Peningkatan Literasi Berbasis Media Digital Mitigasi Perkawinan Anak Pada Siswa SMP Negeri 1 Dau Kabupaten Malang
DOI:
https://doi.org/10.36312/linov.v10i3.3029Keywords:
student, Pre-marriage, videos, animationAbstract
Kabupaten Malang menjadi daerah dengan kasus perkawinan anak (Usia Kawin Pertama < 20 tahun) terbanyak di Jawa Timur dengan jumlah absolut 1.576 kasus. Kecamatan Dau adalah kecamatan dengan jumlah UKP <20 tahun yang mengalami peningkatan kasus sejak tahun 2021, 2022, hingga 2023, secara berturut-turut sebanyak 65 kasus (15,66%), 81 kasus (19,24%), hingga 86 kasus (18,03%). Tingginya angka perkawinan anak di wilayah Kecamatan Dau Kabupaten Malang yang terus meningkat setiap tahunnya menjadi salah satu permasalahan mitra masyarakat, terutama dalam konteks layanan kesehatan dan pendidikan. Berbagai upaya edukasi mitigasi perkawinan anak telah dilakukan, masih terdapat kesenjangan signifikan antara intensitas dan jangkauan edukasi dengan tingginya angka kejadian perkawinan anak di banyak daerah, menunjukkan bahwa intervensi yang ada belum cukup efektif menekan laju pernikahan dini. Salah satu Upaya untuk mengatasi permasalahan diatas adalah dengan peningkatan literasi melalui media video animasi. Video Animasi sebagai media untuk menyampaikan pesan sensitif dengan cara yang ringan dan mudah dicerna, menggunakan karakter dan latar belakang yang relevan dengan kehidupan sehari-hari mereka, dan tidak menggurui. Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat dilakukan melalui tahapan analisis masalah dan kebutuhan, persiapan, pelaksanaan hingga evaluasi dan keberlanjutan. Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan di SMPN 1 Dau dengan melibatkan siswa siswi kelas VIII sebagai sasaran. Hasil uji statistic deskriptif untuk membandingkan hasil rata-rata pre-test dan post-test, didapatkan hasil peningkatan rata-rata indikator pengetahuan, persepsi dan motivasi siswa siswi setelah diberikan media video animasi. Hal ini berarti penggunaan media video animasi memberikan pengaruh pada peningkatan literasi siswa siswi tentang mitigasi perkawinan anak.
Enhancing Digital Media-Based Literacy for Child Marriage Mitigation Among Students SMPN 1 Dau in Malang Regency
Abstract
Malang Regency has recorded the highest number of child marriages (first marriage under the age of 20) in East Java, with a total of 1,576 cases. Dau Subdistrict stands out as the area with a rising trend in early marriage cases over the past three years: 65 cases (15.66%) in 2021, 81 cases (19.24%) in 2022, and 86 cases (18.03%) in 2023. This steady increase highlights a critical issue for the local community, especially in terms of access to health services and education. The prevalence of child marriage in Dau Subdistrict runs counter to the targets outlined in SDG 3.5, which explicitly calls for the elimination of harmful practices such as child marriage, forced marriage, and female genital mutilation in pursuit of gender equality. One proposed solution to address this issue is by improving youth literacy through engaging media, specifically, animated educational videos. The community engagement activity was carried out through several key stages: problem and needs analysis, preparation, implementation, evaluation, and planning for sustainability. The community service initiative was carried out at SMPN 1 Dau, targeting 8th-grade students as participants. Based on descriptive statistical tests comparing the pre-test and post-test results, there was a clear increase in students’ average scores across indicators of knowledge, perception, and motivation after watching the video. This finding indicates that the use of animated videos positively influences students' literacy regarding the prevention of child marriage.
Downloads
References
Adhiyanti, I.P., Mediastuti, F., & Hindriyawati, W. (2022). Efektivitas Video Edukasi Terhadap Pengetahuan dan Sikap Remaja Dalam Mencegah Perkawinan Usia Anak. Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Reproduksi, 10(2), 127-136.
