APLIKASI EKSTRAK DAUN RUKAM (Flacourtia sp) SEBAGAI ANTI TELAZIASIS PADA TERNAK SAPI DI KABUPATEN SUMBAWA

Authors

  • Supriadi Supriadi Program Studi Kedokteran Hewan, Universitas Nusa Tenggara Barat
  • M. Janah Program Studi Kedokteran Hewan, Universitas Nusa Tenggara Barat

DOI:

https://doi.org/10.36312/linov.v1i1.403

Keywords:

Thelaziasis, Flacourtiasp dan Ternak sapi

Abstract

Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan teori dan praktek kepada kelompok ternak mitra dalam memanfaatkan tanaman Flacourtia sp sebagai obat anti-Thelazia. Program IbM bagi kelompok ternak telah dilakukan mulai bulan Mei sampai dengan Juni 2015.  Persiapan kegiatan telah dilakukan dengan melakukan koordinasi dengan kelompok mitra dan pengadaan peralatan dan bahan kegiatan.  Tahapan kegiatan di lapangan di mulai dengan melakukan workshop pengenalan penyakit Thelaziasis kepada kelompok mitra, diikuti dengan pengenalan spesies tanaman Flacourtia sp. dan materi tentang teknik ekstraksi sederhana daun tanaman kepada kelompok mitra.  Kegiatan ini dilaksanakan selama satu hari. Pada hari ke dua dilakukan praktek pengenalan tanaman Flacourtia sp. secara langsung di lapangan dan praktek teknik ekstraksi sederhana bagi seluruh anggota kelompok mitra.  Selain itu, praktek teknik ekstraksi langsung juga telah dilaksanakan dengan mengaplikasikan teknik ekstraksi metanol dan aquades (air). Hasil yang dicapai sangat baik dimana kelompok mitra telah memahami dinamika infeksi cacing Thelazia sp. Dan faktor yang meningkatkan resiko infeksi. Hal ini penting bagi kelompok ternak agar dapat menekan faktor resiko untuk menghindari tingginya infeksi. Pengenalan tanaman Flacourtia sp. baik secara teori maupun praktek langsung di lapangan memberikan kemampuan kepada kelompok ternak untuk membedakan tanaman Flacourtia sp. dengan tanaman lain yang ada di kebun, sawah maupun hutan di sekitar lokasi.  Pelaksanaan kegiatan praktek ekstraksi juga telah dilakukan untuk memberikan pengalaman kepada kelompok mitra untuk dapat mandiri dalam membuat ekstrak obat Thelaziasis. Hasil ekstraksi kemudian langsung dipraktekkan pada ternak sapi yang positif terinfeksi Thelaziasis. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa kelompok mitra lebih memilih metode ekstraksi dengan akuades tanpa pemanasan dibadingkan metode ekstraksi maserasi metanol.  Hal ini disebabkan karena metode ekstraksi ini bahannya terjangkau dan mudah dilakukan.  Selain itu, hasil ekstraksi dengan aquades memiliki hasil yang sama efektif dengan ekstrak metanol.  Dari hasil aplikasi ekstrak, daun tanaman Flacourtia sp. sangat efektif dalam membasmi cacing Thelazia sp yang menginfeksi mata sapi. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa dalam jangka waktu 2 - 5 menit pasca injeksi dengan dosis 0,5 - 2 mL (3-5 tetes) cacing Thelazia sp. Sudah mati dan keluar bersama air mata (lakrimasi) ternak.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2016-10-30

How to Cite

Supriadi, S., & Janah, M. (2016). APLIKASI EKSTRAK DAUN RUKAM (Flacourtia sp) SEBAGAI ANTI TELAZIASIS PADA TERNAK SAPI DI KABUPATEN SUMBAWA. Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1), 41–50. https://doi.org/10.36312/linov.v1i1.403

Issue

Section

Articles