Dari Fragmentasi menuju Integrasi: Sintesis Enam Teori Konseling Klasik Berbingkai Pendekatan Multikultural
Downloads
How to Cite
Penelitian ini bertujuan menyintesis enam teori konseling klasik, yaitu psikodinamika, humanistik, kognitif-behavioral, Gestalt, terapi realitas, dan solusi-fokus, melalui perspektif multikultural untuk menghasilkan kerangka konseptual yang lebih responsif terhadap keberagaman konseli. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain Integrative Literature Review (ILR). Data diperoleh dari literatur seminal dan kontemporer yang relevan, kemudian dianalisis melalui conceptual synthesis dan pendekatan hermeneutik. Proses analisis meliputi dekonstruksi konseptual, komparasi antarteori, evaluasi multikultural, serta rekonstruksi dan sintesis konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap teori memiliki kontribusi yang berbeda tetapi saling melengkapi. Psikodinamika memperkuat pemahaman terhadap pengalaman masa lalu dan pola relasional; humanistik menekankan empati dan pengalaman subjektif; kognitif-behavioral menyediakan kerangka perubahan pikiran dan perilaku; Gestalt memperkuat awareness; terapi realitas menekankan pilihan dan tanggung jawab; sedangkan solusi-fokus mengoptimalkan kekuatan dan sumber daya konseli. Sintesis tersebut menghasilkan Multicultural Integrative Counseling Framework yang mencakup pemahaman konteks budaya, refleksi diri konselor, formulasi masalah responsif budaya, relasi terapeutik, adaptasi teknik, dan evaluasi kontekstual. Kerangka ini menegaskan bahwa integrasi teori perlu dilakukan secara selektif, kontekstual, dan responsif terhadap identitas, nilai, serta lingkungan sosial-budaya konseli.
From Fragmentation to Integration: A Synthesis of Six Classical Counseling Theories within a Multicultural Framework
Abstract
This study aims to synthesize six classical counseling theories psychodynamic, humanistic, cognitive-behavioral, Gestalt, reality therapy, and solution-focused therapy through a multicultural perspective to develop a conceptual framework that is more responsive to client diversity. The study employed a qualitative approach using an Integrative Literature Review (ILR) design. Data were drawn from relevant seminal and contemporary literature and analyzed through conceptual synthesis and a hermeneutic approach. The analysis involved four stages: conceptual deconstruction, cross-theoretical comparison, multicultural evaluation, and conceptual reconstruction and synthesis. The findings indicate that each theory offers distinct yet complementary contributions. Psychodynamic theory strengthens understanding of past experiences and relational patterns; the humanistic approach emphasizes empathy and subjective experience; cognitive-behavioral theory provides a framework for cognitive and behavioral change; Gestalt therapy enhances awareness; reality therapy emphasizes choice and responsibility; while solution-focused therapy optimizes clients’ strengths and resources. The synthesis produced a Multicultural Integrative Counseling Framework comprising cultural context understanding, counselor self-reflection, culturally responsive case formulation, therapeutic relationships, technique adaptation, and contextual evaluation. The framework emphasizes that theoretical integration should be selective, contextual, and responsive to clients’ identities, values, and sociocultural environments.
