Hubungan Kondisi Tempat Penampungan Air Bersih dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue di Wilayah Puskesmas Brang Rea

Tempat Penampungan Air Bersih Demam Bedarah Dengue Puskesmas Brang Rea

Authors

Downloads

How to Cite

Sofyandi, A., Murtiananingsih, M., Wahyudi, D., & Mujiburrahman, M. (2026). Hubungan Kondisi Tempat Penampungan Air Bersih dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue di Wilayah Puskesmas Brang Rea. Empiricism Journal, 7(2), 2138-2146. https://doi.org/10.36312/ej.v7i2.5726

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk Kabupaten Sumbawa Barat. Data Dinas Kesehatan yang disitasi dari Satu Data NTB menunjukkan peningkatan kasus DBD dari 142 kasus pada 2021 menjadi 166 kasus pada 2022 dan 182 kasus pada 2023. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kondisi tempat penampungan air bersih dengan kejadian DBD di Desa Sapugara Bree, Kecamatan Brang Rea, tahun 2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei analitik case-control. Sampel berjumlah 38 responden yang terdiri atas 19 kelompok kasus dan 19 kelompok kontrol. Data dikumpulkan melalui observasi kondisi tempat penampungan air dan telaah rekam medis Puskesmas Brang Rea. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square pada tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 63,2% tempat penampungan air berada dalam kondisi terbuka. Uji Chi-Square menghasilkan nilai p = 0,019, yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kondisi tempat penampungan air bersih dan kejadian DBD. Tempat penampungan air terbuka berpotensi menjadi lokasi perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti sehingga meningkatkan risiko penularan DBD. Penelitian menyimpulkan bahwa kondisi tempat penampungan air merupakan faktor lingkungan penting dalam pencegahan DBD. Masyarakat perlu menutup, membersihkan, dan memantau tempat penampungan air secara rutin. Pemerintah daerah dan dinas kesehatan juga perlu memperkuat edukasi, surveilans jentik, promosi kesehatan, dan kebijakan pengendalian DBD berbasis risiko lingkungan. Upaya tersebut diharapkan menekan kepadatan vektor dan penularan secara berkelanjutan.

The Relationship Between Clean Water Storage Conditions and Dengue Fever Incidence in the Brang Rea Community Health Center Area

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) remains a major public health concern in Indonesia, including West Sumbawa Regency. Data from the Health Office, as cited by Satu Data NTB, showed an increase in DHF cases from 142 cases in 2021 to 166 cases in 2022 and 182 cases in 2023. This study aimed to analyze the association between the condition of clean water storage containers and the incidence of DHF in Sapugara Bree Village, Brang Rea District, in 2025. This study employed a quantitative approach using an analytical survey with a case-control design. The sample consisted of 38 respondents, comprising 19 individuals in the case group and 19 individuals in the control group. Data were collected through direct observation of water storage container conditions and a review of medical records from the Brang Rea Community Health Center. Univariate and bivariate analyses were performed using the Chi-square test at a 5% significance level. The results showed that 63.2% of water storage containers were left uncovered. The Chi-square test yielded a p-value of 0.019, indicating a significant association between the condition of clean water storage containers and the incidence of DHF. Uncovered water storage containers may serve as breeding sites for Aedes aegypti mosquitoes, thereby increasing the risk of DHF transmission. The study concludes that the condition of water storage containers is an important environmental factor in DHF prevention. Communities should routinely cover, clean, and monitor water storage containers. Local governments and health authorities should also strengthen public education, larval surveillance, health promotion, and environmental risk-based DHF control policies. These measures are expected to reduce vector density and sustainably prevent disease transmission.