Pendampingan Penerapan GMP Pada Pengolahan Terasi Tutok Di Desa Kuala Pusing Kapal

Authors

  • Rindhira Humairani Universitas Al Muslim, Jalan Almuslim, Matangglumpangdua, Paya Cut, Peusangan, Kabupaten Bireuen, Aceh 24261, Indonesia
  • Dewi Maritalia Universitas Al Muslim, Jalan Almuslim, Matangglumpangdua, Paya Cut, Peusangan, Kabupaten Bireuen, Aceh 24261, Indonesia
  • Zara Yuniza Universitas Al Muslim, Jalan Almuslim, Matangglumpangdua, Paya Cut, Peusangan, Kabupaten Bireuen, Aceh 24261, Indonesia
  • Sonny M. Ikhsan Universitas Al Muslim, Jalan Almuslim, Matangglumpangdua, Paya Cut, Peusangan, Kabupaten Bireuen, Aceh 24261, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.36312/linov.v4i1.437

Keywords:

GMP, Terasi Tutok, Standarisasi, Kuala Pusing Kapal, Tutok shrimp paste, standardization

Abstract

Tujuan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk melakukan pendampingan penerapan Good Manufacturing Practice (GMP) pada mitra sebagai salah satu syarat dalam memperoleh sertifikat P-IRT dan legalitas produk lainnya. Mitra kegiatan pengabdian adalah masyarakat pengolah dan produksi terasi tutok di Desa Kuala Pusong Kapal Kecamatan Seruway Kabupaten Aceh Tamiang berjumlah 40 orang. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah pendampingan penerapan GMP dalam proses pengolahan dan produksi terasi tutok, dengan bentuk kegiatan yang dilakukan antara lain : 1) Peningkatan kualitas SDM, 2) Pemisahan ruang produksi dan ruang penyimpanan, 3) Pembuatan rak pengering yang terstandarisasi, 4) Penggunaan Alat Pelindung Diri, 5) Pengadaan wadah fermentasi yang sesuai standar,  dan 6) Pengadaan mesin penggiling/penghancur. Hasil kegiatan adalah adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman tentang proses produksi terasi tutok yang terstandar, selain itu pasilitas produksi tersi tutok yang terstandar dapat diadakan dengan kerjasama antara tim pengabdian dan swadaya mitra. Kegiatan pendampingan masih perlu dilakukan secara kontinu sehingga mitra benar-benar dapat memproduksi tersi tutok secara mandiri.

Assistance for the Implementation of GMP in Tutok Shrimp Processing in Kuala Pusing Kapal Village

Abstract

The purpose of this community service is to provide assistance to the implementation of Good Manufacturing Practice (GMP) to partners as one of the requirements for obtaining a P-IRT certificate and other product legality. The community service partners consist of 40 people who process and produce shrimp paste in Kuala Pusong Kapal Village, Seruway District, Aceh Tamiang Regency. The method used in this community service activity is assistance in implementing GMP in the processing and production of terasi tutok, with the following activities: 1) Improving the quality of human resources, 2) Separation of production space and storage space, 3) Making standardized drying racks ,4) Use of Personal Protective Equipment, 5) Procurement of fermentation containers in accordance with standards, and 6) Procurement of grinding / crushing machines. The result of the activity is an increase in knowledge and understanding of the standardized tutu terasi production process, besides that standardized terasi tutu production facilities can be held in collaboration between the community service team and partner self-help. Assistance activities still need to be carried out continuously so that partners can actually produce teri tutok independently.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alexander L. Vereshchaka, Anastasia A. Lunina, Jørgen Olesen. (2016) Phylogeny and classification of the shrimp genera Acetes, Peisos, and Sicyonella (Sergestidae: Crustacea: Decapoda). Zoological Journal of the Linnean Society 177(2). 353–377, https://doi.org/10.1111/zoj.12371

Abdjul, S, Djamalu, Y, Antu, ES. (2016) Rancang Bangun Alat Pengering Ikan Asin Efek Rumah Kaca Berbentuk Prisma Segi Empat dengan Variasi Batu sebagai Penyimpan Panas. Jurnal Teknologi Pertanian Gorontalo, Volume 1 Nomor 1, Mei 2016 : 38-49

Adhawati S.S., Cangara S.A., & Suwarni (2017) Pengembangan Usaha Terasi Udang Rebon di Dusun Je’ne Desa Lagaruda Kecamatan Sanrobone Kabupaten Takalar. PANRITA ABDI: Juranl Pengabdian Kepada Masyarakat. 1(2). 97-106. DOI: https://doi.org/10.20956/pa.v1i2.2625

Anggraini, T dan Yudhastuti, R. (2014) Penerapan Good Manufactoring Practices Pada Industri Rumah Tangga Kerupuk Teripang Di Sukolilo Surabaya. Jurnal Kesehatan Lingkungan Volume. 7, Nomor. 2 Januari 2014: 148–158

BSN, 2016. SNI 2716 (2016) Terasi Udang. Badan Standarisasi Nasional,Jakarta

Gurusinga JP, Rohanah A dan Ichwan N. (2017) Rancang Bangun Alat Penumbuk Udang Rebon Mekanis untuk Pembuatan Terasi. Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian., Volume.5 Nomor. 4 : 820-825

Manning L. (2018) Food & Drink, Good Manufacturing Practice, A Guide To Its Responsible Management, Seventh Ed. Institute of Food Science and Technology (UK), London.

Ma’ruf M, Sukarti K, Purnamasari E dan Sulistianto E. (2006) Penerapan Produksi Bersih pada Industri Pengolahan Terasi Skala Rumah Tangga di Dusun Selangan Laut Pesisir Bontang. Jurnal Ilmu Perikanan Tropis. Vol. 18. No.2.: 84-93. https://www.academia.edu/5640248/11_Maruf_PENERAPAN_PRODUKSI_BERSIH

Sunyoto, Kariada NTm dan Margunani. (2013) Penerapan Iptek pada Industri Kecil Pembuatan Terasi di Semarang. Rekayasa. 11(1)21-28. DOI: https://doi.org/10.15294/rekayasa.v11i1.10332

Suiswi S. (2009) Good Manufacturing Practices) Cara Pengolahan Pangan Yang Baik. Universitas Pendidikan Indonesia. http://file.upi.edu/Direktori/FPMIPA/JUR._PEND._KIMIA/195109191980032-SUSIWI/SUSIWI-29%29._GMP.pdf

Downloads

Published

2021-04-07

How to Cite

Humairani, R., Maritalia, D., Yuniza, Z., & Ikhsan, S. M. (2021). Pendampingan Penerapan GMP Pada Pengolahan Terasi Tutok Di Desa Kuala Pusing Kapal. Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(1), 1–7. https://doi.org/10.36312/linov.v4i1.437

Issue

Section

Articles