Pendampingan Kegiatan P5 Tema Kearifan Lokal (Inovasi Kue Ilat Sapi Khas Samarinda dengan Sentuhan Kacang Mete ) di SDN 002 Loa Janan Ilir

Authors

  • Khusnul Khotimah UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda
  • Icha Noraini UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda
  • Miranda Miranda UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda
  • Marniati Kadir UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

DOI:

https://doi.org/10.36312/linov.v10i2.2496

Keywords:

Kearifan Lokal, Inovasi Kuliner, Program P5

Abstract

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) bertema Kearifan Lokal, yang bertujuan untuk melestarikan budaya tradisional melalui inovasi kuliner khas daerah. Program ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap kearifan lokal, mengembangkan kreativitas dalam menciptakan inovasi kuliner, serta menumbuhkan rasa cinta dan kebanggaan terhadap budaya lokal. Kebaruan dari kegiatan ini terletak pada pendekatan inovatif dalam pelestarian kuliner tradisional melalui modifikasi resep dengan mempertahankan nilai budaya tetapi tetap relevan dengan selera generasi muda. Dalam kegiatan ini, dilakukan inovasi terhadap kue tradisional Ilat Sapi khas Samarinda dengan menambahkan kacang mete sebagai bahan utama guna meningkatkan cita rasa, tekstur, dan daya tarik bagi siswa. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 23 November 2024 di SDN 002 Loa Janan Ilir, melibatkan 30 siswa kelas V A, B, dan C, dengan menggunakan metode Asset-Based Community Development (ABCD). Siswa tidak hanya diajarkan tentang sejarah dan makna budaya dari kue Ilat Sapi, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pembuatannya serta eksplorasi inovasi dengan penambahan kacang mete. Hasil kegiatan menunjukkan respon positif dari siswa, dengan 85% siswa menyatakan lebih tertarik terhadap kuliner tradisional setelah mengikuti kegiatan ini, dan 90% siswa merasa lebih percaya diri dalam berkreasi dengan inovasi kuliner. Selain itu, 70% siswa menyatakan bahwa metode praktik langsung lebih efektif dibandingkan metode pembelajaran teoretis dalam memahami kearifan lokal. Program ini tidak hanya meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya kuliner lokal sebagai warisan budaya, tetapi juga mendorong keterampilan berpikir kreatif dan inovatif dalam menciptakan produk baru. Pendekatan ini dapat direplikasi dalam skala yang lebih luas, baik di sekolah dasar lainnya maupun dalam komunitas yang lebih besar, dengan mengadaptasi metode partisipatif berbasis praktik langsung untuk mengenalkan berbagai aspek kearifan lokal lainnya. Model pendidikan ini diharapkan dapat menjadi strategi efektif dalam mengintegrasikan pelestarian budaya lokal dengan pengembangan keterampilan kreatif siswa, sehingga mereka lebih siap menghadapi tantangan modernisasi tanpa kehilangan identitas budaya.

Assistance in P5 Activities on The Theme of Local Wisdom: Innovation of Samarinda’s Traditional Ilat Sapi Cake with a Cashew Twist at SDN 002 Loa Janan Ilir

Abstract

This activity is part of the Strengthening the Profile of Pancasila Students (P5) program under the theme of Local Wisdom, aimed at preserving traditional culture through culinary innovation. The program is designed to enhance students’ understanding of local wisdom, develop their creativity in culinary innovation, and foster a sense of pride and appreciation for local culture. The novelty of this initiative lies in its innovative approach to preserving traditional cuisine by modifying recipes to maintain cultural value while making them more appealing to younger generations. In this activity, an innovation was introduced to Ilat Sapi, a traditional cake from Samarinda, by adding cashew nuts as a key ingredient to enhance its taste, texture, and appeal among students. The program was conducted on November 23, 2024, at SDN 002 Loa Janan Ilir, involving 30 fifth-grade students from classes A, B, and C, using the Asset-Based Community Development (ABCD) method. Students were not only taught about the history and cultural significance of Ilat Sapi but were also actively involved in its preparation and the exploration of cashew nut innovation in the recipe. The results of this activity showed a positive response from students, with 85% reporting an increased interest in traditional cuisine after participating in the program, and 90% expressing greater confidence in experimenting with culinary innovations. Furthermore, 70% of students stated that hands-on learning was more effective than theoretical lessons in understanding local wisdom. This program not only heightened students’ awareness of the importance of traditional cuisine as a cultural heritage but also encouraged their creative and innovative thinking in developing new products.This approach can be replicated on a larger scale, both in other elementary schools and broader communities, by adapting participatory, hands-on learning methods to introduce various aspects of local wisdom. This educational model is expected to be an effective strategy in integrating cultural preservation with the development of students’ creative skills, ensuring that they are well-prepared to face modernization while maintaining their cultural identity.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Afandi, W. H. Y., Mufidzah, K., Zakiyah, U., Alwiyah, S., Mukmin, A., Istikomah, I. N., Huda, K. A., Herlambang, R. A., & Wardani, L. C. (2024). Pemberdayaan Tanaman Obat-Obatan Dengan Pembuatan. 3(1).

