in Dusun Alat, Central Lombok

Abstract

This research is motivated by the phenomenon of sibling rivalry among early childhood children in Dusun Alat, Central Lombok, and the constraints faced by parents in overcoming it. This study aims to identify the forms of sibling rivalry behavior and analyze the obstacles encountered by parents. The research was conducted in Dusun Alat, Prai Meke Village, Central Lombok for three months. A descriptive qualitative method was employed, involving 6 parents, 6 relatives, and 12 children as subjects. Data were analyzed using the Miles & Huberman model. The results show that: 1) Forms of sibling rivalry behavior include physical aggression (hitting, pinching), verbal aggression (crying, mocking), object抢夺 (toys, food), cooperative refusal (unwillingness to share), passive-aggressive behavior (silence, stinginess), and withdrawal behavior (self-isolation). 2) The main constraints faced by parents are multidimensional (internal, external, and cultural) , including a lack of knowledge about sibling rivalry, spontaneous emotional reactions when tired, difficulty in being fair (tending to ask the older sibling to give in), time limitations due to household chores, and the persistence of traditional, inherited parenting norms. This study concludes that sibling rivalry is a complex phenomenon that requires enhancing parents' capacities, particularly in emotional management and equitable parenting strategies.