Analisis Faktor Penghambat Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada Pekerja Kontruksi

Faktor Kepatuhan Kepatuhan APD Kecelakaan Kerja Keselamatan Kerja Sektor Konstruksi

Authors

Downloads

How to Cite

Kumara, A. D., & Irwanto, B. S. P. (2026). Analisis Faktor Penghambat Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada Pekerja Kontruksi. Empiricism Journal, 7(2), 2336-2344. https://doi.org/10.36312/ej.v7i2.5590

Kepatuhan penggunaan alat pelindung diri (APD) merupakan salah satu aspek penting dalam upaya pencegahan kecelakaan kerja, khususnya pada sektor konstruksi yang memiliki tingkat risiko kecelakaan tinggi. Meskipun berbagai penelitian telah mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan penggunaan APD, hasil penelitian tersebut masih tersebar dan belum memberikan sintesis yang komprehensif mengenai faktor individu maupun organisasi yang paling berpengaruh terhadap kepatuhan pekerja di sektor konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis berbagai faktor yang memengaruhi kepatuhan penggunaan APD berdasarkan hasil penelitian yang telah dipublikasikan. Penelitian menggunakan metode literature review dengan penelusuran artikel melalui Google Scholar menggunakan bantuan aplikasi Publish or Perish pada rentang publikasi tahun 2020–2026. Dari sekitar 300 artikel yang diperoleh pada tahap awal pencarian, sebanyak 9 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepatuhan penggunaan APD dipengaruhi oleh faktor individu, meliputi pengetahuan, sikap, motivasi, masa kerja, dan kenyamanan penggunaan APD, serta faktor organisasi yang mencakup pengawasan, ketersediaan APD, pelatihan keselamatan kerja, penerapan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta budaya keselamatan kerja. Temuan juga menunjukkan bahwa peningkatan kepatuhan penggunaan APD berkontribusi terhadap upaya pencegahan kecelakaan kerja melalui penguatan perilaku kerja aman di lingkungan konstruksi. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang komprehensif melalui edukasi berkelanjutan, penyediaan APD yang memadai dan nyaman, pengawasan yang konsisten, serta penguatan implementasi kebijakan K3 untuk meningkatkan kepatuhan pekerja dan menciptakan lingkungan kerja yang aman.

Analysis of Factors Inhibiting Compliance with the Use of Personal Protective Equipment (PPE) Among Construction Workers

Abstract

Compliance with the use of personal protective equipment (PPE) is a crucial component of occupational accident prevention, particularly in the construction sector, where workers are exposed to high-risk hazards. Although numerous studies have identified factors influencing PPE compliance, existing evidence remains fragmented and has not provided a comprehensive synthesis of the individual and organizational factors that most strongly influence workers' compliance in the construction sector. This study aimed to synthesize the factors affecting PPE compliance based on previously published research. A literature review was conducted by searching articles in Google Scholar using the Publish or Perish application, covering publications from 2020 to 2026. Of approximately 300 articles identified during the initial search, 9 met the inclusion criteria and were analyzed descriptively. The findings indicate that PPE compliance is influenced by individual factors, including knowledge, attitudes, motivation, work experience, and the comfort of PPE use, as well as organizational factors, such as supervision, PPE availability, occupational safety and health (OSH) training, the implementation of occupational safety and health (OSH) policies, and workplace safety culture. The review also demonstrates that improving PPE compliance contributes to occupational accident prevention by promoting safe work practices in construction environments. Therefore, a comprehensive strategy involving continuous education, the provision of adequate and comfortable PPE, consistent supervision, and strengthened implementation of OSH policies is essential to improve workers' compliance and create a safe and healthy working environment.