Afrizal, A., & Netri, S. (2021). Sumbangsih budaya terhadap pola tutur kata konselor dan klien dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling. Jurnal Al-Taujih: Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami, 7(1), 45. https://doi.org/10.15548/atj.v7i1.2393
Akhmadi, A. (2012). Pengaruh penerapan model awareness training terhadap kesadaran dan pengetahuan multibudaya konselor [Disertasi]. http://karya-ilmiah.um.ac.id/index.php/disertasi/article/view/22676
Akhmadi, A. (2017). Potret konseling multibudaya konselor madrasah dan pelatihan kompetensi konselor. Penamas, 30(2), 213. https://doi.org/10.31330/penamas.v30i2.171
Alfaiz, A., Costa, A. D., Yuzarion, Y., Julius, A., Yandri, H., Sari, A. K., & Rafiola, R. H. (2022). Counselor multicultural competence: An exploration study of counselor competence in the counseling process. Tarbawi: Jurnal Ilmu Pendidikan, 18(2), 101. https://doi.org/10.32939/tarbawi.v18i2.1521
Aprila, A., Suarni, N. K., & Dharsana, I. K. (2023). Individual counseling practice with solution-focused brief counseling in cross-cultural counseling. ProGCouns: Journal of Professionals in Guidance and Counseling, 4(2), 71. https://doi.org/10.21831/progcouns.v4i2.63667
Ariantini, N., Naser, M. N., & Hanafi, A. (2019). Konstruksi teknik konseling berbasis budaya model KIPAS untuk meningkatkan kecakapan sosial dan kematangan karier siswa. Nusantara of Research: Jurnal Hasil-Hasil Penelitian Universitas Nusantara PGRI Kediri, 6(1), 26. https://doi.org/10.29407/nor.v6i1.13080
Astuti, B. (2020). Community counseling: An opportunity and challenge (Indonesian and American perspective). ProGCouns: Journal of Professionals in Guidance and Counseling, 1(2). https://doi.org/10.21831/progcouns.v1i2.35609
Bastomi, H. (2020). Integrasi kompetensi multikultural dan keadilan sosial dalam layanan konseling. KOMUNIKA: Jurnal Dakwah dan Komunikasi, 14(2), 241. https://doi.org/10.24090/komunika.v14i2.3308
Bastomi, H. (2022). Penguatan moderasi beragama bagi calon konselor dalam layanan konseling multikultural. Kifah: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(2), 83. https://doi.org/10.35878/kifah.v1i2.561
Boell, S. K., & Cecez-Kecmanovic, D. (2014). A hermeneutic approach for conducting literature reviews and literature searches. Communications of the Association for Information Systems, 34, 257–286. https://doi.org/10.17705/1CAIS.03412
Budianto, A. A., & Khairuddin, A. (2024). Pentingnya konseling dalam menumbuhkan sikap moderat beragama. Maddah: Jurnal Komunikasi dan Konseling Islam, 6(2), 128. https://doi.org/10.35316/maddah.v6i2.5527
Bunu, H. Y. (2016). Memindai penerapan bimbingan dan konseling dengan pendekatan multikultural di SMA. Jurnal Cakrawala Pendidikan, 35(3). https://doi.org/10.21831/cp.v35i3.8892
Constantine, M. G. (2001). Theoretical orientation, empathy, and multicultural counseling competence in school counselor trainees. Professional School Counseling, 4(5), 342.
Darmawani, E., Suryahadikusumah, A. R., Nurlela, N., & Surtiyoni, E. (2021). Contribution of religious moderation among multicultural counseling competence. Jurnal Konseling dan Pendidikan, 9(4), 338. https://doi.org/10.29210/167100
Diana, F. (2022). Pentingnya konseling lintas agama dan budaya dalam menjaga budaya toleransi di sekolah. Jurnal Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam, 4(1), 63. https://doi.org/10.24952/bki.v4i1.5163
Diniaty, A. (2018). Mewaspadai miskonsepsi nilai budaya dalam pelaksanaan konseling individual. Educational Guidance and Counseling Development Journal, 1(1), 6. https://doi.org/10.24014/egcdj.v1i1.4826
Elizar, E. (2018). Urgensi konseling multikultural di sekolah. Edukasi Lingua Sastra, 16(2), 13. https://doi.org/10.47637/elsa.v16i2.90
