Modifikasi Permainan Bentengan sebagai Media Pembelajaran Gerak Dasar dalam Pendidikan Jasmani di Sekolah Dasar SDN 1 Korleko Kelas V

modifikasi permainan bentengan media pembelajaran pendidikan jasmani

Authors

Downloads

How to Cite

Nasrudin, N., Suryadi, L. E. ., & Dinata, K. . (2026). Modifikasi Permainan Bentengan sebagai Media Pembelajaran Gerak Dasar dalam Pendidikan Jasmani di Sekolah Dasar SDN 1 Korleko Kelas V. Empiricism Journal, 7(3), 2908-2916. https://doi.org/10.36312/ej.v7i3.6831

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi awal respons siswa kelas V SDN 1 Korleko dalam pembelajaran gerak dasar, mendeskripsikan penerapan modifikasi permainan bentengan sebagai media pembelajaran pendidikan jasmani, dan menguji perbedaan skor respons siswa sebelum dan sesudah penerapan modifikasi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment dengan desain One Group Pretest-Posttest tanpa kelompok kontrol. Sampel berjumlah 20 siswa kelas V yang ditentukan dengan teknik total sampling. Modifikasi permainan bentengan dilakukan pada ukuran lapangan, jumlah pemain, aturan permainan, dan bentuk aktivitas gerak, serta diterapkan selama 12 pertemuan. Respons siswa diukur dengan angket tertutup berskala Likert yang terdiri atas 15 butir (rentang skor 15 sampai 60; Cronbach's Alpha = 0,932) dan diisi sendiri oleh siswa pada pretest dan posttest. Data dianalisis dengan uji Wilcoxon signed-rank karena skor selisih tidak berdistribusi normal (Shapiro-Wilk), disertai uji t berpasangan sebagai analisis pendukung, ukuran efek, dan interval kepercayaan 95%. Rata-rata skor angket meningkat dari 43,85 pada pretest menjadi 55,85 pada posttest (selisih 12,00 poin atau 27,37%; Z = −3,73; p < 0,001; t(19) = 8,44; Cohen's dz = 1,89; 95% CI selisih [9,02; 14,98]). Hasil ini menunjukkan peningkatan skor respons siswa yang signifikan setelah penerapan modifikasi permainan bentengan. Namun, karena tidak terdapat kelompok kontrol, angket merupakan laporan diri siswa, dan skor posttest mendekati skor maksimum, peningkatan tersebut belum dapat diatribusikan secara kausal hanya pada perlakuan dan belum dapat dibaca sebagai peningkatan kemampuan gerak dasar.

Kata kunci: modifikasi permainan bentengan, media pembelajaran, gerak dasar, pendidikan jasmani, sekolah dasar.

 

 

Abstract  

This study aims to determine the initial responses of fifth-grade students at SDN 1 Korleko to basic movement learning, to describe the implementation of the modified Bentengan game as a learning medium in physical education, and to test the difference in student response scores before and after the modification was implemented. A quasi-experimental One Group Pretest-Posttest Design without a control group was used. The sample consisted of 20 fifth-grade students selected by total sampling. The Bentengan game was modified in terms of field size, number of players, rules, and movement activities, and was implemented over 12 sessions. Student responses were measured with a closed 15-item Likert-scale questionnaire (score range 15 to 60; Cronbach's alpha = 0.932) completed by the students themselves at pretest and posttest. Data were analysed with the Wilcoxon signed-rank test because the difference scores were not normally distributed (Shapiro-Wilk), supported by a paired-samples t-test, an effect size, and a 95% confidence interval. The mean questionnaire score increased from 43.85 at pretest to 55.85 at posttest (a difference of 12.00 points, or 27.37%; Z = −3.73; p < 0.001; t(19) = 8.44; Cohen's dz = 1.89; 95% CI of the difference [9.02, 14.98]). This indicates a significant increase in student response scores after the modified game was implemented. However, because there was no control group, the questionnaire is a self-report, and posttest scores were close to the maximum, the increase cannot be attributed causally to the intervention alone, nor read as an improvement in basic movement skills.