Model Konseptual Eco Village Berbasis Kearifan Lokal untuk Mendukung Destinasi Wisata Berkelanjutan di Dusun Sade

Eco Village kearifan lokal destinasi wisata berkelanjutan stakeholder Dusun Sade

Authors

Downloads

How to Cite

Kitirman, K., Basuki, P. ., & Anwar, H. . (2026). Model Konseptual Eco Village Berbasis Kearifan Lokal untuk Mendukung Destinasi Wisata Berkelanjutan di Dusun Sade. Empiricism Journal, 7(2), 2159-2170. https://doi.org/10.36312/ej.v7i2.6118

Pengembangan destinasi wisata budaya memerlukan pendekatan yang mampu menyeimbangkan pelestarian lingkungan, budaya, sosial, dan ekonomi secara berkelanjutan. Meskipun konsep Eco Village telah banyak diterapkan sebagai pendekatan pembangunan berkelanjutan, kajian yang mengintegrasikan kearifan lokal ke dalam seluruh dimensi Eco Village pada masyarakat adat masih terbatas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk merumuskan model konseptual Eco Village berbasis kearifan lokal guna mendukung destinasi wisata berkelanjutan di Dusun Sade, Desa Rembitan, Kabupaten Lombok Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal merupakan fondasi utama pengembangan Eco Village karena mampu mengintegrasikan dimensi ekologi, sosial, budaya, dan ekonomi dalam kehidupan masyarakat. Penelitian ini menghasilkan Model Konseptual Eco Village Berbasis Kearifan Lokal yang menempatkan kearifan lokal sebagai fondasi, didukung oleh kolaborasi stakeholder, serta diimplementasikan melalui integrasi empat dimensi Eco Village untuk mendukung terwujudnya destinasi wisata berkelanjutan. Kontribusi teoretis model ini adalah memperluas konsep Eco Village dengan menempatkan kearifan lokal sebagai fondasi yang mengintegrasikan dimensi ekologi, sosial, budaya, dan ekonomi, sementara kontribusi praktisnya adalah menyediakan kerangka acuan bagi pengembangan desa wisata berbasis masyarakat adat. Persepsi yang positif dan partisipasi aktif stakeholder memperkuat implementasi nilai-nilai lokal melalui kolaborasi berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung keberlanjutan destinasi wisata. Model tersebut memberikan kontribusi konseptual dengan menempatkan kearifan lokal sebagai fondasi yang mengintegrasikan dimensi ekologi, sosial, budaya, dan ekonomi dalam pengembangan Eco Village berbasis masyarakat adat.

 

A Local Wisdom-Based Eco Village Conceptual Model for Supporting Sustainable Tourism Destinations in Dusun Sade

The development of cultural tourism destinations requires an approach that balances environmental, social, cultural, and economic sustainability. Although the Eco Village concept has been widely adopted as a sustainable development approach, studies integrating local wisdom into all dimensions of the Eco Village concept within indigenous communities remain limited. This study employed a qualitative case study approach to formulate a Local Wisdom-Based Eco Village Conceptual Model to support sustainable tourism development in Dusun Sade, Rembitan Village, Central Lombok Regency, Indonesia. The findings reveal that local wisdom serves as the fundamental basis for Eco Village development by integrating ecological, social, cultural, and economic dimensions into the community's daily life. This study proposes a Local Wisdom-Based Eco Village Conceptual Model that positions local wisdom as the foundation of Eco Village development, supported by stakeholder collaboration and implemented through the integration of the four Eco Village dimensions. The theoretical contribution of this model is to broaden the Eco Village concept by positioning local wisdom as the foundation integrating ecological, social, cultural, and economic dimensions, while its practical contribution is to provide a reference framework for the development of indigenous community-based tourism villages. Positive stakeholder perceptions and active participation further strengthen the implementation of local values through collaborative engagement among multiple stakeholders in supporting sustainable tourism development. The proposed model contributes conceptually by positioning local wisdom as the core framework that integrates ecological, social, cultural, and economic dimensions in developing an Eco Village within an indigenous community context.