Kesiapan dan Implementasi Manajemen Keuangan Digital pada UMKM Sektor Perikanan di Kota Bitung

Kesiapan Digital Manajemen Keuangan Digital UMKM Sektor Perikanan Transformasi Digital

Authors

Downloads

How to Cite

Sonu, S. S., & Makalalag, M. (2026). Kesiapan dan Implementasi Manajemen Keuangan Digital pada UMKM Sektor Perikanan di Kota Bitung. Empiricism Journal, 7(3), 3306-3318. https://doi.org/10.36312/ej.v7i3.6952

Digitalisasi manajemen keuangan dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas informasi UMKM, tetapi kesiapan digital tidak selalu berubah menjadi implementasi manajerial yang terintegrasi. Penelitian ini menganalisis kesiapan dan implementasi manajemen keuangan digital pada 12 UMKM sektor perikanan di Kota Bitung melalui pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus multipel. Dua belas pemilik, pengelola, atau tenaga administrasi masing-masing mewakili satu UMKM. Kesiapan dianalisis melalui konteks teknologi, organisasi, dan lingkungan dalam kerangka Technology–Organization–Environment (TOE), sedangkan implementasi ditelaah pada tujuh fungsi: pembayaran, pencatatan, penganggaran, arus kas, pelaporan, monitoring/pengendalian, dan penggunaan informasi untuk keputusan. Dua belas wawancara individual dilaksanakan pada 3–27 Agustus 2026 selama 37–58 menit; sepuluh direkam dengan izin dan dua didokumentasikan melalui catatan lapangan. Analisis menggunakan pengodean berbasis codebook, pemeriksaan empat kasus oleh coder pendamping, analisis dalam kasus, dan perbandingan lintas kasus; tidak ada kategori utama baru pada sesi ke-10 sampai ke-12. Pembayaran digital ditemukan pada 12 kasus, pencatatan pada 9, penganggaran pada 4, arus kas pada 6, pelaporan pada 5, monitoring/pengendalian pada 5, dan penggunaan informasi untuk keputusan pada 6. Empat kasus (AR, FK, DK, dan HA) menunjukkan kategori kesiapan lebih tinggi daripada implementasi, sedangkan RT, YP, MR, dan VL menunjukkan kesiapan dan implementasi sama-sama tinggi. Temuan mendukung readiness–implementation gap sebagai pola analitis lintas kasus: teknologi menyediakan kondisi pemungkin, sedangkan kompetensi, pembagian peran, disiplin data, dan dukungan lingkungan tampak memengaruhi konversi kapasitas digital menjadi rutinitas keuangan terintegrasi.

Readiness and Implementation of Digital Financial Management in Fisheries MSMEs in Bitung City

Abstract

Digital financial management can improve MSME efficiency and information quality, yet digital readiness does not necessarily develop into integrated managerial implementation. This study examines readiness and implementation across 12 fisheries MSMEs in Bitung City using a descriptive qualitative multiple-case design. Twelve owners, managers, or administrative staff each represent one MSME case. Readiness is analyzed through the technological, organizational, and environmental contexts of the Technology–Organization–Environment (TOE) framework, while implementation is examined across seven functions: payment, recordkeeping, budgeting, cash-flow management, reporting, monitoring/control, and information use for decision making. Twelve individual interviews were conducted from 3–27 August 2026 for 37–58 minutes; ten were audio-recorded with permission and two relied on field notes. Analysis used codebook-guided coding, secondary review of four purposively selected cases, within-case analysis, and cross-case comparison; no major new category emerged in sessions 10–12. Digital payment was documented in 12 cases, recordkeeping in 9, budgeting in 4, cash-flow management in 6, reporting in 5, monitoring/control in 5, and information use in 6. Four cases (AR, FK, DK, and HA) show a higher readiness category than implementation, whereas RT, YP, MR, and VL show high readiness and high implementation. The findings support the readiness–implementation gap as an analytical cross-case pattern: technology provides enabling conditions, while competence, role division, data discipline, and environmental support appear to shape the conversion of digital capacity into integrated financial routines.