Hubungan Antara Tingkat Depresi Dengan Derajat Hipertensi Pada Lansia Di Kelurahan Rawa Makmur Wilayah Puskesmas Palaran Samarinda
DOI:
https://doi.org/10.36312/jar.v4i1.2927Keywords:
Lansia, Depresi, Hipertensi, DASS-21, Derajat HipertensiAbstract
Lansia merupakan kelompok usia yang rentan terhadap gangguan kesehatan fisik dan psikologis, termasuk hipertensi dan depresi. Hipertensi kerap tidak disadari oleh lansia dan dapat menimbulkan komplikasi serius, sedangkan depresi dapat memengaruhi kepatuhan terhadap pengobatan dan memperburuk kondisi tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat depresi dengan derajat hipertensi pada lansia di Kelurahan Rawa Makmur, wilayah kerja Puskesmas Palaran Samarinda. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan metode cross-sectional. Sampel sebanyak 135 lansia penderita hipertensi dipilih secara purposive dari populasi 204 orang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner DASS-21 untuk depresi dan alat sphygmomanometer manual untuk tekanan darah. Analisis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil menunjukkan mayoritas responden memiliki tingkat depresi normal (37,78%) dan hipertensi derajat 1 (60%). Uji Spearman menunjukkan hubungan signifikan antara tingkat depresi dan derajat hipertensi (p = 0,000; r = 0,611), menunjukkan korelasi positif yang kuat. Hasil ini menegaskan pentingnya penanganan aspek psikologis, khususnya depresi, dalam pengendalian hipertensi pada lansia.
Elderly people are an age group that is vulnerable to physical and psychological health problems, including hypertension and depression. Hypertension is often not recognized by the elderly and can cause serious complications, while depression can affect compliance with treatment and worsen blood pressure conditions. This study aims to determine the relationship between depression levels and hypertension levels in the elderly in Rawa Makmur Village, the Palaran Samarinda Health Center working area. The study used a quantitative approach with a descriptive correlational design and cross-sectional method. A sample of 135 elderly people with hypertension was selected purposively from a population of 204 people. Data were collected using the DASS-21 questionnaire for depression and a manual sphygmomanometer for blood pressure. Analysis using the Spearman Rank test. The results showed that the majority of respondents had normal depression levels (37.78%) and grade 1 hypertension (60%). The Spearman test showed a significant relationship between depression levels and hypertension levels (p = 0.000; r = 0.611), indicating a strong positive correlation. These results emphasize the importance of handling psychological aspects, especially depression, in controlling hypertension in the elderly.
References
Ainun, F., Subarkah, S., & Hartanti, Y. (2021). Hipertensi dan faktor risikonya. Jakarta: Mitra Cendekia Press.
Andriyanto, A. (2020). Hubungan tingkat depresi pada pasien lanjut usia dengan hipertensi primer di RS Dr. Esnawan Antariksa Halim Perdanakusuma. Jurnal Kesehatan, 9(2), 112–118.
Andriani, D., Sari, N. A., & Utami, F. R. (2023). Hubungan tingkat depresi dengan kualitas hidup pada lansia penderita hipertensi. Jurnal Kesehatan Mental, 15(1), 50–57.
Anggraini, R. (2023). Pengaruh status perkawinan terhadap gaya hidup dan tekanan sosial individu. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 12(3), 45–53.
Ankhofiya, R., Lestari, A. D., & Nugroho, H. S. (2021). Manajemen stres dan dampaknya terhadap tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Jurnal Keperawatan Indonesia, 14(2), 115–122.
Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. (2023). Laporan Riskesdas Indonesia. Jakarta:
Kementerian Kesehatan RI.
Bura, D., Hasan, F., & Arman, S. (2023). Hubungan antara aktivitas fisik dan status pekerjaan terhadap kejadian hipertensi. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 11(2), 101–107. Chen, J., Lee, K., & Tan, W. (2023). Depression and blood pressure among elderly: A cross-sectional study. Asian Journal of Geriatric Health, 7(1), 45–52.
Damayanti, E., Putra, R. Y., & Susanti, N. (2023). Pengaruh gaya hidup terhadap kejadian hipertensi pada lansia. Jurnal Kesehatan Komunitas, 11(1), 34–40.
Ende, D. A. (2022). Hubungan depresi dengan kejadian hipertensi pada pasien lanjut usia. Jurnal Psikologi Klinis, 6(2), 65–72.
Hakim, L., & Aristawati, A. (2023). Validitas dan reliabilitas DASS-21 versi Bahasa Indonesia. Jurnal Psikometri dan Evaluasi, 9(1), 12–19.
