Pendampingan Budidaya Madu Lebah Kelulut pada Masyarakat Desa Arang Limbung Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat
DOI:
https://doi.org/10.36312/linov.v8i2.1179Keywords:
Budidaya Madu, Lebah Kelutut, KeterampilanAbstract
Kelulut atau lebah tanpa sengat atau dikenal juga dengan istilah trigona, menghasilkan madu yang kualitas dan rasanya lebih bagus daripada yang dihasilkan oleh lebah bersengat. Hal ini menjadi faktor menarik bagi masyarakat untuk membudidayakan kelulut, terutama di wilayah yang berada di sekitar hutan. Beberapa keluarga petani di desa Arang Limbung menjadi petani pembudidaya kelulut atau lebah tanpa sengat secara sederhana dan menjadi usaha kecil keluarga.Pendampingan petani pembudidaya kelulut di daerah tersebut dilakukan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dilakukan secara mandiri. Kegiatan bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas madu kelulut di daerah Desa Arang Limbung. Kegiatan ini bersifat partisipatif, melibatkan petani yang aktif berbudidaya dan diberikan edukasi melalui ceramah dan demonstrasi ke kebun-kebun budidaya kelulut secara langsung. Mitra kegiatan ini adalah keluarga peternak kelulut yang diwakili oleh masing-masing kepala keluarga sebanyak 10 orang. Dari kegiatan PKM ini menunjukkan 10 orang peserta dari keluarga peternak kelulut telah menerapkan praktek berbudidaya yang dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas dari madu yang dihasilkan dari masing-masing peternahan.
Assistance for the Cultivation of Kelulut Honey Bees for the Community of Arang Limbung Village, Sungai Raya District, Kubu Raya Regency, West Kalimantan Province
Kelulut or stingless bees, also known as trigona, produce honey with better quality and taste than those produced by stingless bees. This is an attractive factor for the community to cultivate kelulut, especially in areas around forests. Several farming families in the village of Arang Limbung became kelulut cultivators or stingless bees simply and became small family businesses. Assistance for kelulut cultivators in the area is carried out through Community Service activities which are carried out independently. The activity aims to improve the quality and quantity of kelulut honey in the Arang Limbung Village area. This activity is participatory, involving farmers who are actively cultivating and given education through lectures and demonstrations in direct kelulut cultivation gardens. The partners of this activity are kelulut breeder families, represented by 10 heads of each family. From this PKM activity, it shows that 10 participants from kelulut farmer families have implemented cultivation practices that can increase the productivity and quality of the honey produced from each farm.
Downloads
References
Agussalim, Agus, A., Umami, N., & Budisatria, I.G.S. (2017). Variasi jenis tanaman pakan lebah madu sumber nektar dan polen berdasarkan ketinggian tempat di Yogyakarta. Buletin Peternakan. 41(4), 448–460.
Ariyanto, D.P., Agustina, A., & Widiyanto, W. (2021). Budidaya lebah klanceng sebagai ekonomi alternatif masyarakat sekitar KHDTK Gunung Bromo UNS. PRIMA: Journal of Community Empowering and Services. 5(1), 84– 90.
Fidela, A., Ekawati, A.H., & Jakaria. (2020). Sosialisasi budidaya lebah Trigona sp. di Desa Barudua, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut. Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat (PIM). 2(4), 647?651- 647?651.
Harjanto, S., Mujianto, M., Arbainsyah., Ramlan, A. (2020). Meliponikultur : Petunjuk Praktis Budidaya Lebah Madu Kelulut Sebagai Alternatif Mata Pencaharian Masyarakat. Modul Pelatihan Daring Budidaya Lebah Kelulut, yang diselenggarakan atas kerjasama Goodhope Asia Holdings Ltd, Environmental Leadership & Training Initiative (ELTI). Tropenbos Indonesia dan Swaraowa.
Kahono, S., & Erniwati. (2014). Keragaman dan kelimpahan lebah sosial (Apidae) pada bunga tanaman pertanian musiman yang diaplikasi pestisida di Jawa Barat. Berita Biologi. 13(3), 231– 238.
