Edukasi Kesetaraan Gender dan Pencegahan Pernikahan Anak di Pesantren

Authors

  • M. Zainul Asror Universitas Hamzanwadi
  • Muhammad Marzuki Universitas Hamzanwadi
  • Fitri Aulia Universitas Hamzanwadi

DOI:

https://doi.org/10.36312/jzydt837

Keywords:

Gender Equality, Child Marriage, Pesantren Education, Gender-Aware Students

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di SMK Darul Muttaqien, Lombok Timur, dengan fokus pada edukasi kesetaraan gender dan pencegahan pernikahan usia anak. Permasalahan utama meliputi tingginya angka putus sekolah akibat pernikahan dini, rendahnya kesadaran orang tua, serta keterbatasan kapasitas guru dalam melakukan pencegahan. Metode pelaksanaan mencakup baseline survey untuk memetakan kondisi awal, penyusunan modul edukasi, pelatihan guru, workshop siswa, post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan, pembentukan peer educator, hingga kampanye sekolah dengan slogan “Remaja Sehat, Pesantren Kuat”. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata lebih dari 30% pada pengetahuan guru terkait isu gender, hak remaja, dan strategi komunikasi pencegahan. Sementara itu, pengetahuan siswa meningkat rata-rata sebesar 33%, terutama pada aspek keterampilan mengambil keputusan untuk menunda pernikahan dan merancang masa depan pendidikan. Pembentukan santri pelopor menjadi strategi keberlanjutan agar edukasi sebaya terus berjalan di lingkungan pesantren. Secara teoretis, program ini memperkuat bukti bahwa intervensi pendidikan berbasis komunitas yang mengintegrasikan perspektif gender, nilai keagamaan, dan pendekatan vokasional efektif meningkatkan kesadaran kritis remaja dan pendidik. Secara praktis, model ini mudah direplikasi di pesantren lain karena memadukan pelatihan, pendampingan, dan peer learning dalam satu rangkaian intervensi. Program ini menunjukkan potensi signifikan dalam menekan praktik pernikahan usia anak di Indonesia melalui pendekatan pendidikan yang kontekstual dan berkelanjutan.

Gender Equality Education and the Prevention of Child Marriage in Islamic Boarding Schools

Abstract

This community service program was conducted at SMK Darul Muttaqien, East Lombok, focusing on gender equality education and the prevention of child marriage. The main challenges identified included a high school dropout rate due to early marriage, low parental awareness, and limited teacher capacity in prevention efforts. The implementation method included a baseline survey to map the initial conditions, development of an education module, teacher training, a student workshop, a post-test to measure knowledge change, formation of peer educators, and a school campaign with the slogan “Healthy Youth, Strong Pesantren (Islamic Boarding School).” The results showed an average increase of more than 30% in teachers’ knowledge regarding gender issues, adolescent rights, and prevention communication strategies. Meanwhile, students' knowledge increased by an average of 33%, particularly in the aspect of decision-making skills to postpone marriage and plan their educational future. The formation of santri pelopor (pioneer students) serves as a sustainability strategy to ensure peer education continues within the pesantren environment. Theoretically, this program reinforces the evidence that community-based educational interventions which integrate gender perspectives, religious values, and a vocational approach are effective in increasing the critical awareness of adolescents and educators. Practically, this model is easily replicable in other pesantren because it combines training, mentoring, and peer learning in one intervention series. The program demonstrates significant potential in curbing the practice of child marriage in Indonesia through a contextual and sustainable educational approach.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ahlfeldt, E., Isaksson, D., & Winblad, U. (2023). Factors explaining program sustainability: A study of the implementation of a social services program in Sweden. Health and Social Care in the Community, 2023, Article 1458305. https://doi.org/10.1155/2023/1458305

Andriani, A., & Jailani, M. (2025). Pernikahan dini di kalangan remaja SMP Kota Kabanjahe. Jurnal Alwatzikhoebillah: Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, dan Humaniora, 11(2), 440–454. https://doi.org/10.37567/alwatzikhoebillah.v11i2.3878

Azra, A. (2002). Pendidikan Islam: Tradisi dan modernisasi di tengah tantangan milenium III. Logos Wacana Ilmu. https://books.google.co.id/books?id=TTvNDwAAQBAJ

Badan Pusat Statistik. (2020). Pencegahan perkawinan anak: Percepatan yang tidak bisa ditunda. BPS.

