Analisis Dampak Media Sosial Facebook Terhadap Cybercrime  di Desa Pengadang Kabupaten Lombok Tengah

Authors

  • Anggelina Puspita Maharani ID Universitas mataram
  • Syafruddin Syafruddin ID Universitas Mataram
  • Jepri Utomo ID Universitas Mataram

DOI:

https://doi.org/10.36312/ts51ta05

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak penggunaan media sosial Facebook terhadap cybercrime di Desa Pengadang, Kabupaten Lombok Tengah, dengan menekankan bentuk kejahatan, dampak sosial-psikologis, serta perubahan perilaku digital masyarakat. Kajian sebelumnya cenderung menempatkan cybercrime sebagai persoalan teknis atau fenomena perkotaan, sehingga masih terbatas menjelaskan bagaimana karakter sosial masyarakat pedesaan, relasi kepercayaan antarwarga, serta penggunaan Facebook untuk aktivitas ekonomi lokal membentuk kerentanan terhadap kejahatan siber. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi nonpartisipan, wawancara semi-terstruktur terhadap sembilan subjek dan empat informan kunci, serta dokumentasi lapangan. Analisis dilakukan melalui coding tematik yang mencakup reduksi data, pembentukan kategori, interpretasi berbasis teori, dan triangulasi sumber, teknik, serta waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cybercrime melalui Facebook di Desa Pengadang muncul dalam empat pola utama, yaitu penipuan online melalui undian dan giveaway palsu, penyebaran informasi palsu dalam transaksi jual beli, peretasan akun dan penyalahgunaan identitas digital, serta konflik sosial yang berawal dari interaksi di Facebook. Dampaknya tidak hanya berupa kerugian finansial, tetapi juga kecemasan, rasa malu, penurunan kepercayaan terhadap transaksi daring, terganggunya usaha kecil, dan merenggangnya hubungan sosial antarwarga. Temuan ini menunjukkan bahwa pesan manipulatif di Facebook bekerja efektif ketika bertemu dengan literasi digital yang rendah, kedekatan sosial desa, dan kepercayaan terhadap simbol otoritas seperti figur publik atau akun yang tampak meyakinkan. Dengan demikian, kontribusi penelitian ini terletak pada penjelasan bahwa cybercrime di pedesaan bukan sekadar akibat penggunaan teknologi, melainkan hasil pertemuan antara fitur media sosial, struktur sosial lokal, dan kemampuan verifikasi informasi masyarakat.

This study analyzes the impact of Facebook use on cybercrime in Pengadang Village, Central Lombok Regency, focusing on forms of crime, socio-psychological consequences, and changes in community digital behavior. Previous studies have tended to frame cybercrime as a technical issue or an urban phenomenon, leaving limited explanation of how rural social relations, interpersonal trust, and Facebook-based local economic activities shape vulnerability to digital crime. This research employed a qualitative case study design. Data were collected through non-participant observation, semi-structured interviews with nine subjects and four key informants, and field documentation. The data were analyzed through thematic coding involving data reduction, category development, theory-based interpretation, and triangulation of sources, techniques, and time. The findings reveal four main patterns of Facebook-related cybercrime in Pengadang Village: online fraud through fake lotteries and giveaways, misinformation in online buying and selling, account hacking and misuse of digital identities, and social conflict emerging from Facebook interactions. These forms of cybercrime produced not only financial losses but also anxiety, shame, declining trust in online transactions, disruption of small businesses, and strained social relations among residents. The study shows that manipulative messages on Facebook become effective when they intersect with limited digital literacy, close-knit rural relations, and trust in perceived authority symbols such as public figures or convincing accounts. The contribution of this study lies in demonstrating that rural cybercrime is not merely a technological consequence but the outcome of interactions between social media affordances, local social structures, and community information-verification practices.

 

Downloads

Published

2026-05-29

Issue

Section

Articles

How to Cite

Maharani, A. P., Syafruddin, S., & Utomo, J. . (2026). Analisis Dampak Media Sosial Facebook Terhadap Cybercrime  di Desa Pengadang Kabupaten Lombok Tengah. Journal of Authentic Research, 5(2), 3041-3059. https://doi.org/10.36312/ts51ta05