Analisis Gangguan Visus terhadap Indeks Prestasi Kumulatif pada Mahasiswa Program Studi Sarjana Pendidikan Dokter Universitas Prima Indonesia

Gangguan Visus Ketajaman Penglihatan Indeks Prestasi Kumulatif Miopia

Authors

Downloads

How to Cite

Gunawan, L. P., Nasution, A. N., & Theresia, Y. (2026). Analisis Gangguan Visus terhadap Indeks Prestasi Kumulatif pada Mahasiswa Program Studi Sarjana Pendidikan Dokter Universitas Prima Indonesia. Empiricism Journal, 7(3), 3359-3370. https://doi.org/10.36312/ej.v7i3.6844

Gangguan visus sering ditemukan pada mahasiswa yang menjalani aktivitas visual jarak dekat secara intensif dan diperkirakan dapat memengaruhi proses belajar. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) menurut kategori gangguan visus pada mahasiswa Program Studi Sarjana Pendidikan Dokter Universitas Prima Indonesia. Penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional dilaksanakan pada Mei 2026. Analisis mencakup 100 mahasiswa angkatan 2023 yang memenuhi kriteria penelitian. Ketajaman penglihatan diperiksa secara monokuler menggunakan Snellen chart pada jarak 6 m. Responden dengan visus kurang dari 6/6 menjalani refraksi subjektif menggunakan trial lens, sedangkan IPK diperoleh dari data akademik. Distribusi IPK tidak normal sehingga perbedaan antarkategori visus dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis. Sebanyak 74 responden (74,0%) berjenis kelamin perempuan. Kategori visus terdiri atas normal pada 33 mahasiswa (33,0%), gangguan ringan pada 43 mahasiswa (43,0%), sedang pada 21 mahasiswa (21,0%), dan tinggi pada 3 mahasiswa (3,0%). Rerata IPK adalah 3,2281 ± 0,34022 dengan rentang 1,73-4,00; sebanyak 16,0% responden memiliki IPK tinggi, 73,0% sedang, dan 11,0% rendah. Nilai mean rank IPK berturut-turut ialah 43,08 pada kelompok normal, 56,30 pada gangguan ringan, 53,90 pada gangguan sedang, dan 25,17 pada gangguan tinggi. Uji Kruskal-Wallis menghasilkan H=6,574; df=3; p=0,087. Tidak terdapat perbedaan IPK yang bermakna secara statistik menurut kategori gangguan visus. Penggunaan koreksi penglihatan dan faktor akademik maupun psikososial yang tidak diukur dapat memengaruhi hasil penelitian.

Analysis of the Impact of Visual Impairment on the Grade Point Average of Undergraduate Medical Students at Universitas Prima Indonesia

Abstract

Visual impairment is common among students who perform intensive near-vision activities and may interfere with learning. This study examined whether cumulative grade point average (GPA) differed across visual-impairment categories among undergraduate medical students at Universitas Prima Indonesia. An analytical cross-sectional study was conducted in May 2026 and included 100 students from the 2023 cohort who met the eligibility criteria. Monocular distance visual acuity was assessed with a Snellen chart at 6 m. Students whose visual acuity was worse than 6/6 underwent subjective refraction with trial lenses, and GPA was obtained from academic records. Because GPA was not normally distributed, differences across visual categories were tested with the Kruskal-Wallis test. Seventy-four participants (74.0%) were women. Visual status was classified as normal in 33 students (33.0%), mild impairment in 43 (43.0%), moderate impairment in 21 (21.0%), and high impairment in 3 (3.0%). Mean GPA was 3.2281 ± 0.34022 (range, 1.73-4.00); 16.0% of students had a high GPA, 73.0% a moderate GPA, and 11.0% a low GPA. GPA mean ranks were 43.08, 56.30, 53.90, and 25.17 in the normal, mild, moderate, and high visual-impairment groups, respectively. The Kruskal-Wallis test yielded H=6.574, df=3, and p=.087. GPA did not differ significantly across visual-impairment categories. Vision correction and unmeasured academic or psychosocial factors may have influenced the observed association.