Korelasi antara Gaya Belajar dengan Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi dan Metakognisi Siswa pada Mata Pelajaran IPA SMP Negeri 4 Jerowaru

Authors

  • Nur Padia Oktaviani Universitas Mataram
  • A Wahab Jufri Universitas Mataram
  • I Wayan Merta Universitas Mataram

DOI:

https://doi.org/10.36312/jar.v4i1.3034

Keywords:

Gaya Belajar, Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi, Metakognisi, Pelajaran IPA

Abstract

Gaya belajar merupakan salah satu aspek penting yang memengaruhi efektivitas proses pembelajaran, khususnya dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang menuntut kemampuan memahami konsep secara mendalam serta berpikir analitis. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya skor literasi sains siswa Indonesia menurut PISA 2022 dan hasil rapor pendidikan nasional yang menunjukkan kemampuan literasi siswa SMP masih pada kategori sedang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara gaya belajar dengan kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS) dan metakognisi siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di SMP Negeri 4 Jerowaru.. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian terdiri dari 74 siswa kelas VII yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi angket gaya belajar berdasarkan teori DePorter dan Hernacki, tes HOTS berbasis indikator dari Ennis dan tes pilihan ganda kompleks metakognisi MAI (Metacognitive Awareness Inventory), yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Pearson dan MANOVA, didahului oleh uji normalitas dan linearitas. Hasil penelitian menunjukkan terdapat korelasi yang signifikan antara gaya belajar dengan kemampuan berpikir tingkat tinggi (Sig.(< 0,001) < ? (0,05)) dan metakognisi siswa (Sig.(< 0,001) < ? (0,05)). Korelasi gaya belajar dengan HOTS (r = 0,382) dan metakognisi (r = 0,386) menunjukkan hubungan positif sedang. Selain itu, uji multivariat (MANOVA) menunjukkan bahwa gaya belajar secara simultan berhubungan signifikan dengan kedua variabel terikat (Sig.(0,001) < ? (0,05)); PES = 0,172). Mayoritas siswa memiliki gaya belajar visual dan tingkat HOTS serta metakognisi pada kategori sedang. Temuan ini menegaskan pentingnya penyesuaian strategi pembelajaran berbasis gaya belajar untuk mengoptimalkan pengembangan HOTS dan metakognisi siswa. Implikasi penelitian ini adalah perlunya asesmen gaya belajar secara berkala serta pengembangan kurikulum dan metode pembelajaran yang adaptif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPA. Jadi, kesimpulan penelitian ini menemukan bahwa terdapat korelasi secara signifikan antara gaya belajar dengan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa dan terdapat korelasi secara signifikan antara gaya belajar dengan metakognisi siswa pada mata pelajaran IPA. Hasil temuan ini menunjukkan pentingnya mengintegrasikan asesmen gaya belajar ke dalam perencanaan pembelajaran sebagai upaya strategis untuk mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi dan metakognisi peserta didik.

References

Abdullah, M. (2019). Hubungan Gaya Belajar dengan Kemampuan HOTS Siswa. Jurnal Pendidikan Sains, 5(2), 97-105.

Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. (2024). Rapor Pendidikan Indonesia 2024. Jakarta Pusat: Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan.

Brookhart, S. M. (2010). How to Assess Higher-Order Thinking Skills in Your Classroom. Alexandria: ASCD.

Conklin, W. (2012). Higher Order Thinking Skills to Develop 21st Century Learners. Huntington Beach: Shell Education.

DePorter, B., & Hernacki, M. (2007). Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan. Bandung: Kaifa.

Desmita. (2014). Psikologi Perkembangan Peserta Didik. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Ennis, R. H. (2011). The Nature of Critical Thinking: An Outline of Critical Thinking Disposition and Abilities. Last Revised. Emeritus Proffessor: University of Illinois.

Felder, R. M., & Silverman, L. K. (1988). Learning and Teaching Styles in Engineering Education. Engineering Education, 78(7), 674–681.

Flavell, J. H. (1979). Metacognition and Cognitive Monitoring: A New Area Of Cognitive-Developmental Inquiry. American Psychologist, 34(10), 906-911.

Hayati, N. (2011). Metakognitif: Bagaimana Belajar untuk Meningkatkan Prestasi. Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan, 8(1), 25-32.

Irawati, T. N. (2018). Analisis Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa Smp Dalam Menyelesaikan Soal Pemecahan Masalah Matematika Pada Materi Bilangan Bulat. Jurnal Gammath, 3(2), 1–7.

Kamaliyah, A., Muharrami, L. K., Yasir, M., & Hadi, W. P. (2022). Analisis Kemampuan Metakognisi Siswa SMP pada Materi Pemanasan Global. Natural Science Education Research (NSER), 4(3), 258-266.

Nawawi, S., & Azhari, A. T. (2020). Analysis of The Level of Critical Thinking Skills of Students in Biological Materials at Muhammadiyah high school in Palembang City. Universal Journal of Educational Research, 8(3D), 47-53.

Nurhadi. (2021). Korelasi Antara HOTS dan Metakognisi pada Siswa SMP. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 11(4), 345-356.

Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). (2023). PISA 2022 Results (Volume I and II). Country Notes: Indonesia.

Pahdi, R., & Abidin, Z. (2020). Indonesian Junior High School Students’ Higher Order Thinking Skills in Solving Mathematics Problems. In Journal of Physics: Conference Series, 1460(1), 1-8.

Pantas, A. A., Hasruddin, H., & Sipayung, M. (2020). The Influence Of Student Learning Style On Higher Order Thinking Skill (HOTS) Of Cell Structure and Function Topic. Jurnal Pelita Pendidikan, 8(1), 71-79.

Prabanitha, M. I., Sudarma, I. K., & Dibia, I. K. (2020). Korelasi Antara Gaya Belajar dengan Hasil Belajar IPA. Mimbar Ilmu, 25(2), 212-221.

Piaget, J. (1972). The Psychology of the Child. New York: Basic Books.

Riduwan. (2010). Belajar Mudah Penelitian untuk Guru-Karyawan dan Penelitian Pemula. Bandung: Alfabeta.

Saragih, S., & Napitupulu, E. E. (2015). Developing Learning Devices Based On Realistic Mathematics Education To Improve Students’ Mathematical Problem Solving Ability and Self-Efficacy. International Journal of Education and Research, 3(3), 357–368.

Schraw, G., & Dennison, R. S. (1994). Assessing Metacognitive Awareness. Contemporary Educational Psychology, 19(4), 460–475.

Schraw, G., & Moshman, D. (1995). Metacognitive Theories. Educational Psychology Review, 7(4), 351-371.

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: CV. Alfabeta.

Susanto, A. (2013). Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jakarta: Kencana.

Downloads

Published

2025-06-30

Issue

Section

Articles

How to Cite

Oktaviani, N. P., Jufri, A. W., & Merta, I. W. (2025). Korelasi antara Gaya Belajar dengan Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi dan Metakognisi Siswa pada Mata Pelajaran IPA SMP Negeri 4 Jerowaru. Journal of Authentic Research, 4(1), 265-278. https://doi.org/10.36312/jar.v4i1.3034