Pemberdayaan RANTING (Masyarakat Anti Stunting) melalui Kader Posyandu dan Remaja di Desa Pagersari Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Jawa Timur

Authors

  • Hafif Ahmad Abdul Aziz Universitas Negeri Malang
  • Syalwa Dida Wuryanti Universitas Negeri Malang
  • Baiq Fatria Ziza Saputri Universitas Negeri Malang
  • Rany Ekawati Universitas Negeri Malang
  • Nisrina Nabilah Husniyah Universitas Negeri Malang

DOI:

https://doi.org/10.36312/linov.v9i2.1681

Keywords:

ranting, stunting, kader, pemberdayaan, pagersari

Abstract

Prevalensi stunting di Desa Pagersari masih tergolong tinggi. Hal tersebut dilatarbelakangi kurangnya pengetahuan berbagai aspek elemen masyarakat mengenai pentingnya mencegah stunting guna mempersiapkan generasi emas 2045 mendatang. Pemberdayaan masyarakat ini bertujuan memberdayakan masyarakat dari berbagai elemen usia agar menjadi RANTING (Masyarakat Anti Stunting) sehingga dapat memutus mata rantai stunting kedepannya. Pemberdayaan RANTING menggunakan metode participatory approach dan RKTL. Metode participatory approach yang digunakan yakni pendekatan partisipatif masyarakat dengan cara mengajak secara luas dan bebas elemen masyarakat untuk berkolaborasi dan memecahkan berbagai masalah yang ada mengenai stunting. Sedangkan RKTL tertuang dalam buku rencana kerja keberlanjutan pada kader RANTING. Analisis data yang digunakan dalam pemberdayaan ini adalah analisis kualitatif berdasarkan hasil observasi, pretest, dan posttest yang kemudian data tersebut dilakukan interpretasi dan kesimpulan mengenai pengetahuan akan stunting. Hasil didapati bahwa pemberdayaan ini diikuti oleh 25 kader posyandu dengan latar belakang sebagai ibu rumah tangga, petani, dan peternak dengan membuat menu pemberian makanan tambahan (PMT) serta 38 remaja di SMPN 4 Satu Atap mengenai tumbuh kembang remaja, dan kesehatan reproduksi remaja. Dalam pelaksanaan RANTING, semua elemen masyarakat sangat antusias dalam kegiatan sehingga hal ini menjadi langkah awal masyarakat menyebarkan ilmu mengenai pencegahan stunting. Dengan adanya pemberdayaan ini, dapat disimpulkan program pelatihan dapat menambah wawasan kader terkait pencegahan stunting dan penangananya. Praktek perencanaan menu juga menambah wawasan kader terkait menu sehat dari olahan lokal. Begitu juga dengan proses tanya jawab, elaborasi, dan RKTL mampu untuk keberharapan pada keberlanjutan program.

Empowerment of RANTING (Masyarakat Anti Stunting) through Posyandu Cadres and Teenagers in Pagersari Village, Ngantang District, Malang Regency, East Java

Abstract:

The prevalence of stunting in Pagersari Village is still relatively high. This is motivated by the lack of knowledge of various aspects of the community elements regarding the importance of preventing stunting in order to prepare the next golden generation of 2045. This community empowerment aims to empower people from various age elements to become RANTING (Anti-Stunting Community) so that they can break the chain of stunting in the future. RANTING empowerment uses a participatory approach and RKTL method. The participatory approach method used is a community participatory approach by widely and freely inviting elements of society to collaborate and solve various problems that exist regarding stunting. The data analysis used in this empowerment is qualitative analysis based on the results of observations, pretests, and posttests, then the data is interpreted and conclusions are made about knowledge of stunting. The results showed that this empowerment was attended by 25 posyandu cadres with backgrounds as housewives, farmers, and breeders by making supplementary feeding menus (PMT) and 38 adolescents at SMPN 4 Satu Atap regarding adolescent growth and development, and adolescent reproductive health. In the implementation of RANTING, all elements of the community were very enthusiastic in the activity so that this was the first step for the community to spread knowledge about stunting prevention. Likewise, the process of question and answer, elaboration, and RKTL is able to hope for the sustainability of the program.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agustino, H., & Widodo, E. R. (2022). Analisis Implementasi Kebijakan Sosial Mencegah Stunting di Kabupaten Malang. Sosial Politik 8(2), 241-252.

