Hubungan Kondisi Tempat Penampungan Air Bersih dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue di Wilayah Puskesmas Brang Rea
Downloads
How to Cite
Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk Kabupaten Sumbawa Barat. Data Dinas Kesehatan yang disitasi dari Satu Data NTB menunjukkan peningkatan kasus DBD dari 142 kasus pada 2021 menjadi 166 kasus pada 2022 dan 182 kasus pada 2023. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kondisi tempat penampungan air bersih dengan kejadian DBD di Desa Sapugara Bree, Kecamatan Brang Rea, tahun 2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei analitik case-control. Sampel berjumlah 38 responden yang terdiri atas 19 kelompok kasus dan 19 kelompok kontrol. Data dikumpulkan melalui observasi kondisi tempat penampungan air dan telaah rekam medis Puskesmas Brang Rea. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square pada tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 63,2% tempat penampungan air berada dalam kondisi terbuka. Uji Chi-Square menghasilkan nilai p = 0,019, yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kondisi tempat penampungan air bersih dan kejadian DBD. Tempat penampungan air terbuka berpotensi menjadi lokasi perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti sehingga meningkatkan risiko penularan DBD. Penelitian menyimpulkan bahwa kondisi tempat penampungan air merupakan faktor lingkungan penting dalam pencegahan DBD. Masyarakat perlu menutup, membersihkan, dan memantau tempat penampungan air secara rutin. Pemerintah daerah dan dinas kesehatan juga perlu memperkuat edukasi, surveilans jentik, promosi kesehatan, dan kebijakan pengendalian DBD berbasis risiko lingkungan. Upaya tersebut diharapkan menekan kepadatan vektor dan penularan secara berkelanjutan.
The Relationship Between Clean Water Storage Conditions and Dengue Fever Incidence in the Brang Rea Community Health Center Area
Abstract
Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) remains a major public health concern in Indonesia, including West Sumbawa Regency. Data from the Health Office, as cited by Satu Data NTB, showed an increase in DHF cases from 142 cases in 2021 to 166 cases in 2022 and 182 cases in 2023. This study aimed to analyze the association between the condition of clean water storage containers and the incidence of DHF in Sapugara Bree Village, Brang Rea District, in 2025. This study employed a quantitative approach using an analytical survey with a case-control design. The sample consisted of 38 respondents, comprising 19 individuals in the case group and 19 individuals in the control group. Data were collected through direct observation of water storage container conditions and a review of medical records from the Brang Rea Community Health Center. Univariate and bivariate analyses were performed using the Chi-square test at a 5% significance level. The results showed that 63.2% of water storage containers were left uncovered. The Chi-square test yielded a p-value of 0.019, indicating a significant association between the condition of clean water storage containers and the incidence of DHF. Uncovered water storage containers may serve as breeding sites for Aedes aegypti mosquitoes, thereby increasing the risk of DHF transmission. The study concludes that the condition of water storage containers is an important environmental factor in DHF prevention. Communities should routinely cover, clean, and monitor water storage containers. Local governments and health authorities should also strengthen public education, larval surveillance, health promotion, and environmental risk-based DHF control policies. These measures are expected to reduce vector density and sustainably prevent disease transmission.
Aeni, S., & Rahayu, S. (2020). Hubungan Kondisi Kontainer Air Bersih dan Perilaku Menguras dengan Keberadaan Jentik Nyamuk Aedes aegypti. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 19(2), 125–131.
Azhar, M., & Fitriani, D. (2022). Karakteristik Tempat Penampungan Air (TPA) yang Berhubungan dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD). Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas, 7(1), 415–422.
Candra, A. (2010). Demam Berdarah Dengue: Epidemiologi, Patogenesis, dan Faktor Risiko Penularan. Aspirator, 2(2), 110–119.
Fauziah, N., & Sukesi, T. W. (2021). Hubungan Perilaku 3M Plus dan Kondisi Lingkungan Fisik Rumah dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD). Jurnal Kesehatan Masyarakat (Undip), 9(4), 510–516.
