Strategi Guru dalam Penguatan Karakter Religius Peserta Didik di SMPN 3 Pulau Petak

Strategi Guru Karakter Religius Pendidikan Karakter

Authors

Downloads

How to Cite

Anzhari, D. R., & Elmy, M. (2026). Strategi Guru dalam Penguatan Karakter Religius Peserta Didik di SMPN 3 Pulau Petak. Empiricism Journal, 7(2), 2355-2364. https://doi.org/10.36312/ej.v7i2.5712

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi guru dalam penguatan karakter religius peserta didik di SMP Negeri 3 Pulau Petak, pelaksanaannya dalam pembelajaran dan pembiasaan, serta faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Informan meliputi kepala sekolah, guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, guru Pendidikan Agama Islam, wali kelas, dan peserta didik yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan atau verifikasi. Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan karakter religius dilakukan melalui keteladanan, pembiasaan, integrasi nilai religius dalam pembelajaran, motivasi dan nasihat, serta pembinaan dan pengawasan. Keteladanan dan pembiasaan menjadi strategi dominan melalui doa, budaya salam, tadarus Al-Qur’an, salat berjamaah, pembacaan Surah Yasin, serta contoh perilaku religius dari guru. Strategi tersebut berkontribusi terhadap kedisiplinan, sopan santun, tanggung jawab, keterlibatan dalam kegiatan keagamaan, dan kepatuhan terhadap aturan sekolah. Namun, sebagian peserta didik masih bergantung pada arahan dan pengawasan guru sehingga internalisasi nilai religius belum sepenuhnya berkembang menjadi kesadaran intrinsik. Keberhasilan strategi didukung oleh komitmen kepala sekolah, kerja sama guru, budaya sekolah religius, dan dukungan orang tua, sedangkan hambatannya meliputi keterbatasan fasilitas, pengaruh media sosial, lingkungan pergaulan, serta keterlibatan orang tua yang belum optimal. Penguatan karakter religius memerlukan pelaksanaan yang konsisten, terpadu, dan kolaboratif antara sekolah dan keluarga untuk mendorong internalisasi nilai secara lebih berkelanjutan.

Teacher Strategies in Strengthening Students' Religious Character at SMPN 3 Pulau Petak

Abstract

This study aims to describe teachers’ strategies for strengthening students’ religious character at SMP Negeri 3 Pulau Petak, their implementation in learning and habituation activities, and supporting and inhibiting factors. The study employed a qualitative case study. Informants included the principal, Pancasila and Civic Education teachers, Islamic Religious Education teachers, homeroom teachers, and students selected purposively. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation, then analyzed through data condensation, data presentation, and conclusion drawing or verification. Data credibility was examined through source triangulation, technique triangulation, and member checking. The findings show that religious character strengthening was carried out through role modeling, habituation, integration of religious values into learning, motivation and advice, as well as guidance and supervision. Role modeling and habituation were the dominant strategies, implemented through prayers, greeting practices, Qur’anic recitation, congregational prayers, Surah Yasin recitation, and teachers’ religious behavior. These strategies contributed to discipline, politeness, responsibility, participation in religious activities, and compliance with school regulations. However, some students remained dependent on teachers’ guidance and supervision, indicating that religious values had not yet been fully internalized into intrinsic awareness. Supporting factors included the principal’s commitment, teacher collaboration, a religious school culture, and parental support, while inhibiting factors included limited facilities, social media influence, peer environments, and insufficient parental involvement. Strengthening religious character requires consistent, integrated, and collaborative implementation between schools and families to promote sustainable value internalization.