Hubungan Konsumsi Makanan Laut, Aktivitas Fisik, dan Kualitas Tidur terhadap Angka Kejadian Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Nipah
Downloads
How to Cite
Hipertensi adalah kondisi terjadinya peningkatan tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan/atau tekanan darah diastolik ≥90 mmHg. Hipertensi merupakan salah satu penyebab utama kematian dan prevalensinya terus meningkat setiap tahun, baik di tingkat global maupun nasional. Puskesmas Nipah merupakan salah satu puskesmas yang berada di wilayah pesisir Kabupaten Lombok Utara. Karakteristik masyarakat pesisir, seperti kebiasaan mengonsumsi makanan laut, tingkat aktivitas fisik, dan kualitas tidur, diduga berhubungan dengan kejadian hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsumsi makanan laut, aktivitas fisik, dan kualitas tidur dengan kejadian hipertensi pada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Nipah. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik observasional dengan rancangan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan bantuan Microsoft Excel. Jumlah sampel sebanyak 110 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-square dan perhitungan Odds Ratio (OR) dengan 95% Confidence Interval (CI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang mengalami hipertensi sebanyak 66 orang (60%), responden yang sering mengonsumsi makanan laut sebanyak 55 orang (50%), dan responden dengan aktivitas fisik ringan sebanyak 60 orang (54,4%). Terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi makanan laut dengan kejadian hipertensi (p=0,001; OR=2,5; 95% CI=2,7-3,2), aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi (p=0,001; OR=2,5; 95% CI=2,1-2,9), serta kualitas tidur dengan kejadian hipertensi (p=0,001; OR=2,7; 95% CI=1,8-2,7). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi makanan laut, aktivitas fisik, dan kualitas tidur dengan kejadian hipertensi pada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Nipah.
The Relationship between Seafood Consumption, Physical Activity, and Sleep Quality and the Incidence of Hypertension in the Nipah Community Health Center Work Area
Abstract
Hypertension is a condition characterized by an increase in systolic blood pressure of ≥140 mmHg and/or diastolic blood pressure of ≥90 mmHg. Hypertension is one of the leading causes of mortality, and its prevalence continues to rise annually at both global and national levels. Nipah Public Health Center is one of the health centers located in the coastal area of North Lombok Regency. Characteristics of coastal communities, such as seafood consumption habits, physical activity levels, and sleep quality, are suspected to be associated with the incidence of hypertension. This study aimed to determine the relationship between seafood consumption, physical activity, and sleep quality and the incidence of hypertension among residents in the working area of Nipah Public Health Center.This study employed a quantitative analytical observational method with a cross-sectional design. Samples were selected using a simple random sampling technique with the assistance of Microsoft Excel. A total of 110 respondents who met the inclusion and exclusion criteria participated in the study. Data were analyzed using the Chi-square test and Odds Ratio (OR) calculations with a 95% Confidence Interval (CI).The results showed that 66 respondents (60%) had hypertension, 55 respondents (50%) frequently consumed seafood, and 60 respondents (54.4%) engaged in light physical activity. There was a significant association between seafood consumption and hypertension (p = 0.001; OR = 2.5; 95% CI = 2.7–3.2), physical activity and hypertension (p = 0.001; OR = 2.5; 95% CI = 2.1–2.9), as well as sleep quality and hypertension (p = 0.001; OR = 2.7; 95% CI = 1.8–2.7). Therefore, it can be concluded that seafood consumption, physical activity, and sleep quality are significantly associated with the incidence of hypertension among residents in the working area of Nipah Public Health Center.
Agustina, A. D., & Prasetyo, A. (2023). Kategori Hipertensi Pada Pasien Hipertensi Di Wilayah. 6, 13–18.
Cahyani, R., S, L. D., & Ginanjar, P. (2019). Hubungan Konsumsi Makanan Laut Dengan Kejadian Hipertensi Pada Masyarakat Pesisir Di Wilayah Kerja Puskesmas Mangkang Kota Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat (e- Journal), 7(4), 743–748.
Dedullah, R. F., Malonda, N. S. H., Joseph, W. B. S., & et al. (2015). Hubungan antara faktor risiko hipertensi dengan kejadian hipertensi pada masyarakat di Kelurahan Motoboi Kecil Kecamatan Kotamobagu Selatan Kota Kotamobagu.Jurnal Kesmas, 4(2), 111–118.
Eswarya, B., Bagus, I. G., Pranata, G., & Widarsa, I. K. T. (2023). Gambaran Kualitas Tidur Penderita Hipertensi di Puskesmas II Denpasar Barat Kesehatan Dasar Republik Indonesia 2018. 3(2), 240–246.
Fauziah, N. Y., Bintanah, S., & Handarsari, E. (2013). Pola Konsumsi Bahan Makanan Sumber Natrium pada Pasien Hipertensi Rawat Jalan di Rumah Sakit Tugurejo Semarang. 2(April), 1–9.
Fitriani, Yessi, M., Roziana, Helistya, & Yulianda. (2018). Gambaran asupan natrium, lemak dan serat pada penderita hipertensi di kelurahan tanjung gading kecamatan pasir penyu kabupaten indragiri hulu. Jurnal Proteksi Kesehatan, 7(J. Prot. Kesehat.), 8.
Gunawan, I. (2022). Laporan Tahunan Upaya Kesehatan Masyarakat (Ukm) Essensial Upt Blud Puskesmas Nipah Tahun 2022.