Hartono, A., Subroto, B., & Nurlaila, R. (2023). Pengaruh stres sosial terhadap tekanan darah lansia. Jurnal Keperawatan Gerontik, 10(2), 42–50.
Kalenga, C. Z., Safitri, L., & Mahendra, D. (2023). Pengaruh estrogen terhadap tekanan darah pada wanita pascamenopause. Jurnal Kardiologi dan Kesehatan Wanita, 5(1), 13–18.
Kementerian Kesehatan RI. (2019). Pedoman pengelolaan hipertensi. Jakarta: Kemenkes.
Kusuma, H., & Santoso, Y. (2022). Pendidikan dan pengendalian tekanan darah pada lansia. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 14(1), 27–35
Latifah, I. (2024). Emosi negatif dan tekanan darah pada lansia. Jurnal Psikologi Kesehatan Indonesia, 12(2), 88–94.
Lee, Y. H., et al. (2019). Reliability and validity of the DASS-21 across cultures. Asian Journal of Psychiatry, 39, 120–127.
Marhabatsar, D. (2023). Mekanisme neuroendokrin pada hubungan antara depresi dan hipertensi. Jurnal Kesehatan Fisiologi, 6(1), 23–30.
Murharyati, H., Widodo, T., & Syafitri, F. (2021). Aktivasi HPA axis dan tekanan darah tinggi pada lansia. Jurnal Biomedik Indonesia, 8(1), 57–63.
Nugroho, H., & Barkah, Y. (2022). Hubungan antara IMT dan tekanan darah pada lansia. Jurnal Kesehatan Lansia, 10(1), 44–50.
Prio, S. (2023). Faktor-faktor yang memengaruhi tekanan darah pada lansia. Jurnal Geriatri Indonesia, 7(2), 99–106.
Putra, R., & Rahmawati, S. (2022). Hubungan pendidikan dengan pengelolaan hipertensi. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 15(2), 75–82.
Rahmawati, T., & Solikhah, N. (2022). Stres dan depresi sebagai faktor risiko hipertensi. Jurnal Psikologi Klinis dan Kesehatan, 10(1), 60–68.
Rahmi, N., Syafitri, I., & Yusniar. (2024). Prevalensi hipertensi global dan intervensi kesehatan masyarakat. Jurnal Kesehatan Global, 14(1), 12–20.
Rifrizzani, I., Yuliana, A., & Rizka, N. (2023). Indeks massa tubuh dan tekanan darah lansia. Jurnal Gizi dan Hipertensi, 9(2), 72–78.
Riskesdas. (2018). Laporan Riset Kesehatan Dasar Provinsi Kalimantan Timur. Jakarta: Badan Litbang Kesehatan.
Sari, Y., & Hartono, S. (2021). Hubungan pekerjaan dengan stres dan hipertensi. Jurnal Kesehatan Jiwa dan Lingkungan, 8(1), 40–46.
Sapriani, T., Nurjanah, S., & Pratiwi, E. (2024). Pengetahuan lansia dan pengendalian depresi. Jurnal Psikososial dan Kesehatan, 7(1), 33–39.
Sodikhoh, M., & Subandi, T. (2025). Tekanan darah lansia berdasarkan kelompok usia. Jurnal Keperawatan Lanjut Usia, 13(2), 59–66.
Syamsu, A., Ramdani, A., & Zulkarnain, M. (2021). Jenis kelamin dan risiko hipertensi. Jurnal Epidemiologi Kesehatan, 9(2), 20–26.
Tamamilang, T., Yusuf, I., & Aisyah, N. (2023). Usia dan prevalensi hipertensi pada lansia. Jurnal Ilmu Kesehatan, 12(3), 55–62.
Wahyuni, E., & Pratiwi, L. (2021). Faktor psikologis penyebab hipertensi pada lansia. Jurnal Keperawatan Preventif, 10(1), 18–25.
Wibowo, A., & Nursalam, N. (2021). Durasi hipertensi dan dampaknya terhadap kualitas hidup. Jurnal Keperawatan Indonesia, 14(1), 37–45.
World Health Organization. (2021). Hypertension: Key facts. Retrieved from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hypertension
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Liya Trihartini, Milkhatun, Zulmah Astuti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with Journal of Authentic Research agree to the following terms:
- For all articles published in Journal of Authentic Research, copyright is retained by the authors. Authors give permission to the publisher to announce the work with conditions. When the manuscript is accepted for publication, the authors agrees to implement a non-exclusive transfer of publishing rights to the journals.
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.