Badan Pusat Statistik. (2021). Statistik Indonesia 2022. BPS. https://www.bps.go.id

Damanik, A. Z., Awalia, A. A., Nadzifah, N., Juniarti, R., & Anshori, D. M. (2024). Peran pondok pesantren kebudayaan dalam menjawab fenomena krisis identitas budaya. ASPIRASI: Publikasi Hasil Pengabdian dan Kegiatan Masyarakat, 2(5), 110–124. https://doi.org/10.61132/aspirasi.v2i5.1029

Hambali, H. (2021). Pendidikan adil gender di pondok pesantren (Studi tentang membangun gender awareness di Pondok Pesantren Nurul Jadid). Pedagogik: Jurnal Pendidikan, 4(2), 82–95.

Imam, Y. (1983). Single subject research. Universitas Lambung Mangkurat, 32(4). https://doi.org/10.1097/00006199-198307000-00018

Jannah, R. (2014). Strategi pendidikan sebaya meningkatkan kesehatan reproduksi remaja di pesantren. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan, 2(1), 79–90. http://ejurnal.poltekkesjakarta3.ac.id/index.php/jitek/article/view/127

Junita, F., Nainggolan, D. A., Siregar, I. S., Siregar, I. H., Purba, S. D. B., & Tuka, T. A. (2024). Analisis sosial ekonomi dampak pernikahan dini di kalangan remaja. Aliansi: Jurnal Hukum, Pendidikan, dan Sosial Humaniora, 2(1), 40–64. https://doi.org/10.62383/aliansi.v2i1.636

Kolb, D. A. (2000). The process of experiential learning. In Strategic learning in a knowledge economy (pp. 313–331). Elsevier. https://doi.org/10.1016/B978-0-7506-7223-8.50017-4

Larson, R. (2018). Peer education and adolescent health: Evidence from school-based programs. Journal of Adolescent Health, 62(5), 15–21. https://www.who.int/maternal_child_adolescent/topics/adolescence/peer-education-adolescent-health/en/

Mala, A., Chasanah, U., & Marpuah, S. (2025). Gender mainstreaming in the policy of Islamic boarding school education: A systematic literature review. An-Nisa Journal of Gender Studies, 18(1), 33–50. https://doi.org/10.35719/annisa.v18i1.316

Romli, A. S., Fathan, A. A., Safitriningrum, S. Q. D., Wulandari, S., & Septian, M. F. D. (2025). Pendampingan kesadaran hukum masyarakat terhadap pernikahan dini di Kelurahan Curahgrinting Kota Probolinggo. Jurnal Medika, 23(S6), 617–632. https://doi.org/10.52152/801841

Tilaar, H. A. R. (2016). Pengembangan pendidikan nasional di Indonesia. Rineka Cipta.

UNICEF. (2014). Ending child marriage: Progress and prospects. UNICEF. http://data.unicef.org

UNICEF. (2020). Child marriage in Indonesia: Trends, causes, and impacts. UNICEF. https://www.unicef.org/indonesia/reports/child-marriage

Yuwono, I. (2020). Single subject research (Buku 1). Universitas Lambung Mangkurat. http://www.plb.unlam.ac.id

Downloads

Published

2025-12-09

Issue

Section

Articles

How to Cite

M. Zainul Asror, Marzuki, M., & Aulia, F. (2025). Edukasi Kesetaraan Gender dan Pencegahan Pernikahan Anak di Pesantren. Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 10(4), 1450-1462. https://doi.org/10.36312/jzydt837