Dekodifikasi Tradisi Sawek: Etno-Entomologi untuk Pengendalian Walang Sangit di Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah
Downloads
How to Cite
Tradisi Sawek merupakan kearifan lokal agraris suku Sasak di Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, yang memanfaatkan sisa pepes cacing nyale (Eunice spp) untuk menanggulangi hama walang sangit (Leptocorisa spp). Penelitian kualitatif-empiris ini bertujuan menguraikan paradoks ilmiah antara klaim empiris petani (nyale sebagai pengusir/repelen) dengan teori bio-sains modern (nyale sebagai pemikat/bio-atraktan), sekaligus mendokumentasikan mekanismenya dalam mendukung sistem Pengelolaan Organisme Pengganggu Tanaman Terpadu (PHT). Pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan, studi lapangan, serta wawancara mendalam terhadap lima informan kunci di Desa Pengengat, Desa Mertak, dan Desa Ketara. Hasil penelitian ini menginterpretasikan Tradisi Sawek melalui perspektif etno-entomologi dan menunjukkan kemungkinan mekanisme ekologis yang mendasari praktik tersebut. Berdasarkan kajian teoretis, efektivitas Tradisi Sawek diduga bekerja bukan melalui pengusiran hama secara fisik, melainkan melalui potensi rekayasa perilaku serangga berbasis perangkap pengalih terlokalisasi (localized trap-cropping). Peletakan umpan pada satu titik pematang diinterpretasikan berpotensi mengonsentrasikan koloni walang sangit di area tertentu guna menjauhkan hama dari tanaman utama. Kemungkinan strategi ini didukung oleh efek penyamaran aroma (odor masking) dari bumbu pepes dan potensi akselerasi pematangan bulir padi akibat paparan gas etilen eksogen dari daun pisang pembungkus. Integrasi antara etno-agronomi dan sains modern ini mengindikasikan bahwa Tradisi Sawek memiliki prospek untuk dikembangkan menjadi teknologi PHT terapan. Temuan kualitatif ini menjadi dasar hipotesis yang perlu diuji lebih lanjut melalui eksperimen laboratorium dan lapangan guna memperoleh bukti kuantitatif mengenai populasi hama dan tingkat kerusakan tanaman.
Decoding Sawek Tradition: Etno-Entomology for Rice Ear Bug Control in Pujut District Central Lombok Regency
Abstract
The Sawek tradition is an agricultural local wisdom of the Sasak tribe in Pujut District, Central Lombok, which utilizes the remnants of marine worm pepes (Eunice spp) to manage rice ear bug (Leptocorisa spp) infestations. This qualitative-empirical study aims to resolve the scientific paradox between farmers' empirical claims (nyale as a repellent) and modern bio-science theory (nyale as a bio-attractant), while documenting its mechanism in supporting the Integrated Pest Management (IPM) system. Data collection was conducted through a literature review, fieldwork, and in-depth interviews with five key informants across Pengengat, Mertak, and Ketara villages. This study interprets the Sawek tradition through an ethno-entomological perspective and demonstrates the plausible underlying ecological mechanisms of the practice. Based on theoretical analysis, the effectiveness of the Sawek tradition is suggested to operate not through physical pest repulsion, but rather through potential insect behavior manipulation using localized trap-cropping. Placing the bait at a single point on the levee is interpreted to potentially concentrate rice ear bug colonies in specific areas, thereby drawing them away from the main crops. This strategy is likely enhanced by the odor masking effect of the pepes spices and the potential accelerated ripening of rice grains due to exogenous ethylene gas exposure from the banana leaf wrappers. The integration of ethno-agronomy and modern science indicates that the Sawek tradition holds prospects for development into an applied IPM technology. These qualitative findings provide a foundational hypothesis that needs to be rigorously tested through laboratory and field experiments to secure quantitative evidence regarding pest populations and crop damage levels.