Arhinza, A., Sukardi, S., & Murjainah, M. (2023). Analisis Pembelajaran Diferensiasi Berbasis P5 Pada Mata Pelajaran Ipas Kelas Iv Sekolah Dasar. Journal On Education, 6(1), 6518–6528.

Desiyanto, J., Laily, R., Bariqoh, A., & Wibowo, Moh. A. (2024). Training And Utilization Of “Ekobela” As A Smart Box Learning Media For The Project To Strengthen Pancasila Learners’ Profiles For Primary School Children. Social, Humanities, And Educational Studies (Shes): Conference Series, 7(2).

Islami, D. (2022). Peranan Kearifan Lokal Dalam Pendidikan Karakter.

Khotimah, K., & Nasiah, S. (2022). Pelatihan Pengolahan Limbah Usaha Kecil Mengah Menjadi Bahan Makanan Yang Bernilai Ekonomi Di Desa Mulawarman Tenggarong Sebrang Kutai Kartanegara. Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 7(3), 393–404. https://doi.org/10.36312/linov.v7i3.862

Marzali, A. (2014). Memajukan Kebudayaan Nasional Indonesia. 26(3), 251–265.

Maulida, N., Khotimah, K., Ananda Dwi Yuliati, Pratamaullah, M. S. N., & Kadir, M. (2025). Pendampingan P5 Berbasis Kearifan Lokal: Inovasi Cimi–Cimi Berbahan Dasar Bayam di SMK N 20 Samarinda. Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service), 7(1), 27–37. https://doi.org/10.36312/sasambo.v7i1.2490

Negara, D. J., & Kristinae, V. (2018). Pengaruh Teknologi Dan Inovasi Dalam Persaingan Traditional Food Di Kalimantan Tengah. Jmd: Jurnal Riset Manajemen & Bisnis Dewantara, 2(1), 45–52.

Novianto, M. M., & Mustofa, A. (2024). Utilization Of Cashew Nut Waste As Cashew Nut Milk In Tanjungsari Village, Jatisrono, Wonogiri. . . Oktober, 2(2), 84–87.

Permendikbud. (2020). Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2020. 1–23.

Putri Awwaliyah, N., & Setya Nugroho, A. (2023). Analisis Ideal Dan Realita Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Penerapan P5 Di Sekolah Dasar. Pendas?: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, Volume 8 No. 3 September 2023.

Rahmadani, N. K. A., Tasuah, N., Nugroho, R. A. A. E., Alianda, D., & Cahyaningrum, D. E. (2023). Implementasi Pengenalan Budaya Lokal Di Sentra Seni Pada Anak Usia 4-6 Tahun. Jurnal Obsesi?: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(5), 5359–5368.

Usop, L. S. (2020). Peran Kearifan Lokal Masyarakat Dayak Ngaju Untuk Melestarikan Pahewan (Hutan Suci) Di Kalimantan Tengah. Enggang: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Dan Budaya, 1(1), 89–95.

Utama, A. W., Rohim, F. N., Tiranita, G., Prihartanti, N., & Saddhono, K. (2024). Inovasi Dalam Pembelajaran Bipa: Pemanfaatan Dodol Garut Sebagai Pengajaran Kuliner Yang Menarik. Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia, 12(1), 20.

Widiatmaka, P. (2022). Strategi Menjaga Eksistensi Kearifan Lokal Sebagai Identitas Nasional Di Era Disrupsi. Pancasila: Jurnal Keindonesiaan, 2(2), 136–148.

Yuntawati, Y., & Suastra, I. W. (2023). Projek P5 Sebagai Penerapan Diferensiasi Pembelajaran Dalam Kurikulum Merdeka: Literature Review Studi Kasus Implementasi P5 Di Sekolah. Empiricism Journal, 4(2), 515–525.

Zahrulianingdyah, A. (2018). Kuliner Sebagai Pendukung Industri Pariwisata Berbasis Kearifan Lokal. 6.

Downloads

Published

2025-06-01

Issue

Section

Articles

How to Cite

Khotimah, K., Noraini, I., Miranda, M., & Kadir, M. (2025). Pendampingan Kegiatan P5 Tema Kearifan Lokal (Inovasi Kue Ilat Sapi Khas Samarinda dengan Sentuhan Kacang Mete ) di SDN 002 Loa Janan Ilir. Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 10(2), 272-285. https://doi.org/10.36312/linov.v10i2.2496