Fraud Hexagon: Kecurangan Laporan Keuangan Di Sektor Healthcare Di Indonesia

Authors

  • Noor Ainun Camelia Universitas Lambung Mangkurat
  • Novita Weningtyas Respati Universitas Lambung Mangkurat
  • Monica Rahardian Ary Helmina Universitas Lambung Mangkurat

DOI:

https://doi.org/10.36312/jar.v4iSpecialIssue.3278

Keywords:

Fraud Hexagon, Kecurangan Laporan Keuangan, Auditor Turnover, Sektor Kesehatan, BEI

Abstract

Transparansi kasus kecurangan di sektor kesehatan Indonesia masih relatif minim dibandingkan dengan negara lain, padahal keterbukaan ini penting agar publik dapat memahami risiko dan konsekuensi dari praktik kecurangan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi kecurangan laporan keuangan pada perusahaan sektor kesehatan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2019–2022 dengan menggunakan perspektif fraud hexagon. Variabel dependen adalah kecurangan laporan keuangan yang diproksikan melalui akrual diskresioner. Sementara itu, tujuh variabel independen dikembangkan dari fraud hexagon, yaitu target keuangan, stabilitas keuangan, ketidakefektifan pengawasan, pergantian auditor, pergantian direksi, pendidikan CEO, dan status Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling, dengan 21 perusahaan dari 32 perusahaan sektor kesehatan yang memenuhi kriteria, sehingga menghasilkan 84 data observasi yang dianalisis melalui regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pergantian auditor berpengaruh positif terhadap kecurangan laporan keuangan. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun auditor baru dapat menghadirkan perspektif berbeda dalam mendeteksi potensi kecurangan, pergantian auditor juga membuka peluang bagi manajemen untuk menyembunyikan praktik kecurangan yang telah berlangsung.

Transparency in fraud cases in the Indonesian healthcare sector remains relatively low compared to other countries, yet this openness is crucial for public understanding of the risks and consequences of fraudulent practices. This study aims to detect financial statement fraud in healthcare companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the 2019–2022 period using the fraud hexagon perspective. The dependent variable is financial statement fraud, proxied by discretionary accruals. Seven independent variables were developed from the fraud hexagon: financial targets, financial stability, ineffective oversight, auditor turnover, board of directors turnover, CEO education, and state-owned enterprise (SOE) status. This study used a purposive sampling method, selecting 21 of the 32 healthcare companies that met the criteria, resulting in 84 observational data points analyzed through logistic regression. The results indicate that auditor changes have a positive effect on financial statement fraud. This finding indicates that while new auditors can bring a different perspective to detect potential fraud, auditor changes also open up opportunities for management to conceal existing fraudulent practices.

 

References

ACFE Indonesia. (2020). Survei fraud Indonesia 2019. ACFE Indonesia. https://acfe-indonesia.or.id/wp-content/uploads/2021/02/SURVEI-FRAUD-INDONESIA-2019.pdf

Aprilia, R. (2022). Analisis kecurangan laporan keuangan melalui Fraud Hexagon. Akrual: Jurnal Bisnis dan Akuntansi Kontemporer, 15(2), 143–151.

Aviantara, R. (2021). The association between Fraud Hexagon and government’s fraudulent financial report. Asia Pacific Fraud Journal, 6(1), 26. https://doi.org/10.21532/apfjournal.v6i1.192

Bartov, E., Gul, F. A., & Tsui, J. S. L. (2000). Discretionary-accruals models and audit qualifications. Journal of Accounting and Economics, 30(3), 421–452. https://doi.org/10.1016/S0165-4101(01)00015-5

Beasley, M. S., Carcello, J. V., Hermanson, D. R., & Lapides, P. D. (2000). Fraudulent financial reporting: Consideration of industry traits and corporate governance mechanisms. Accounting Horizons, 14(4), 441–454. https://doi.org/10.2308/acch.2000.14.4.441

Daresta, T., & Suryani, E. (2022). Faktor-faktor kolusi terhadap kecurangan laporan keuangan. Journal of Management & Business, 5(2), 342–351. https://doi.org/10.37531/sejaman.v5i2.2893

Ghandur, D. I., Sari, R. N., & Anggraini, L. (2019). Analisis Fraud Pentagon dalam mendeteksi kecurangan laporan keuangan. Jurnal Akuntansi, 8(1), 26–40.

