Museum Olahraga Nasional Sebagai Pusat Data dan Kajian Sejarah Olahraga

Authors

  • Rojil Nugroho Bayu Aji Universitas Negeri Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.36312/ej.v3i1.864

Keywords:

Museum Olahraga Nasional, pusat data, kajian sejarah olahraga

Abstract

Manusia sejak awal beraktivitas, tidak lepas dari olahraga. Oleh karena itu, manusia dapat disebut sebagai makhluk bermain dan olahraga merupakan salah satu perwujudan nilai-nilai kemanusiaan dalam sebuah permainan. Permainan olahraga yang dipertandingkan dalam kejuaraan antar negara menjadi suatu pamor dan memiliki nilai yang melekat pada suatu negara. Sejarah perkembangan olahraga dan prestasi yang tercipta dalam kompetisi internasional memiliki jejak otentik, salah satunya disimpan dalam museum bertema olahraga. Indonesia memiliki Museum Olahraga Nasional yang dikelola oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi-potensi museum olahraga nasional sebagai pusat data dan studi sejarah olahraga di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dengan cara studi pustaka dan studi dokumen dari Kemeterian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan Museum Olahraga Nasional memiliki peran penting untuk dijadikan sebagai pusat data dan studi di bidang olahraga. Uraian komprehensif terkait hasil penelitian lebih lanjut disajikan pada artikel ini.

National Sports Museum as a Data Center and Study of Sports History

Abstract

Since the beginning of their activities, humans can not be separated from sports. Therefore, humans can be called playing creatures, and sports are one of the manifestations of human values ??in a game. Sports games competed in championships between countries become prestigious and have an inherent value in a country. The history of sports development and the achievements made in international competitions has authentic traces, one of which is stored in a sports-themed museum. Indonesia has a National Sports Museum, which the Ministry of Youth and Sports manages. This study aimed to identify the potential of the national sports museum as a data center and study of sports history in Indonesia. This study uses research methods employing literature studies and document studies from the Ministry of Youth and Sports of the Republic of Indonesia. The results show that the National Sports Museum is essential in serving as a data center and study in sports. A comprehensive description of the research results, further presented in this article.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aji, R. N. B. (2017). Nasionalisme dalam Sepak Bola Indonesia Tahun 1950-1965. Lembaran Sejarah, 10(2), 135–148. https://doi.org/10.22146/lembaran-sejarah.23702

Asiarto, L., & Tjahjopurnomo, T. (1993). Museum dan sejarah (L. Asiarto & T. Tjahjopurnomo, Eds.). Direktorat Jenderal Kebudayaan. http://pustaka.kebudayaan.kemdikbud.go.id/index.php?p=show_detail&id=5735&keywords=museum+dan+sejarah

Danial, E., & Wasriah, N. (2009). Metode penulisan karya ilmiah. Universitas Pendidikan Indonesia.

Gottschalk, L. (2008). Mengerti Sejarah. UI Press.

Huizinga, J. (1980). Homo ludens: A study of the play-element in culture (Reprint). Routledge & Kegan Paul.

Kemenpora. (2007). Peraturan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Nomor PER. 0015/Menpora/II/2007. Kemenpora. https://jdih.kemenpora.go.id/produk-hukum/22

Kuntowijoyo. (2003). Metodologi Sejarah. Tiara Wacana.

PPRI. (2010). UU No. 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya [JDIH BPK RI]. https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/38552/uu-no-11-tahun-2010

PPRI. (2015). PP No. 66 Tahun 2015 tentang Museum [JDIH BPK RI]. https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/5642

PSSI. (1960). Ulang Tahun PSSI ke-30. PSSI.

PSSI (Ed.). (2000). Mengarungi milenium baru: 70 tahun PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia): 1930-2000. PSSI.

Saleh, I. M. (2008). Sejarah Berdirinya Museum Olahraga Nasional Taman Mini Indonesia Indah. Kemenpora. https://museumor.kemenpora.go.id/__repository/dokumen_data/DOKUMENDATA-KEMENPORA-20220106020819.pdf

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sutaarga, M. A. (2000). Capita Selecta Museografi dan Museologi. Proyek Pembinaan Permuseuman.

Syaputra, E., Sariyatun, S., & Sunardi, S. (2018). The Strategy of Enhancing Student’s Social Awareness through History Learning Based on Selimbur Caye Oral Tradition Values. International Journal of Multicultural and Multireligious Understanding, 5(4), 22. https://doi.org/10.18415/ijmmu.v5i4.161

Yulianto, K., Susantio, D., Arainikasih, A. A., & Sulistyowati, D. (2013). Museum tematik di Indonesia (S. Wasono, Ed.). Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman. http://pustaka.kebudayaan.kemdikbud.go.id/index.php?p=show_detail&id=10463&keywords=museum+tematik

Yunus, R., Malae, A. K., & Pakaya, S. (2021). Peran Museum Popa-Eyato Gorontalo Sebagai Media Belajar Sejarah: Sebuah Penelitian Awal. Indonesian Journal of Social Science Education (IJSSE), 3(2), 133–140. https://doi.org/10.29300/ijsse.v3i2.5047

Downloads

Published

2022-06-30

Issue

Section

Articles

How to Cite

Aji, R. N. B. (2022). Museum Olahraga Nasional Sebagai Pusat Data dan Kajian Sejarah Olahraga. Empiricism Journal, 3(1), 74-80. https://doi.org/10.36312/ej.v3i1.864