Hasanah, M. R. (2017). Gambaran Tempat Penampungan Air (TPA) dengan Keberadaan Jentik Aedes Aegypti di Desa Pauh Timur Kecamatan Pariaman Tengah Kota Pariaman Tahun 2017 [Karya Tulis Ilmiah]. Politeknik Kesehatan Padang.
Husin, H., Ramon, A., Angraini, W., Wati, N., & Anugrah, P. (2024). Analisis Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD). Jurnal Kesmas Asclepius.
Juliana, S. (2024). Hubungan Kondisi Tempat Penampungan Air dan Keberadaan Jentik Aedes Aegypty pada Lingkungan Rumah Warga dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Wilayah Kerja Puskesmas Ampenan Tahun 2024 [Skripsi]. Universitas Pendidikan Mandalika.
Kementerian Kesehatan RI. (2023). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2022. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Larasati, A., & Martini, M. (2023). Hubungan antara Jenis, Bahan, dan Kondisi Tutup Penampungan Air dengan Keberadaan Jentik Aedes aegypti. Jurnal Vektor Penyakit, 17(1), 23–32.
Mulyani, A. S. (2023). Literature Review: Hubungan Antara Tempat Penampungan Air dan Tindakan 3M Plus dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD). Jurnal Kesehatan Bidkemas.
Nisa, C., dkk. (2021). Hubungan Tutup Tempat Penampungan Air Bersih, Bahan Tempat Penampungan Air Bersih, dan Sumber Air dengan Tingkat Kejadian DBD di Wilayah Kerja Puskesmas Nogosari Kabupaten Boyolali. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9(6).
Nurlatu, N., Legi, J., & Lontoh, E. (2024). Hubungan Keberadaan Tempat Penampung Air dan Kejadian Demam Berdarah Dengue di Puskesmas Nusajaya Kabupaten Halmahera Timur. Journal Of Community & Emergency.
Pratama, R. A., & Yudhastuti, R. (2021). Analisis Risiko Kondisi Lingkungan Fisik Rumah terhadap Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD). Jurnal Kesehatan Lingkungan, 13(2), 89–97.
Profil Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat. (2023). Profil Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat Tahun 2023. Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat.
Profil Puskesmas Brang Rea. (2024). Profil Puskesmas Brang Rea Kecamatan Brang Rea Kabupaten Sumbawa Barat Tahun 2024. Puskesmas Brang Rea.
Ramadhani, S., & Cahayati, W. H. (2022). Faktor Risiko Lingkungan Fisik Rumah dan Perilaku Masyarakat Terhadap Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD). Higeia Journal of Public Health Research and Development, 6(3), 345–356.
Sari, D. P., & Utomo, B. (2020). Hubungan Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Masyarakat dalam Pengendalian Vektor dengan Kejadian DBD. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 15(2), 76–83.
Satu Data NTB. (2024). Demam Berdarah Dengue di Provinsi Nusa Tenggara Barat. https://data.ntbprov.go.id/ (Diakses pada 11 Mei 2024).
Shafira, R. D. (2021). Gambaran Umum Kondisi Penampungan Air dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue Kader Kesehatan Desa Mertan, Sukoharjo [Skripsi]. Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Siregar, F. A., & Makmur, T. (2021). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Wilayah Urban. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, 17(2), 145–154.
Tarmizi, S. D. (2024). Demam Berdarah Masih Mengintai. Mediakom Kementerian Kesehatan RI. https://link.kemkes.go.id/mediakom
Wahyuni, S., & Budiyono, B. (2022). Hubungan Kondisi Fisik Tempat Penampungan Air (TPA) Bersih dengan Keberadaan Larva Aedes aegypti di Daerah Endemis. Jurnal Kesehatan Lingkungan dan Sanitasi, 3(1), 12–20.
Widiyono, W., Putra, F. A., & Bahri, A. S. (2021). Hubungan Antara Lingkungan Fisik dan Perilaku Masyarakat Terhadap Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD). Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia, 14(1), 35–41.
Copyright (c) 2026 Arif Sofyandi Sofyandi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with Empiricism Journal agree to the following terms:
- For all articles published in Empiricism Journal, copyright is retained by the authors. Authors give permission to the publisher to announce the work with conditions. When the manuscript is accepted for publication, the authors agrees to implement a non-exclusive transfer of publishing rights to the journals.
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
