Penyuluhan dan Pembuatan Settling Pond dalam Upaya Pengurangan Pencemaran Limbah Tambang

Authors

  • Baiq Rina Amalia Safitri UNDIKMA
  • Sukainil Ahzan Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA) Mataram, Jl. Pemuda No. 59A, Mataram, 83125, Indonesia
  • Pahriah Pahriah Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA) Mataram, Jl. Pemuda No. 59A, Mataram, 83125, Indonesia
  • Mina Yuliana Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA) Mataram, Jl. Pemuda No. 59A, Mataram, 83125, Indonesia
  • Husnul Heni Martina Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA) Mataram, Jl. Pemuda No. 59A, Mataram, 83125, Indonesia
  • Reni Satpiri Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA) Mataram, Jl. Pemuda No. 59A, Mataram, 83125, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.36312/linov.v4i2.454

Keywords:

Limbah, kolam pengendapan, Kebersihan Lingkungan, writing Waste, sedimentation ponds, Environmental Hygiene

Abstract

Berdasarkan hasil pengujian di laboratorium penguji Balai Pengkajin Teknologi Pertanian (BPTP) NTB bahwa batuan tambang yang ada di daerah Sekotong tidak hanya mengandung emas tetapi terdapat beberapa kandungan mineral lainnya seperti P, Zn, Fe, Cu, Al, dan S, metode yang digunakan dengan AAS (Atomic Absorption Spectrophotometry). Logam berat Fe merupakan logam berat essensial yang keberadaannya dalam jumlah tertentu sangat dibutuhkan oleh organisme hidup, namun dalam jumlah yang berlebih dapat menimbulkan efek racun. Untuk mengatasi masalah maka melakukan dua kegiatan yakni: a) penyuluhan tentang pentingnya kebersihan terhadap lingkungan. b) pembuatan saluran limbah agar tidak mencemari lingkungan yakni pembuatan kolam pengendapan (settling pond). Selain itu dari kolam pengendapan (settling pond) didapat lumpur dari sisa pengolahan atau penggelondongan emas, lumpur tersebut dapat dimanfaatkan menjadi barang bernilai ekonomi dan memiliki harga jual seperti bata tanpa bakar. Hasil dari kegiatan yang dilakukan yaitu pengetahuan masyarakat penambang tentang pentingnya lingkungan yang bersih dan kolam pengendapan (settling pond) dan kemampuan masyarakat tambang dalam mengolah limbah menjadi barang bernilai jual yaitu dengan membuat bata tanpa bakar. Keberhasilan dari kegiatan ini terlihat dari banyaknya masyarakat yang hadir dan antusiasnya mereka dalam mendukung kegiatan ini yakni dengan terjun langung membantu.

Counseling and Making Settling Pond in an Effort to Reduce Mine Waste Pollution

Abstract

Based on the test results at the NTB Agricultural Technology Center (BPTP) examiner laboratory that mining rocks in the Sekotong area not only contain gold but there are several other mineral contents such as P, Zn, Fe, Cu, Al, and S, the method used with AAS (Atomic Absorption Spectrophotometry). Heavy metal Fe is an essential heavy metal whose existence in a certain amount is needed by living organisms, but in excessive amounts can cause toxic effects. To overcome the problem, two activities are carried out, namely: a) counseling about the importance of cleanliness to the environment. b) making sewage lines so as not to pollute the environment, namely the creation of settling ponds. Besides that, from settling ponds, sludge is obtained from the processing waste or gold rolling, the sludge can be utilized as economic value goods and has a selling price such as brick without burning. The results of the activities carried out are the knowledge of the mining community about the importance of a clean environment and settling ponds and the ability of the mining community to process waste into valuable goods, by making bricks without burning. The success of this activity can be seen from the large number of people present and their enthusiasm in supporting this activity by jumping in to help.

References

Redaksi, S. N. (2019). Pemda Dinilai Belum Mampu “Kawinkan” Pertambangan dan Pariwisata Sekotong. Mataram: SUARA NTB.

Redaksi, S. N. (25 April 2019). Tambang dan Pariwisata Sekotong bisa dikawinkan. Mataram: SUARA NTB.

Safitri, B. R., P, D. S., Sukroyanti, B. A., Putrayadi, W., Prayogi, S., & Ahmadi. (Oktober 2018). Pelatihan Pembuatan Bata Tanpa Bakar Berbahan Dasar Limbah Batu Bara di Desa Taman Ayu. Lumbung Inovasi , Vol 3 (1): 17-19 e-ISSN:2541-626X .

Sofyan, A. (20 Juni 2019). Laporan Hasil Pengujian Batuan . Mataram: Laboratorium Penguji Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) NTB.

Suprijanto. (2006). Pendidikan Orang Dewasa. Jakarta: Bumi Aksara.

Supriyantini, E., & Endrawati, H. (Juni 2015). Kandungan Logam Berat Besi (Fe) Pada Air, Sedimen, dan Kerang Hijau (Perna Viridis) di Perairan Tanjung Emas Semarang. Jurnal Kelautan Tropis , Vol 18 (1): 38-45.

Sancayaningsih P.R., Sutariningsih E., Hadisusanto S., Purnomo, Mulyati, Sembiring L, & Sudibyo P (2010) Studi Kandungan Merkuri Pada Pertambangan Emas Tradisional Di Kecamatan Sekotong, Lombok Barat. Tim Peneliti Sekotong. Fakultas biologi UGM. https://repository.ugm.ac.id/135805/1/llaporan%20%20sekotong%201.pdf

Downloads

Published

2019-11-30

How to Cite

Safitri, B. R. A., Ahzan, S., Pahriah, P., Yuliana, M., Martina, H. H., & Satpiri, R. (2019). Penyuluhan dan Pembuatan Settling Pond dalam Upaya Pengurangan Pencemaran Limbah Tambang. Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(2), 50–55. https://doi.org/10.36312/linov.v4i2.454

Issue

Section

Articles