Pelatihan Penulisan Sastra Profetik untuk Siswa SMA Muhammadiyah 1 Malang

Authors

  • Hari Sunaryo Universitas Muhammadiyah Malang
  • Candra Rahma Wijaya Putra Universitas Muhammadiyah Malang
  • Purwati Anggraini Universitas Muhammadiyah Malang

DOI:

https://doi.org/10.36312/linov.v9i2.1779

Keywords:

Cerita Pendek, Kooperatif Kritis, Sastra Profetik

Abstract

Kumpulan cerita pendek yang berbasis nilai agama merupakan luaran pelatihan penulisan sastra profetik yang diselenggarakan bagi siswa SMA Muhammadiyah 1 Malang. Metode pelatihan yang digunakan adalah pertama, menyadarkan siswa akan pentingnya nilai agama dalam kehidupan dan penulisan karya sastra; ke-dua, pelatihan menulis terstruktur dengan menerapkan teknik sastra; ke-tiga, pendampingan dan pembimbingan dengan memberikan umpan balik; ke-empat, koreksi silang dengan sesama peserta pelatihan; ke-lima, penilaian dan refleksi diri. Kegiatan ini dilakukan secara luring dan dilakukan secara sistematis sesuai dengan tahapan penulisan karya sastra cerita pendek. Kegiatan dilaksanakan selama empat pertemuan, dilajutkan dengan proses kreatif siswa yang dipantau secara daring. Setiap pertemuan memiliki tujuan yang berbeda namun memiliki kesinambungan dengan tujuan utama penulisan karya sastra. Kegiatan ini mengaplikasikan model pembelajaran berbasis project dan dengan metode kooperatif-kritis. Program ini berdampak pada peningkatan kreativitas siswa dalam menuangkan ide kreatif dalam bentuk cerpen yang dilandasi dengan nilai agama. Kreativitas ini dikemas dalam bentuk buku kumpulan cerpen yang nantinya dapat menjadi bekal siswa dalam pengembangan kreativitas di masa mendatang.

 Training in Prophetic Literature Writing for Students of SMA Muhammadiyah 1 Malang

Abstract

A collection of short stories based on religious values ??is the output of prophetic literature writing training held for students of SMA Muhammadiyah 1 Malang. The training methods used are first, making students aware of the importance of religious values ??in life and writing literary works; second, structured writing training using literary techniques; third, mentoring and mentoring by providing feedback; fourth, cross-correction with fellow trainees; fifth, self-assessment and reflection. This activity is carried out offline and carried out systematically in accordance with the stages of writing a short story literary work. The activity was carried out over four meetings, followed by the students' creative process which was monitored online. Each meeting has a different aim but is in continuity with the main aim of writing literary works. This activity applies a project-based learning model and a critical-cooperative method. This program has an impact on increasing students' creativity in expressing creative ideas in the form of short stories that are based on religious values. This creativity is packaged in the form of a book of short stories which can later become a provision for students in developing creativity in the future.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Andrews, R. (2015). Critical Thinking and/or Argumentation in Higher Education. In The Palgrave Handbook of Critical Thinking in Higher Education (pp. 49–62). Palgrave Macmillan.

Appadurai, A. (2005). Modernity at Large (1st ed.). The Universiti of Minnesota Press.

Daud, N. S. M., Gilmore, A., dan Mayo, H. E. (2013). Exploring The Potency of Peer Evaluation to Develop Critical Thinking for Tertiary Academic Writing. World Applied Sciences Journal, 21, 109–116.

El Soufi, N., & See, B. H. (2019). Does explicit teaching of critical thinking improve critical thinking skills of English language learners in higher education? A critical review of causal evidence. Studies in Educational Evaluation, 60(August 2018), 140–162. https://doi.org/10.1016/j.stueduc.2018.12.006

Endraswara, S. (2003). Metodologi Penelitian Sastra Epistemologis, Model Teori dan Aplikasi. Sleman: Pustaka Widyatama.

Febriyana, N., Wardiah, D., & Emawati, E. (2023). Nilai Religius Dan Sosial Novel Janji Karya Tere Liye Beserta Relevansinya Dengan Kehidupan Siswa MTs. JURNALISTRENDI: JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN, 8(1), 168-181.

Gillies, R. M. (2014). Developments in Cooperative Learning: Review of Research. Anales de Psicología, 30(3), 792—801.

Karlina, H. (2017). Penggunaan Media Audio-Visual untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Naskah Drama. Literasi, 1(1), 28–35.

Kusniarti, T (2015). Pembelajaran Menulis Naskah Drama Dengan Strategi Menulis Termbimbing (SMT) Sebagai Upaya Peningkatan Kreativitas Bersastra. KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya (e-Journal), 1(1), 108–116.

McLuhan, M. (1962). The Gutenberg Galaxy: The Making of Typographic Man. University of Toronto Press.

Pratikno, H. (2023). Mengapresiasi Bahasa dan Sastra Daerah Secara Intensif Sebagai Kekuatan Bangsa dalam Menghadapi Era Teknologi Digital: Intensive Appreciation of Regional Languages and Literature as A Nation's Strength in Facing The Era of Digital Technology. Jurnal Bastrindo, 4(2), 187-202.

Sutton, M. Q., & Anderson, E. N. (2014). Introduction to Cultural Ecology. Alta Mira Press.

Syukron, Ahmad, Subyantoro, T. Y. (2016). Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 1(1), 49–53.

Wellek, R., & Warren, A. (2014). Teori Kesusastraan. Jakarta: PT Gramedia.

Downloads

Published

2024-06-04

Issue

Section

Articles

How to Cite

Sunaryo, H., Putra, C. R. W., & Anggraini, P. (2024). Pelatihan Penulisan Sastra Profetik untuk Siswa SMA Muhammadiyah 1 Malang. Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 9(2), 238-250. https://doi.org/10.36312/linov.v9i2.1779