Hadisuprapto, P. (2000). Pemberian malu: Alternatif antisipatif korupsi, kolusi dan nepotisme (K.K.N). Jurnal Kriminologi Indonesia, 1(1).

Harlan, J. (2018). Analisis regresi logistik (1st ed., Vol. 1). Gunadarma.

Haykal, M. (2018). The discretionary accrual in the financial statement of a public company in Indonesia: A literature review. In Proceedings of the International Conference (pp. 595–600). https://doi.org/10.1108/978-1-78756-793-1-00047

Lukviarman, N. (2006). Dasar-dasar manajemen keuangan (1st ed.). Andalas University Press.

Natasya, T. N., Karamoy, H., & Lambey, R. (2017). Pengaruh komitmen organisasi dan pengendalian internal terhadap risiko terjadinya kecurangan (fraud) dalam pelaksanaan jaminan kesehatan di Rumah Sakit Bhayangkara TK. IV Polda Sulut. Going Concern: Jurnal Riset Akuntansi, 12(2). https://doi.org/10.32400/gc.12.2.18274.2017

Octaviana, N. (2022). Analisis elemen-elemen Fraud Hexagon theory sebagai determinan fraudulent financial reporting. Jurnal Akuntansi, 11(2), 106–121. https://doi.org/10.46806/ja.v11i2.895

Preicilia, C., Wahyudi, I., & Preicilia, A. (2022). Analisa kecurangan laporan keuangan dengan perspektif teori Fraud Hexagon. Fair Value: Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Keuangan, 5(3), 1467–1479. https://doi.org/10.32670/fairvalue.v5i3.2476

Ramadhaniyah, R., Meiliana, R., Caniago, I., & Darmawan, J. (2023). Pengaruh rasionalisasi, arogansi dan kolusi terhadap kecurangan laporan keuangan. In Seminar Nasional Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (pp. 184–191).

Roszkowska, P. (2021). Fintech in financial reporting and audit for fraud prevention and safeguarding equity investments. Journal of Accounting & Organizational Change, 17(2), 164–196. https://doi.org/10.1108/JAOC-09-2019-0098

Sagala, S. G., & Siagian, V. (2021). Pengaruh Fraud Hexagon model terhadap fraudulent laporan keuangan pada perusahaan subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di BEI tahun 2016–2019. Jurnal Akuntansi, 13(2), 245–259. https://doi.org/10.28932/jam.v13i2.3956

Skousen, C. J., Smith, K. R., & Wright, C. J. (2009). Detecting and predicting financial statement fraud: The effectiveness of the Fraud Triangle and SAS No. 99. SSRN Electronic Journal, 1–39. https://doi.org/10.2139/ssrn.1295494

Vousinas, G. (2018). Elaborating on the theory of fraud: New theoretical extensions. SSRN Electronic Journal. https://doi.org/10.2139/ssrn.3163337

Vousinas, G. L. (2019). Advancing theory of fraud: The S.C.O.R.E. model. Journal of Financial Crime, 26(1), 372–381. https://doi.org/10.1108/JFC-12-2017-0128

Widiastika, A., & Junaidi, J. (2021). Fraud Pentagon dalam mendeteksi kecurangan laporan keuangan. Jurnal Akuntansi, Keuangan, dan Manajemen, 3(1), 83–98. https://doi.org/10.35912/jakman.v3i1.747

Wolfe, D. T., & Hermanson, D. R. (2004). The fraud diamond: Considering the four elements of fraud. CPA Journal, 74(12), 38–42.

Downloads

Published

2025-09-11

How to Cite

Camelia, N. A., Respati, N. . W., & Helmina, M. R. A. (2025). Fraud Hexagon: Kecurangan Laporan Keuangan Di Sektor Healthcare Di Indonesia. Journal of Authentic Research, 4(Special Issue), 879-889. https://doi.org/10.36312/jar.v4iSpecialIssue.3278