Strategi Guru Pendidikan Pancasila dalam Menanamkan Nilai Keadilan Sosial pada Kelas X di SMA Negeri 7 Banjarmasin

Strategi Guru Pendidikan Pancasila Nilai Keadilan Sosial Peserta Didik

Authors

Downloads

How to Cite

Putri, N. A., & Huda, N. . (2026). Strategi Guru Pendidikan Pancasila dalam Menanamkan Nilai Keadilan Sosial pada Kelas X di SMA Negeri 7 Banjarmasin. Empiricism Journal, 7(2), 1712-1720. https://doi.org/10.36312/ej.v7i2.5708

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan strategi guru Pendidikan Pancasila dalam menanamkan nilai keadilan sosial kepada peserta didik kelas X di SMA Negeri 7 Banjarmasin serta faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan guru Pendidikan Pancasila, peserta didik, dan pihak sekolah. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru Pendidikan Pancasila dalam menanamkan nilai keadilan sosial dilakukan melalui strategi pengorganisasian, penyampaian, dan pengelolaan pembelajaran. Penanaman nilai keadilan sosial diwujudkan melalui pemberian kesempatan yang sama kepada seluruh peserta didik, penghargaan terhadap hak dan pendapat peserta didik, pembiasaan sikap peduli terhadap sesama, serta pengutamaan kepentingan bersama dalam kehidupan sekolah. Guru juga menerapkan model pembelajaran ceramah, diskusi kelompok, dan Project Base Learning (PjBL) untuk mendorong partisipasi aktif peserta didik dalam memahami dan mengimplementasikan nilai keadilan sosial. Faktor pendukung meliputi sarana dan prasarana yang memadai, pemanfaatan teknologi pembelajaran, kegiatan ekstrakurikuler, visi dan misi sekolah yang menekankan pada pengembangan karakter, toleransi, dan keterampilan sosial siswa, serta penerapan aturan sekolah yang adil. Sementara itu, faktor penghambat meliputi keterbatasan sumber belajar, sikap membeda-bedakan antar peserta didik, rendahnya kepercayaan diri sebagian peserta didik, serta kurangnya perhatian dan fokus peserta didik selama proses pembelajaran.

 

Strategies of Pancasila Education Teachers for Inculcating Social Justice Values among Tenth-Grade Students at SMA Negeri 7 Banjarmasin

Abstract

This study aims to identify and describe the strategies employed by Pancasila Education teachers in instilling the value of social justice among tenth-grade students at SMA Negeri 7 Banjarmasin, as well as to examine the supporting and inhibiting factors influencing its implementation. This study employed a qualitative research approach. Data were collected through observations, interviews, and documentation involving a Pancasila Education teacher, students, and school administrators. The data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model, which consists of data reduction, data display, and conclusion drawing. Data trustworthiness was ensured through source, technique, and time triangulation. The findings reveal that the strategies used by the Pancasila Education teacher to instill the value of social justice include instructional organization, instructional delivery, and instructional management strategies. The value of social justice is fostered by providing equal learning opportunities for all students, respecting students' rights and opinions, encouraging caring attitudes toward others, and prioritizing the common good within the school environment. The teacher also employed lecture, group discussion, and Project-Based Learning (PjBL) methods to encourage students' active participation in understanding and applying the value of social justice. Supporting factors include adequate educational facilities and infrastructure, the integration of instructional technology, extracurricular activities, the school's vision and mission emphasizing character development, tolerance, and social skills, as well as the implementation of fair school regulations. Meanwhile, the inhibiting factors include limited learning resources, discriminatory attitudes among students, low self-confidence among some students, and students' lack of attention and concentration during the learning process.