Asikin, S., & Thamrin, M. (2011). Pengendalian hama walang sangit (Leptocorisa oratorius F) di tingkat petani lahan lebak Kalimantan Selatan. Dalam Prosiding Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa (pp. 269–274). Banjarbaru, Indonesia: Balittra.
Aziez, A. F., & Budiyono, A. (2018). Vermikompos, pestisida dan pupuk organik cair berbasis kearifan lokal. Dalam Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat (SENADIMAS 2018) (pp. 217–222). Surakarta, Indonesia: Universitas Slamet Riyadi.
Badan Pusat Statistik (BPS). (2025). Laporan Produksi Tanaman Pangan Nasional 2024 dan Proyeksi 2025. Jakarta: Badan Pusat Statistik Indonesia.
Fitriyani, & Ribawati, E. (2025). Pelestarian tradisi Bau Nyale sebagai bentuk kearifan lokal dan identitas budaya masyarakat Sasak. Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial, 9(6), 81–90.
Ghafari, M. I. A., Sudirman, H., Fitrianti, V., Djumanto, Suyono, E. A., & Nugroho, A. P. (2025). Cacing Nyale Sebagai Entitas Bio-kultural dari Pesisir Selatan Pulau Lombok: Tinjauan Ringkas Bioekologis dan Praktik Sosial Budaya. Dalam STARNAS 2025: Seminar Teknologi dan Sains Nasional (Vol. 1, pp. 147-160). Yogyakarta, Indonesia: ResearchGate.
Gultom, F., & Harianto, S. (2021). Revolusi Hijau merubah sosial-ekonomi masyarakat petani. TEMALI: Jurnal Pembangunan Sosial, 4(2), 145–154. https://doi.org/10.15575/jt.v4i2.12579.
Gunawan, I., Widiarso, B. P., & Nurlaela, S. (2023). Teknik pengendalian hama walang sangit (Leptocorisa oratorius) pada tanaman padi dengan pestisida nabati. Dalam Prosiding Seminar Nasional Tahun 2023 Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (pp. 182–193). Magelang, Indonesia: Polbangtan YOMA.
Kurniawati, S., Setyowati, I., & Saryoko, A. (2017). Kearifan lokal masyarakat Suku Baduy dalam mengendalikan hama dan penyakit padi. Dalam Prosiding Seminar Nasional Agroinovasi Spesifik Lokasi untuk Ketahanan Pangan pada Era Masyarakat Ekonomi ASEAN (pp. 247–257). Jakarta, Indonesia: Kementerian Pertanian.
Liu, B., Meng, S., Yang, J., Wu, J., Peng, Y., Zhang, J., & Ye, N. (2025). Carbohydrate flow during grain filling: Phytohormonal regulation and genetic control in rice (Oryza sativa). Journal of Integrative Plant Biology, 67(5), 1086–1104. Retrieved from https://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/jipb.13904
Madi, M., Normagiat, S., & Ningsih, S. (2024). Efektivitas pengendalian walang sangit (Leptocorisa sp.) berbahan hewani pada tanaman padi (Oryza sativa L.). Jurnal Riset Ilmu Pertanian dan Ekonomi, 1(1), 10–14.
Maysuri, Ezward, C., & Andriani, D. (2022). Pengaruh lama pembusukan siput sawah (Pila ampullacea L.) terhadap ketertarikan serangga walang sangit (Leptocorisa oratorius) pada tanaman padi (Oryza sativa L.) Kabupaten Kuantan Singingi. Green Swarnadwipa: Jurnal Pengembangan Ilmu Pertanian, 11(3), 426–432.
Mulyana, A. N., & Russianzi, W. (2026). Keberadaan dan serangan walang sangit (Leptocorisa spp.) dan burung bondol (Lonchura spp.) pada tanaman padi. Jurnal Pertanian Agros, 28(2), 112–120. Retrieved from https://doi.org/10.37159/jpa.v28i2.178.
