Penerapan User Acceptance Testing (UAT) pada Pengujian Sistem Informasi Manajemen Operasional Studio Foto Berbasis Client-Server

Authors

DOI:

https://doi.org/10.36312/svscqg16

Keywords:

User Acceptance Testing, Skala Likert, ISO 9126, Client-Server, Sistem Informasi Studio Foto

Abstract

Pengujian perangkat lunak merupakan tahap penting untuk memastikan bahwa sistem informasi dapat berjalan sesuai kebutuhan pengguna. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tingkat penerimaan pengguna terhadap Sistem Informasi Manajemen Operasional Studio Foto berbasis client-server yang dikembangkan pada Monoframe Studio. Sistem yang diuji mendukung proses operasional berupa pengelolaan paket layanan, booking, penjadwalan, pembayaran, pembagian fotografer dan editor, akses link hasil foto, permintaan edit, pemesanan cetak, review, serta tracking progres layanan. Pengujian dilakukan menggunakan metode User Acceptance Testing (UAT) dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Responden penelitian berjumlah 14 pengguna akhir yang terdiri dari 1 admin, 1 front office, 1 fotografer, 1 editor, dan 10 klien. Instrumen pengujian terdiri dari 22 butir pernyataan yang dikelompokkan dalam empat aspek, yaitu kemudahan pengguna, kepuasan pengguna, fungsionalitas sistem, dan kinerja sistem. Kuesioner menggunakan skala Likert lima tingkat dengan bobot 1 (Tidak Setuju) hingga 5 (Sangat Setuju). Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan menghitung skor aktual (total bobot jawaban responden pada setiap aspek) dan skor ideal (jumlah responden × bobot tertinggi × jumlah butir pernyataan). Persentase kelayakan setiap aspek dihitung menggunakan rumus: (Skor Aktual / Skor Ideal) × 100%. Hasil persentase kemudian diinterpretasikan ke dalam kategori kelayakan, di mana nilai 81%–100% termasuk kategori sangat layak/sangat diterima, 61%–80% kategori layak/diterima, 41%–60% kategori cukup layak, 21%–40% kategori kurang layak, dan 0%–20% kategori tidak layak. Hasil pengujian menunjukkan bahwa aspek kemudahan pengguna memperoleh 89,52%, kepuasan pengguna 91,79%, fungsionalitas sistem 88,93%, dan kinerja sistem 88,21%. Nilai keseluruhan UAT mencapai 89,48% dengan kategori sangat layak/sangat diterima. Implikasi dari penelitian ini adalah secara praktis, sistem informasi yang telah teruji UAT dapat segera diimplementasikan untuk menggantikan proses manual yang tersebar di berbagai platform (WhatsApp, Google Form, Google Calendar, Google Drive, dan spreadsheet), sehingga meningkatkan efisiensi operasional, mempercepat alur layanan dari booking hingga penyerahan hasil foto, serta mengurangi risiko kesalahan pencatatan dan double booking. Secara teoritis, penelitian ini memperkuat bukti empiris bahwa kombinasi metode UAT dengan aspek evaluasi berbasis ISO 9126 (usability, functionality, dan performance) serta penambahan aspek kepuasan pengguna dapat menjadi model evaluasi yang efektif untuk sistem informasi multi-role di lingkungan usaha jasa skala kecil dan menengah. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sistem telah memenuhi kebutuhan pengguna dan layak digunakan untuk mendukung manajemen operasional Monoframe Studio.

 

Downloads

Published

2026-05-11

Issue

Section

Articles

How to Cite

Risma, A., Saputra, H. K., Hadi, A., & Novaliendry, D. (2026). Penerapan User Acceptance Testing (UAT) pada Pengujian Sistem Informasi Manajemen Operasional Studio Foto Berbasis Client-Server. Journal of Authentic Research, 5(2), 2396–2410. https://doi.org/10.36312/svscqg16