Ermalianti, E. (2024). Membangun toleransi keragaman budaya di perguruan tinggi: Dampak pelatihan konseling sebaya berbasis kesadaran multikultural. Jurnal Ilmiah Bimbingan Konseling Undiksha, 15(3), 239. https://doi.org/10.23887/jibk.v15i3.86043
Fadhilah, S. S., Susilo, A. T., & Rachmawati, I. (2019). Konseling daring bagi mahasiswa Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia. Indonesian Journal of Educational Counseling, 3(3), 283. https://doi.org/10.30653/001.201933.111
Farandini, F. R., Muwakhidah, M., Adristi, A. F., Damayanti, C. S., & Saputra, M. A. (2024). Urgensi meningkatkan sensitivitas budaya dalam layanan konseling pada konselor pemula. Jurnal Pembelajaran Bimbingan dan Pengelolaan Pendidikan, 4(12), 11. https://doi.org/10.17977/um065.v4.i12.2024.11
Firdaus, M. D., Kumariaksy, F. A., & Habsy, B. A. (2025). Memahami peran etika dan kompetensi konselor dalam konseling multibudaya. Katalis Pendidikan, 2(2), 265. https://doi.org/10.62383/katalis.v2i2.1702
Gangga, D., Pantinggi, R., Arruan, S. D., Manati, W. D., & Stefanus, R. (2025). Implementasi konseling multikultural dalam masyarakat plural di Toraja. Katalis Pendidikan, 2(4), 171. https://doi.org/10.62383/katalis.v2i4.2676
Habsy, B. A., Hidayah, N., Lasan, B. B., & Muslihati, M. (2017). A literature review of Indonesian life concept Linuwih based on the teachings of Adiluhung Raden Mas Panji Sosrokartono. https://doi.org/10.2991/icet-17.2017.10
Hariko, R., & Ifdil, I. (2017). Analisis kritik terhadap model KIPAS: Konseling intensif progresif adaptif struktur. Jurnal Konseling dan Pendidikan, 5(2), 109. https://doi.org/10.29210/120500
Harsantik, G. S., & Khusumadewi, A. (2025). Integrasi nilai budaya Jawa dalam strategi konseling multibudaya untuk mengembangkan sikap peserta didik. Jurnal Bimbingan dan Konseling Pandohop, 6(1), 24. https://doi.org/10.37304/pandohop.v6i1.21143
Hastuti, M. M. S., & Marheni, A. K. I. (2017). Kompetensi konseling multikultur bagi konselor sekolah: Suatu kajian teoretis. Universitas Sanata Dharma Repository.
Jon, L. A. (2025). Cross-cultural counseling in Islamic education: Paradigm, contemporary challenges, and service model based on multicultural competence. Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan, 12(3), 236. https://doi.org/10.64540/xan07166
Kartikasari, W. A., Firman, F., & Syukur, Y. (2023). Students’ phubbing behavior: A multicultural counseling review. Indonesian Journal of Counseling & Development, 5(2), 143. https://doi.org/10.32939/ijcd.v5i2.2796
Kholili, M. I. (2018). Peningkatan kualitas pribadi konselor sebagai upaya menyikapi intoleransi budaya di Indonesia. Jurnal Bikotetik (Bimbingan dan Konseling: Teori dan Praktik), 2(1), 81. https://doi.org/10.26740/bikotetik.v2n1.p81-88
Kılıç, C., & Vaněček, D. (2025). Demographic correlates of multicultural counseling competencies and the role of multicultural training. Scientific Reports, 15(1). https://doi.org/10.1038/s41598-025-20104-8
Lestari, I. (2012). Konseling berwawasan lintas budaya. https://eprints.umk.ac.id/3636/
Mardes, S., Hayati, I. R., & Rahman, F. (2025). Development of an effective counselor personality model rooted in Malay culture. Educational Guidance and Counseling Development Journal, 8(1), 58. https://doi.org/10.24014/egcdj.v8i1.34283
Mubarak, A. M. A. (2023). Implementasi konseling lintas agama dan budaya dalam mewujudkan toleransi beragama. Counseling AS SYAMIL: Jurnal Ilmiah Bimbingan Konseling Islam, 3(1), 39. https://doi.org/10.24260/as-syamil.v3i1.1181
Muslim, M. (1970). Konseling lintas budaya sebagai bentuk toleransi dan kerukunan antar umat beragama di Bandar Pasir Mandoge. Ghaidan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam dan Kemasyarakatan, 7(2), 130. https://doi.org/10.19109/ghaidan.v7i2.18830