Ramadhan, R. A. M., & Amanda, A. P. (2025). Karinding: Kearifan lokal budaya Jawa Barat sebagai pengendali hama pada tanaman padi. Jurnal AGRO, 12(1), 40–55. Retrieved from https://doi.org/10.15575/j.agro.44996.
Rinardi, H., Masruroh, N. N., Maulany, N. N., & Rochwulaningsih, Y. (2019). Dampak Revolusi Hijau dan modernisasi teknologi pertanian: Studi kasus pada budi daya pertanian bawang merah di Kabupaten Brebes. Jurnal Sejarah Citra Lekha, 4(2), 125–136. Retrieved from https://doi.org/10.14710/jscl.v4i2.21936.
Sembiring, J., Sarijan, A., Katmok, B., & Mendes, J. (2022). Level attacks of slender rice bug (Leptocorisa oratorius) in Tanah Miring District, Merauke Regency Papua. Cropsaver: Journal of Plant Protection, 5(2), 77–83. Retrieved from https://doi.org/10.24198/cropsaver.v5i2.42454.
Siregar, H. M., Priyambodo, S., & Hindayana, D. (2022). Pengaruh penggunaan linear trap barrier system terhadap intensitas serangan tikus sawah (Rattus argentiventer). Agronomika: Jurnal Budidaya Pertanian Berkelanjutan, 21(2), 36–39. Retrieved from https://doi.org/10.20884/agronomika.v21i2.6890.
Tran, L. H. M., Bui, V. T., & Tran, H. T. (2025). Plant growth regulators accelerate grain development in rice (Oryza sativa L. cv. OM5451). Journal of Plant Biotechnology, 52(3), 268–278. Retrieved from https://doi.org/10.5010/JPB.2025.52.030.268.
Umami, S. S., Raehanah, Jayadi, E. M., & Zelly, N. (2024). Konstruksi genetik cacing laut nyale (Polychaeta). OTUS EDUCATION: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi, 2(3), 146–152.
Wang, X., Wang, H., Sui, Z., Xu, X., & Chai, Y. (2025). Nutritional value and biochemical composition of two new tropical polychaete species: Potential use as feed ingredients. Journal of the World Aquaculture Society, 56(1), 1–16. https://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/jwas.13122
Wibowo, E. S., Atang, Palupi, E. S., Setiyono, E., & Susilo, U. (2023). Potensi kandungan makro nutrisi Polychaeta Diopatra sp. dari kawasan manggrove Jeruklegi Kabupaten Cilacap sebagai pakan udang. Buletin Oseanografi Marina, 12(3), 325–330. Retrieved from https://doi.org/10.14710/buloma.v12i3.53045.
Widiyanti, Saniah, S., Astuti, D., Febrianti, D. W., Zahraini, Y., ZM, H., & Utomo, J. (2025). Tradisi Bau Nyale: Kearifan lokal yang tetap hidup di era modern. Journal of Social Education Sasambo (SOCED SASAMBO), 3(4), 96–102.
Yin, C. C., Zhao, H., Ma, B., Chen, S. Y., & Zhang, J. S. (2017). Diverse roles of ethylene in regulating agronomic traits in rice. Frontiers in Plant Science, 8, Article 1676. Retrieved from https://www.frontiersin.org/journals/plant-science/articles/10.3389/fpls.2017.01676/full
Yuliani, & Setiawan, P. W. (2025). Efektivitas bahan perangkap hama walang sangit (Leptocorisa acuta T.) pada tanaman padi (Oryza sativa L.). Pro-STek, 7(1), 38–50. Retrieved from https://doi.org/10.35194/prs.v7i1.5470
Copyright (c) 2026 Lalu Abdul Rahman, M. Sarjan, M. Taufik Fauzi, Pending Dadih Permana

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with Empiricism Journal agree to the following terms:
- For all articles published in Empiricism Journal, copyright is retained by the authors. Authors give permission to the publisher to announce the work with conditions. When the manuscript is accepted for publication, the authors agrees to implement a non-exclusive transfer of publishing rights to the journals.
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