Aritonang, I. (2012). Perencanaan dan Evaluasi Program Intervensi Gizi Kesehatan (Cet. 1). Yogyakarta: Leutikabooks

Chirande, L., Charwe, D., Mbwana, H., Victor, R., dkk. (2015). Determinants of stunting and severe stunting among under-fives in Tanzania: evidence from the 2010 cross-sectional household survey. BMC Pediatrics, 15(1), 165.

Faizin, N., Irawati, S., Soseco, T., & Nurjanah, N. (2023). Inovasi produk olahan susu aneka rasa dan warna di desa pagersari kecamatan ngantang kabupaten malang. 4(2), 85–92.

Hindri. (2015). Deskripsi Wilayah Stunting Pagersari. 44–51.

Islami, N. W., Khouroh, U. (2021). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Balita Stunting dan Tantangan Pencegahannya pada Masa Pandemi. KARTA RAHARJA 3(2), 6-19.

Kementerian Kesehatan RI. (2018). Situasi Balita Pendek (Stunting) di Indonesia. Pusat Data Dan Informasi, 56.

L1, I. (2019). EVALUASI DALAM PROSES PEMBELAJARAN Idrus L 1. Evaluasi Dalam Proses Pembelajaran, 2, 920–935.

Maulana, I. N. H., Sholihah, Q., & Wike, W. (2022). Implementasi Kebijakan Intervensi Gizi Spesifik sebagai Upaya Penanganan Stunting di Kabupaten Malang. Jurnal Ilmiah Administrasi Publik, 8(2), 136–144. https://doi.org/10.21776/ub.jiap.2022.008.02.1

Rahman, H., Rahmah, M., & Saribulan, N. (2023). UPAYA PENANGANAN STUNTING DI INDONESIA Analisis Bibliometrik dan Analisis Konten. Jurnal Ilmu Pemerintahan Suara Khatulistiwa (JIPSK), VIII(01), 44–59.

Sangian, D. A., Dengo, S., & Pombengi, J. D. (2018). Pendekatan Partisipatif dalam Pembangunan di Desa Tawaang Kecamatan Tenga Kabupaten Minahasa Selatan. Kumpulan Penelitian Dosen, 5.

Wardhana, A., Yoel Nathanael, F., Rizki Khairiya, A., Rahmadina Ayuningtyas, A., Khairunnisa, W., Fadhil Arfinza Fawwazi, M., Yusi Apriliani, E., Dryarka Abditya, J., & Adi Wiguna, A. (2023). Strategi Pengembangan Peternak Desa Pagersari Berbasis Participatory Rural Appraisal. Jurnal Multidisiplin West Science, 2(1), 24–38. https://doi.org/10.58812/jmws.v2i1.102

Bappenas R. I. (2019). Pembangunan Gizi di Indonesia. Jakarta: Bappenas Republik Indonesia Pemerintah kabupaten Malang (2016). Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Malang Tahun 2016 – 2021.

Rizki, L. K. ., Masruroh, N. . and Bhayusakti, . A. . (2022) “Sosialisasi Prosedur Pemberian MPASI pada Kader Kesehatan di Kelurahan Wonokromo sebagai Upaya Menurunkan Stunting”, PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA, 1(1), pp. 613–620. doi: 10.33086/snpm.v1i1.853.

Verawati, B., Yanto, N. and Afrinis, N. (2023) “HUBUNGAN ASUPAN PROTEIN DAN KERAWANAN PANGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI MASA PANDEMI COVID 19”, PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat, 5(1), pp. 415–423. doi: 10.31004/prepotif.v5i1.1586.

World Health Organization. (2014). Childhood Stunting: Challenges and opportunities. Report of a Promoting Healthy Growth and Preventing Childhood Stunting colloquium. WHO Geneva, 34.

Downloads

Published

2024-06-04

Issue

Section

Articles

How to Cite

Aziz, H. A. A., Wuryanti, S. D., Saputri, B. F. Z., Ekawati, R., & Husniyah, N. N. (2024). Pemberdayaan RANTING (Masyarakat Anti Stunting) melalui Kader Posyandu dan Remaja di Desa Pagersari Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 9(2), 215-226. https://doi.org/10.36312/linov.v9i2.1681