Habel, P. R. G., Silalahi, P. Y., & Taihuttu, Y. (2022). Hubungan Kualitas Tidur dengan Nyeri Kepala Primer pada Masyarakat Daerah Pesisir Desa Nusalaut, Ambon. Smart Medical Journal, 1(2), 47. https://doi.org/10.13057/smj.v1i2.28698
Istianah, Indriani, N. P. S., & Hapipah. (2022). Efektivitas Senam Jantung Sehat terhadap Tekanan Darah dan Kualitas Tidur pada Lansia dengan Hipertensi. Journal of Health (JoH), 9(1), 31–39. https://doi.org/10.30590/joh.v9n1.405
J, H., Andri, J., Payana, T. D., Andrianto, M. B., & Sartika, A. (2020). Kualitas Tidur Berhubungan dengan Perubahan Tekanan Darah pada Lansia. Jurnal Kesmas Asclepius, 2(1), 1–11. https://doi.org/10.31539/jka.v2i1.1146
Kemenkes RI. (2019). Prevalensi Tekanan Darah Tinggi Menurut Provinsi (pp.
335–358). https://www.bps.go.id/linkTableDinamis/view/id/960.
Lay, G. L., Louis, W. H. P., & Rambu, K. D. G. (2019). Hubungan Aktivitas Fisik Terhadap Kejadian Puskesmas Bakunase. Cendana
Marlina, Y., Santoso, H., & Sirait, A. (2022). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Hipertensi Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Padang Panyang Kecamatan Kuala Pesisir Kabupaten Nagan Raya. Journal of Healthcare Technology and Medicine Vol. 7 No. 2 Oktober 2021 Universitas Ubudiyah Indonesia, 7(2), 1512–1525.
Musdalifah, Indriastuti, D., & Syahwal, M. (2022). Budaya Makan Masyarakat Pesisir Yang Beresiko Terjadi Hipertensi Pada Lansia Dini Di Kabupaten Konawe. 04.
Nafi, S. U., & Putriningtyas, N. D. (2023). Faktor Yang Memengaruhi Kejadian Hipertensi Masyarakat Pesisir (Studi Pada Masyarakat Wilayah Kerja Puskesmas Kedung Ii Jepara ). 12, 53–60
Nissa, M. M., Kurwiyah, N., Keperawatan, P. S., Keperawatan, F. I., Jakarta, U. M., Keperawatan, P. S., Keperawatan, F. I., & Jakarta, U. M. (2022). Hubungan Konsumsi Ikan Laut Terhadap Kejadian Hipertensi Pada
Masyarakat Pesisir Di Wilayah RW 003 Kelurahan Cikoneng.
Ramdhika, M. R., Widiastuti, W., Hasni, D., Febrianto, B. Y., & Jelmila, S. (2023). Hubungan Aktivitas Fisik dengan Kejadian Hipertensi pada Perempuan Etnis Minangkabau di Kota PadangHubungan Aktivitas Fisik dengan Kejadian Hipertensi pada Perempuan Etnis Minangkabau di Kota Padang. Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan, 19(1), 91. https://doi.org/10.24853/jkk.19.1.91-97
Rasiman, N. B. (2022). Pola hidup penderita hipertensi khususnya masyarakat nelayan pesisir pantai di desa ongka. 03(12), 15–18.
Rusliafa, J., Amiruddin, R., & Noor, N. (2022). Komparatif Kejadian Hipertensi pada Wilayah Pesisir Pantai dan Pegunungan di Kota Kendari. Mkmi, 1, 1–13http://pasca.unhas.ac.id/jurnal/files/d94f67a89af9dcb98fda87051cb39c6a.pd.
Saputra, O., & Anam, K. (2016). Gaya Hidup sebagai Faktor Risiko Hipertensi pada Masyarakat Pesisir Pantai Life Style as Risk Factor of Hypertension in
Seaboard Community. 5, 6.
Sudoyo, A. W., Setiyohadi, B., Alwi, I., K, S. M., & Setiati, S. (2009). Ilmu Penyakit Dalam (Jilid II). Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia.
Sumarna, U., Rosidin, U., & Suhendar, I. (2019). Hubungan Kualitas Tidur dengan Tekanan Darah pada Pasien Prehipertensi/Hipertensi Puskesmas Tarogong Garut. Jurnal Keperawatan BSI, 7(1), 1–3.
Syahza, A. (2021). Buku Metodologi Penelitian , Edisi Revisi Tahun 2021 (Issue September).
WHO. (2012). Guideline : Sodium Intake for Adults and Children. Geneva: World Health Organization. Retrieved from www.who.int
WHO. (2016). Salt Reduction. World Health Organization. Retrieved from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/salt-reduction
WHO. (2019). Hypertension. World Health Organization. Retrieved from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hipertension
Widiana, I. G. R. (2017). Beberapa Panduan Terapi Hipertensi dan Implementasi pada Pasien Hipertensi. In Divisi Ginjal dan Hipertensi FK UNUD (p. 20)
Copyright (c) 2026 Annisa Saga

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with Empiricism Journal agree to the following terms:
- For all articles published in Empiricism Journal, copyright is retained by the authors. Authors give permission to the publisher to announce the work with conditions. When the manuscript is accepted for publication, the authors agrees to implement a non-exclusive transfer of publishing rights to the journals.
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