Lukman, Hardiansyah, G., & Siahaan, S. (2020). Potensi jenis lebah madu kelulut (Trigona spp.) untuk meningkatkan ekonomi masyarakat Desa Galang Kecamatan Sungai Pinyuh Kabupaten Mempawah. Jurnal Hutan lestari. 8(4), 792–801.
Nuraini, Trianto, M., Sukmawati, & Marisa, F. (2020). Keanekaragaman sumber pakan dan perilaku mencari pakan lebah Tetragonula laeviceps (Hymenoptera: Meliponini) di Kecamatan Parigi Selatan. BIO-EDU: Jurnal Pendidikan Biologi. 5(3), 173– 184.
Papilaya, J.E., Rumagit, G.A.J., Pangemanan, L.R.J., Sendow, M. (2015). Analisis Finansial Usaha Lebah Madu (Studi Kasus Di Pusat Perlebahan Halmahera, Desa Linaino, Provinsi Maluku Utara), Coco Journal. 6 (4) : 1-18.
Rahmad, B., Damiri, N., & Mulawarman. (2021). Jenis lebah madu dan tanaman sumber pakan pada budi daya lebah madu di Hutan Produksi Subanjeriji, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Journal Penelitian Kehutanan FALOAK, 5(1), 47–61.
Saepudin, R., Kadarsih, S., & Sidahuruk, R. (2017). Pengaruh integrasi lebah dengan palawija terhadap produksi madu di daerah Rejang Lebong Bengkulu. Jurnal Sains Peternakan Indonesia. 12(1), 55–63
Syafrizal., A. A. Bratawinata., M. Sila dan D. Marji. (2012). Jenis Lebah Kelulut (Trigona Spp.) di Hutan Pendidikan Lempake. Jurnal Mulawarman Scientifie. 11 (1), 11-18.
Syaifudin, S.M., & Normagiat, S. (2020). Budidaya pakan lebah Trigona sp. dengan apiculture agroforestry system di Kelurahan Anjungan Melancar, Kecamatan Anjungan Kabupaten Mempawah. Jurnal Ilmiah Pangabdhi. 6(1), 17–24.
Supriyanto, S. (2017). Analisis Kontribusi Usaha Lebah Madu Terhadap Pendapatan Keluarga Tani (Studi Kasus) di Desa Sipatuhu Kecamatan Banding Agung Kabupaten Oku Selatan. Jurnal AGRITECH. XIX (2):137-143
Wahyuningsih, E., Syaputra, M., Suparyana, P.K., Lestari, A.T. 2022. Identifikasi Diversitas Sumber Pakan Lebah Berbasis Lahan Pekarangan Pada Meliponikultur Di Nusa Tenggara Barat. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman. 19(1), 1-17.
Wahyuningsih, E., Wulandari, F.T., & Lestari, A.T. (2020). Peningkatan produktivitas lebah madu Trigona sp dengan kayu dadap (Erythrina vareigata L) sebagai bahan baku stup lebah, di Desa Pendua, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, NTB. Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat, 3(4), 274– 278.
Wibawanti, J.M.W., Mudawaroch, R.E., & Pamungkas, S. (2020). Inovasi pengolahan produk turunan madu lebah klanceng menjadi bee polen kapsul sebagai sumber antioksidan di Desa Jelok Kecamatan Kaligesing, Purworejo. Surya Abdimas. 4(1), 19– 24.
Wulandari, A.P., Atmowidi, T., & Kahono, S.. (2017). Peranan lebah Trigona laeviceps (Hymenoptera: Apidae) dalam produksi biji kailan (Brassica oleracea var. alboglabra). Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy). 45(2), 196– 203.
Yunianto, A.S., & Jannetta, S. (2020). Potensi budidaya lebah madu sebagai harapan di tengah pandemi Covid-19. Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat. 2, 192–200.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Warsidah Warsidah, Neva Satyahadewi , Roslina Rosi Tamara, Putri Putri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.