Hubungan Implementasi Nilai Pancasila Sila ke-2 dengan Etika Digital Siswa Pengguna Instagram di SMAN 6 Banjarmasin
Downloads
How to Cite
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana etika digital siswa SMAN 6 Banjarmasin yang menggunakan Instagram berhubungan dengan penerapan prinsip kedua Pancasila. Studi ini menggunakan desain korelasional dan metodologi kuantitatif. Sebuah sampel yang terdiri dari 152 siswa dipilih menggunakan rumus Slovin dan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria siswa yang merupakan pengguna aktif Instagram pada tahun akademik 2025–2026, dari 245 siswa kelas sepuluh yang menjadi populasi penelitian ini. Kuesioner skala Likert yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas berfungsi sebagai alat penelitian. Uji reliabilitas menghasilkan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,895 untuk variabel implementasi prinsip kedua Pancasila dan 0,772 untuk variabel etika digital, yang menunjukkan bahwa instrumen penelitian tersebut dapat diandalkan. Hasil uji validitas menunjukkan bahwa 28 dari 30 butir pernyataan dianggap valid. Dengan bantuan SPSS versi 27, analisis deskriptif, uji linearitas, uji normalitas, dan uji korelasi Spearman Rank termasuk di antara metode analisis data yang digunakan. Menurut temuan penelitian, etika digital siswa masuk dalam kategori tinggi dengan skor rata-rata 46,05, sementara penerapan nilai-nilai Pancasila pada prinsip kedua masuk dalam kategori sangat tinggi dengan skor rata-rata 47,63. Hasil uji korelasi Spearman Rank menunjukkan tingkat signifikansi sebesar 0,001 (< 0,05) dan nilai koefisien sebesar 0,394. Ini menunjukkan bahwa etika digital siswa pengguna Instagram di SMAN 6 Banjarmasin dan penerapan prinsip kedua Pancasila memiliki hubungan yang positif dan signifikan, dengan kekuatan hubungan tersebut berada dalam kategori rendah hingga sedang.
The Relationship Between the Implementation of the Second Principle of Pancasila Values and the Digital Ethics of
Instagram-Using Students at SMAN 6 Banjarmasin
Abstract
The purpose of this research is to determine how the digital ethics of SMAN 6 Banjarmasin students who use Instagram relate to the application of the second principle of Pancasila. This study uses a correlational design and quantitative methodology. A sample consisting of 152 students was selected using the Slovin formula and purposive sampling technique based on the criteria of students who are active Instagram users in the 2025–2026 academic year, from 245 tenth-grade students who make up the population of this study. The Likert scale questionnaire, which has undergone validity and reliability testing, serves as the research instrument. The reliability test yielded a Cronbach’s Alpha value of 0.895 for the variable of the implementation of the second principle of Pancasila and 0.772 for the variable of digital ethics, indicating that the research instrument is reliable. The results of the validity test show that 28 out of 30 statements are considered valid. With the help of SPSS version 27, descriptive analysis, linearity test, normality test, and Spearman Rank correlation test were among the data analysis methods used. According to the research findings, students’ digital ethics fall into the high category with an average score of 46.05, while the application of Pancasila values in the second principle falls into the very high category with an average score of 47.63. The results of the Spearman Rank correlation test show a significance level of 0.001 (< 0.05) and a coefficient value of 0.394. This shows that the digital ethics of Instagram users among students at SMAN 6 Banjarmasin and the application of the second principle of Pancasila have a positive and significant relationship, with the strength of this relationship falling into the low to moderate category.
Aeni. (2022). Implementasi kurikulum merdeka dalam sekolah penggerak. Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya, 1(1), 179–188. https://doi.org/10.55606/jpbb.v1i1.860
Adinda Dyah Permata, A., & Dewi, D. A. (2021). Membangun perilaku berkeadaban bagi siswa dalam bermedia sosial. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 1(5), 134–141.
Ghozali, S., Darmawan, D., Putra, A. R., Arifin, S., Arrozi, F., Firmansyah, B., Mursyidi, B. M. A. (2024). Literasi digital sebagai pilar peningkatan kualitas pendidikan modern. Jurnal Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat, 4(2), 1–17.
Harahap, A. S., Nabila, S., Sahyati, D., Tindaon, M., & Batubara, A. (2024). Pengaruh media sosial terhadap perilaku etika remaja di era digital. Indonesian Culture and Religion Issues, 1(2), 9. https://doi.org/10.47134/diksima.v1i2.19
Mutia, G. D., Juliansari, M. F., & F. E. S. (2024). Etika penggunaan media sosial sesuai sila kedua. Jurnal Pendidikan, 1(5), 2022–2025.
Nurgiansah, T. H. (2021). Pendidikan Pancasila sebagai upaya membentuk karakter jujur. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 9(1), 33–41.
Onny Cahyandi, N. H., & N. U. H. (2020). Implementasi nilai-nilai Pancasila sila ke-2 pada pelajaran PPKn di SMK PGRI 3 Tulungagung. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 1(6), 1087–1094.
Ramadani, A. C., Az-Zahra, F., & Mawarni, H. D. (2023). Implementasi nilai Pancasila sila kedua dalam kehidupan bermasyarakat. Jurnal Pendidikan, 2(5), 347–352.
Rena Agustina, E., Hasanah, U., & Elmanora. (2024). Digital citizenship: Peran parental mediation dan kualitas lingkungan kelas dalam pengembangan. JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan), 11, 179–190. https://doi.org/10.21009/JKKP.112.07
Rianto, P. (2023). Etika komunikasi dalam bermedia sosial di kalangan siswa sekolah menengah atas di Kabupaten Kudus. Cantrik, 3(1), 19–34. https://doi.org/10.20885/cantrik.vol3.iss1.art2
Rusmawan, U., Pamungkas, A. D., Indrawan, H. E., & Hati, K. (2024). Menghadapi isu etika dalam media digital melalui peningkatan digital ethics. Komatika, 4(1), 31–37. https://doi.org/10.34148/komatika.v4i1.797
Sagala, K. P., Naibaho, L., & Rantung, D. A. (2024). Tantangan pendidikan karakter di era digital. Jurnal Pendidikan, 6(1), 1–8.
Sapriadi Rambe, M., Simbolon, M. B., Hasibuan, R. L., Safika, N., & Simamora, I. Y. (2024). Etika komunikasi dalam menggunakan media sosial. Jurnal Pendidikan dan Sosial, 8, 4503–4510.
Sitepu, A. (2025). Peran pendidikan kewarganegaraan dalam menguatkan etika digital siswa. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 14(1), 1–8.
Supandri. (2025). Peran pendidikan kewarganegaraan dalam menguatkan etika digital dan kesadaran sosial mahasiswa di era media sosial. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 5(2), 50–56.
Zahriyanto, A., Selo, G. K., Qodir, L. J., Zihni, A. A., Rabbani, G. A. N., & Apryono, C. B. I. (2025). Pancasila sebagai fondasi etika sosial di era digital: Tantangan dan peluang. RIGGS, 4(4), 4782–4789.
Zainudin Hasan, Rizkie Sumbahan, M. R. A., Izazi, A., & A. (2025). Implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan digital sehari-hari. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 2(6), 425–433.
Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Copyright (c) 2026 Salsabilla Ayu Hasanah, Muhammad Elmy

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with Empiricism Journal agree to the following terms:
- For all articles published in Empiricism Journal, copyright is retained by the authors. Authors give permission to the publisher to announce the work with conditions. When the manuscript is accepted for publication, the authors agrees to implement a non-exclusive transfer of publishing rights to the journals.
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