Nuha, M. S., Najich, M. A., & Jannah, M. (2026). Analysis of multicultural counseling and social justice competencies framework amid cultural diversity for counselor professionalism in Indonesia. Jurnal Pembelajaran Bimbingan dan Pengelolaan Pendidikan, 6(3), 4. https://doi.org/10.17977/um065.v6.i3.2026.4
Nuri, R. N., Anis, M., Iftika, N., Tahir, N., & Salsanabila, Z. (2024). Analisis pendekatan budaya dan psikologi dalam bimbingan konseling PAI. Jurnal Al-Ilmi: Jurnal Riset Pendidikan Islam, 5(1), 15. https://doi.org/10.47435/al-ilmi.v5i1.2807
Nursyamsiah, I., Miharja, S., & Asro, M. (2025). Membangun kepekaan budaya: Tantangan dan peluang dalam konseling multikultural. Jurnal Kommunity Online, 6(1), 40. https://doi.org/10.15408/jko.v6i1.43414
Pabbajah, M., Widyanti, R. N., & Widyatmoko, W. F. (2021). Membangun moderasi beragama. Jurnal Darussalam: Jurnal Pendidikan, Komunikasi dan Pemikiran Hukum Islam, 13(1), 193. https://doi.org/10.30739/darussalam.v13i1.1304
Purwoko, B. (2008). Kompetensi konselor dalam konseling multikultural, 9(2). http://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal_ppb/article/view/5162
Rangka, I. B. (2017). Konseling indigenous: Rekonstruksi konseling di Indonesia [Data set]. Figshare. https://doi.org/10.6084/m9.figshare.5100145
Rohi, E. M. W., Bone, M. P., Bulor, R. M., & Banu, E. P. (2023). Implementasi nilai-nilai budaya Malaka Tebe Bei Mau dalam konseling lintas budaya. MENDIDIK: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pengajaran, 9(2), 280. https://doi.org/10.30653/003.202392.69
Safitri, N. H., Budiyanto, B., & Winingsih, E. (2026). Pengembangan konseling multikultural melalui dekolonisasi pengetahuan dan penguatan kearifan lokal. JIIP: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 9(1), 688. https://doi.org/10.54371/jiip.v9i1.10425
Sari, D. P. (2026). Landasan sosiokultural dan multikultural dalam konseling di Indonesia: Tantangan dekolonisasi pengetahuan dan kearifan lokal sebagai landasan bimbingan dan konseling. Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran, 6(1), 39. https://doi.org/10.51574/jrip.v6i1.4357
Sarwono, R. B. (2018). Menggugah semangat indigenous dalam praksis konseling di Indonesia. 2(1), 1.
Setiawan, M. A., Lestari, I., & Mababa, M. G. B. (2026). The role of counselor ethics and competence in multicultural counseling: Principles and challenges. Indonesian Journal of Guidance and Counseling Studies, 3(1), 31. https://doi.org/10.64420/ijgcs.v3i1.485
Simon, I., & Hidayat, R. (2022). Perbedaan pengetahuan dan kesadaran multikultural mahasiswa calon konselor dua LPTK Indonesia. Jurnal Psikoedukasi dan Konseling, 6(1), 49. https://doi.org/10.20961/jpk.v6i1.62497
Snyder, H. (2019). Literature review as a research methodology: An overview and guidelines. Journal of Business Research, 104, 333–339. https://doi.org/10.1016/j.jbusres.2019.07.039
Sugiharto, D. Y. P., Hariyadi, S., Amin, Z. N., Mulawarman, M., Muslikah, M., & Nugraheni, E. P. (2019). Pengembangan kompetensi konselor melalui pelatihan konseling motivational interviewing (MI) berbasis local wisdom budaya Jawa. CARADDE: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 1(2). https://doi.org/10.31960/caradde.v1i2.62
Sulfikar, K. (2023). Implementasi toleransi dalam bimbingan konseling lintas agama dan budaya. Jurnal Mimbar: Media Intelektual Muslim dan Bimbingan Rohani, 9(2), 25. https://doi.org/10.47435/mimbar.v9i2.2251
Sumadi, E. (2016). Membangun keberagamaan inklusif melalui konseling multikultural. KONSELING RELIGI: Jurnal Bimbingan Konseling Islam, 7(1), 118. https://doi.org/10.21043/kr.v7i1.1358
