Peran Sosial Remaja dalam Tradisi Begawe Beleq Merarik di Desa Pejanggik Kecamatan Praya Tengah Lombok Tengah

Authors

  • Metiawati Metiawati Universitas Mataram
  • Suud Suud Universitas Mataram
  • Hairil Wadi Universitas Mataram

DOI:

https://doi.org/10.36312/jar.v4iSpecial%20Issue.3377

Keywords:

Peran Sosial, Remaja, Bagawe Beleq , Merarik

Abstract

Tradisi begawe beleq merarik menjadi bagian penting dari upacara pernikahan masyarakat Sasak, karena tradisi ini dilaksanakan secara besar-besaran dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat, termasuk generasi muda dalam membantu setiap proses acara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendiskripsikan peran sosial remaja dalam tradisi begawe beleq merarik di Desa Pejanggik Kecamatan Praya Tengah Lombok Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi untuk memahami secara mendalam nilai-nilai budaya dan sosial yang terkandung dalam tradisi tersebut. Adapun jenis data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan sekunder, dengan sumber data yang berasal dari subjek dan informan yang dipilih melalui teknik purposive sampling dengan subjek  6 orang remaja dari usia 17-25 tahun, sedangkan 4 orang informen mulai dari bapak kepala Desa Pejanggik, bapak tetua Adat, pembayun, dan mangku adat yang paham terkait peran sosial yang dilakukan remaja dalam tradisi begawe beleq merarik. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, yang terdiri dari tiga tahap: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian ini menemukan bahwa peran sosial remaja yang dapat ditemukan dalam tradisi begawe beleq merarik diantaranya; 1) Peran sosial remaja dalam gotong royong terlihat pada saat penganjeng taring (mendirikan terop), pinaq jaje (membuat jajan), serta ikut persiapan alat dan bahan makanan; 2) peran sosial remaja kebersamaan pada saat pergi menyilak (mengundang), begibung (makan bersama) dan kegitan nyongkolan; 3). peran sosial remaja kerjasama, terlihat pada saat remaja perempuan sambut temoe (menyambut tamu), atong jaje, (menganter jajan), dan remaja laki-laki besatuk (menyajikan makan).

The begawe beleq merarik tradition is an important part of the Sasak wedding ceremony, because this tradition is carried out on a large scale and involves active participation of the community, including the younger generation in helping with every process of the event. This study aims to determine and describe the social role of teenagers in the begawe beleq merarik tradition in Pejanggik Village, Praya Tengah District, Central Lombok. This study uses a qualitative approach with ethnographic methods to deeply understand the cultural and social values ??contained in the tradition. The types of data collected consist of primary and secondary data, with data sources originating from subjects and informants selected through purposive sampling techniques with subjects of 6 teenagers aged 17-25 years, while 4 informants ranging from the head of Pejanggik Village, the traditional elders, Pembayun, and Mangku Adat who understand the social roles carried out by teenagers in the begawe beleq merarik tradition. The data analysis technique uses the Miles and Huberman model, which consists of three stages: data reduction, data presentation, and drawing conclusions or verification. The results of this study found that the social roles of teenagers that can be found in the begawe beleq merarik tradition include; 1) The social role of teenagers in mutual cooperation is seen when penganjeng taring (setting up a canopy), pinaq jaje (making snacks), and participating in preparing tools and food ingredients; 2) the social role of teenagers in togetherness when going to menyilak (inviting), begibung (eating together) and nyongkolan activities; 3). The social role of teenagers in cooperation, is seen when teenage girls sambut temoe (welcoming guests), atong jaje, (delivering snacks), and teenage boys besatuk (serving food).

 

References

Bintari, P. N., & Darmawan, C. (2016). Peran Pemuda Sebagai Penerus Tradisi Sambatan dalam Rangka Pembentukan Karakter Gotong Royong. Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial, 25(1), 57-76.

Meleong. (2011). Metode Penelitian Kualitatif (Taufik (ed.); Ed.1.). PT Remaja Rosdakarya.

Ningsi, J., Bahari, Y., & Fatmawati. (2020). Analisis Nilai-Nilai Solidaritas dalam Tradisi Beduruk pada Etnis Dayak Banjur Kabupaten Sintang. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa, 9(9), 1–11.

Nugraeni, A. (2024). Peran Media Sosial Dalam Pembentukan Identitas Sosial Anak Muda. Lancah: Jurnal Inovasi dan Tren, 2(1), 142-147.

Prastika · 2022. (2020). Solidariitas sosial. Prastika · 2022, 5(3), 248–253.

Putri, R. (2024). Implementasi Internalisasi Nilai Silaturahim Melalui Tradisi Tujak Ragi Belek di Desa Rumbuk Lombok Timur. Risalah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam, 10(3), 1287-1299.

Solatiah, S. (2022). Nilai-Nilai Budaya Dalam Tradisi Nyongkolan Adat Sasak di Desa Leming Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur Tahun 2022 (Doctoral dissertation, UIN Mataram).

Sudrajat 2012. (n.d.). Nilai dan Klasifikasi Nilai. In Nilai Sosial.

Sulaiman, S. A., & Rosyidah, E. (2024). Analisis Karakter dalam Game Online sebagai Wahana Wawasan Budaya Indonesia. Jurnal Puspaka, 1(1), 1-12.

Syafruddin, S., Suryanti, N. M. N., & Nursaptini, N. (2022). Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal pada Anak di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika. Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, 6(4), 1909-1913.

Vitry, H. S., & Syamsir, S. (2024). Analisis Peranan Pemuda dalam Melestarikan Budaya Lokal di Era Globalisasi. Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial, 3(8), 113-123

Wahyuni, W. S., Pratama, D. R., Dahyar, S., Rivaldi, M. J., & Antoni, H. (2025). Pendidikan Media Digital untuk Mencegah Dampak Negatif Game Online Terhadap Nilai Kebangsaan. Jurnal Kajian dan Penelitian Umum, 3(1), 148-160

Wanti, B. P., Wadi, H., & Nursaptini, N. (2025). Nilai Solidaritas Sosial pada Tradisi Bau Nyale. Soced Sasambo: Journal of Social Education Sasambo, 3(1), 1-7.

Wardani, F. K. (2023). Peran Tradisi Sayan dalam Mempertahankan Solidaritas Masyarakat Dusun Cangkring Kedunglosari Tembelang Jombang. In Prosiding Seminar Nasional Ilmu Ilmu Sosial (SNIIS) (Vol. 2, pp. 324-334).

Widodo, R., & Pratama, S. (2021). Masa Remaja Sebagai Periode Kritis Pembentukan Karakter: Kajian Psikologi Perkembangan. Jurnal Psikologi Dan Pembelajaran 5(1), 45-48.

Downloads

Published

2025-08-30

How to Cite

Metiawati, M., Suud, S., & Wadi, H. (2025). Peran Sosial Remaja dalam Tradisi Begawe Beleq Merarik di Desa Pejanggik Kecamatan Praya Tengah Lombok Tengah. Journal of Authentic Research, 4(Special Issue), 1333-1342. https://doi.org/10.36312/jar.v4iSpecial Issue.3377