Agustina, Sukartini Hardyn (2020) Pengaruh Pendidikan Kesehatan Reproduksi dengan Media Video Animasi Terhadap Pengetahuan dan Motivasi Remaja Putri dalam Mencegah Pernikahan Dini. Skripsi thesis, Universitas Jenderal Soedirman.
Artawan, I. Gede A. (2010). Penggunaan Media Pembelajaran. Denpasar: UNDIKSHA.
Bappenas, Strategi Nasional Pencegahan Perkawinan Anak. 2020.
Bappenas & UNICEF Indonesia. (2020). Pencegahan Perkawinan Anak: Percepatan yang Tidak Bisa Ditunda. Jakarta: Bappenas dan UNICEF Indonesia. Tersedia di: https://www.unicef.org/indonesia/media/2851/file/child-marriage-report-2020.pdf
BKKBN, “Laporan Usia Kawin Pertama Penduduk Wanita Provinsi Jawa Timur 2023,” 2023.
Dewi, A., Mangun, M., & Safira, I. (2022). Pengaruh Media Audiovisual Terhadap Pengetahuan Remaja Tentang Pernikahan Anak di Posyandu Remaja Gawalise. Poltekita: Jurnal Ilmu Kesehatan, 16(2), 152–156. Jurnal Ilmu Kesehatan
Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Malang, “Kabupaten Malang Satu Data 2024,” 2023.
G. Hakiki et al., “Pencegahan Perkawinan Anak Percepatan yang Tidak Bisa Ditunda,” Jakarta, 2020. [Online]. Available: https://www.unicef.org/indonesia/media/2851/file/child-marriage-report-2020.pdf.
Kementerian Sekretariat Negara RI, Undang-Undang Republik Indonesia No 16 Tahun 2019 Tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan, no. 006265. 2019, pp. 2–6.
Musthofa, D. and Yati, D. (2023). Pengaruh video edukasi terhadap pengetahuan remaja tentang dampak pernikahan dini di sman 1 panggang. J. Keperawatan, 13(1), 7-13. https://doi.org/10.59870/jurkep.v13i1.124
Nanlohy, W., Asrina, A. & Kurnaisih, E. Pengaruh Media Edukasi Video Dan Leaflet Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Remaja Mengenai Pernikahan Dini Di Dobo Kepulauan Aru. Prosiding Seminar Nasional … 4, 316–346 (2021).
Ningsih, D. P., & Rahmadi, D. S. (2020). Dampak Pernikahan Dini Di Desa Keruak Kecamatan Keruak Kabupaten Lombok Timur. Jurnal Ilmiah Mandala Education, 6(2), 404–414. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.58258/jime.v6i2.1452
Puspitasari, I. (2017). Pernikahan Dini: Latar Belakang dan Dampaknya terhadap Remaja. Jurnal Studi Pemuda, 6(1), 1-10.
Pengadilan Tinggi Agama Surabaya, “Rekapitulasi Perkara Dispensasi Kawin pada Pengadilan Agama di Wilayah Pengadilan Tinggi Agama Surabaya Januari s/d Desember Tahun 2023.”
Perpustakaan UI. (2020). Asosiasi antara teknologi digital dan pernikahan anak di Indonesia = Association between digital technology and child marriage in Indonesia. https://lib.ui.ac.id/detail?id=20520996&lokasi=lokal
UNICEF, “Perkawinan Anak di Indonesia,” 2020. [Online]. Available: https://www.unicef.org/indonesia/media/2826/file/Perkawinan-Anak-Factsheet-2020.pdf.
Y. S. Sekarayu and N. Nurwati, “Dampak Usia Pernikahan Dini Pada Kesehatann Reproduksi,” J. Pengabdi. dan Penelit. Kpd. Masy. , vol. 2, no. 1, pp. 37–45, 2021.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Windi Chusnia Rahmawati, Rany Ekawati, Chabibah Ilmiyah, Miftahul Huda, Risma Verani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.