Analisis Tindak Tutur Ilokusi Pada Tuturan Primawan/Habib Ja’far Dalam Siniar “Habib Pernah Disalib Gak?” Di kanal Youtube Deddy Corbuzier
DOI:
https://doi.org/10.36312/sg1ez978Keywords:
Tindak Tutur Ilokusi, Siniar, Pragmatik, Komunikasi digital, YoutubeAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis-jenis tindak tutur ilokusi yang digunakan oleh Frimawan dan Habib Ja'far dalam siniar berjudul "Habib Pernah Disalib Gak?" di kanal YouTube Deddy Corbuzier, serta mengidentifikasi jenis tindak tutur ilokusi yang paling dominan dalam percakapan tersebut. Siniar ini dipilih sebagai objek penelitian karena tingginya tingkat popularitas yang ditandai dengan jumlah penonton mencapai 4,5 juta kali, serta relevansinya dalam merepresentasikan fenomena dakwah modern melalui pendekatan komunikasi digital yang santai, humoris, namun tetap substantif. Gaya komunikasi unik Habib Ja'far yang memadukan humor dan refleksi keagamaan menjadi daya tarik tersendiri dalam kajian pragmatik, khususnya dalam memahami bagaimana bahasa digunakan secara strategis untuk menyampaikan pesan moral dan spiritual kepada khalayak luas. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa teknik simak, catat, seleksi data, dan klasifikasi. Data dianalisis menggunakan teori tindak tutur ilokusi menurut Searle (1979), yang membagi tindak tutur ilokusi menjadi lima jenis: representatif, direktif, komisif, ekspresif, dan deklaratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 235 tuturan yang dianalisis, terdapat 125 tuturan representatif (53,19%), 74 tuturan direktif (31,49%), 27 tuturan deklaratif (11,49%), 9 tuturan ekspresif (3,83%), dan 0 tuturan komisif (0%). Dengan demikian, tindak tutur ilokusi yang paling dominan adalah tindak tutur representatif. Dominasi tindak tutur representatif ini mengindikasikan bahwa siniar tersebut berfungsi sebagai ruang edukatif yang mengedepankan penyampaian pengetahuan, klarifikasi pemahaman keagamaan, dan pertukaran gagasan secara dialogis. Dalam konteks komunikasi digital dan dakwah kontemporer, temuan ini menunjukkan pergeseran paradigma dari dakwah yang bersifat instruksional dan satu arah menuju dakwah partisipatif yang menekankan pada penjelasan, diskusi, dan pemahaman bersama. Pendekatan ini lebih relevan dengan karakteristik audiens digital yang kritis dan menginginkan dialog setara, sehingga dakwah dapat diterima secara lebih efektif tanpa meninggalkan esensi nilai-nilai keagamaan yang disampaikan.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jihan Rahma Ghaida, Encep Suherman , Arief Loekman

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with Journal of Authentic Research agree to the following terms:
- For all articles published in Journal of Authentic Research, copyright is retained by the authors. Authors give permission to the publisher to announce the work with conditions. When the manuscript is accepted for publication, the authors agrees to implement a non-exclusive transfer of publishing rights to the journals.
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.