Suprapto, H. (2025). Islam, pluralisme, dan tantangan moderasi beragama di Indonesia: Sebuah kajian sosio-religius. Tarbiyah Bil Qalam: Jurnal Pendidikan Agama dan Sains, 9(1). https://doi.org/10.58822/tbq.v9i1.322
Torraco, R. J. (2005). Writing integrative literature reviews: Guidelines and examples. Human Resource Development Review, 4(3), 356–367. https://doi.org/10.1177/1534484305278283
Tumanan, Y. S., Alsar, V., Mindi, N. T., & Stefanus, R. (2025). Studi literatur pengaruh perbedaan budaya dan agama terhadap efektivitas hubungan konselor-klien. Aljabar: Jurnal Ilmuan Pendidikan Matematika dan Kebumian, 1(4), 89. https://doi.org/10.62383/aljabar.v1i4.879
Umami, D. A. N. (2022). Pengetahuan dan keterampilan guru bimbingan dan konseling mengenai konseling multibudaya di Indonesia. Edu Consilium: Jurnal Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam, 3(1), 38. https://doi.org/10.19105/ec.v3i1.5472
Umriana, A., Murtadho, A., & Fahmi, M. (2023). Indigenous counseling: Suphistic counseling practices in pesantren. International Journal Ihya’ ‘Ulum Al-Din, 25(2), 97. https://doi.org/10.21580/ihya.25.2.16022
Wahidah, S., Firman, F., & Syukur, Y. (2025). The influence of counselors’ cultural background on objectivity in counseling: A study of civil servant and government employees with work agreements assigned outside their home regions. MUDABBIR Journal Research and Education Studies, 5(2), 456. https://doi.org/10.56832/mudabbir.v5i2.1292
Whittemore, R., & Knafl, K. (2005). The integrative review: Updated methodology. Journal of Advanced Nursing, 52(5), 546–553. https://doi.org/10.1111/j.1365-2648.2005.03621.x
Widodo, A., Rahmad, A., & Rachman, E. S. (2023). Konsep konseling lintas budaya. Jurnal Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam, 4(2), 271. https://doi.org/10.24952/bki.v4i2.6481
Wijaya, A. R., Septiani, L., & Tirtasari, N. A. (2024). Teori psikodinamika: Perspektif multikultural dalam tren pendekatan psikodinamika. Aktivisme: Jurnal Ilmu Pendidikan, Politik dan Sosial Indonesia, 1(3), 12. https://doi.org/10.62383/aktivisme.v1i3.251
Wiryosutomo, H. W., Hanum, F., & Partini, S. (2018). History of development and concept of person-centered counseling in cultural diversity. International Journal of Educational Research Review, 4(1), 56. https://doi.org/10.24331/ijere.477347
Yasinta, S. D., Shakila, D. N., Ramadhan, R. M., & Habsy, B. A. (2025). Pelatihan konseling multibudaya dalam pendidikan konselor. Edukasi Elita: Jurnal Inovasi Pendidikan, 2(3), 160. https://doi.org/10.62383/edukasi.v2i3.1690
Zakia, R., & Netri, S. (2025). Efektivitas pendekatan multikultural dalam konseling: Analisis literatur pada dinamika lintas budaya di berbagai konteks sosial. Jurnal Mahasiswa BK An-Nur: Berbeda, Bermakna, Mulia, 11(3), 224. https://doi.org/10.31602/jmbkan.v11i3.17166
Zakiyah, A., Rahmat, H. K., & Sa’adah, N. (2022). Peran konselor lintas agama dan budaya sebagai problem solving masyarakat multibudaya. Al-Ihtiram: Multidisciplinary Journal of Counseling and Social Research, 1(1), 45. https://doi.org/10.59027/alihtiram.v1i1.207
Zamroni, E. (2016). Counseling model based on Gusjigang culture: Conceptual framework of counseling model based on local wisdoms in Kudus. GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling, 6(2), 116. https://doi.org/10.24127/gdn.v6i2.426
Copyright (c) 2026 Rahmah Susanti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with Empiricism Journal agree to the following terms:
- For all articles published in Empiricism Journal, copyright is retained by the authors. Authors give permission to the publisher to announce the work with conditions. When the manuscript is accepted for publication, the authors agrees to implement a non-exclusive transfer of publishing rights to the journals.
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
