Pelatihan Pembuatan Batik Ecoprint Sebagai Sarana Peningkatan Ekonomi Kreatif di Desa Wonorejo Kecamatan Talun Kabupaten Blitar
DOI:
https://doi.org/10.36312/sasambo.v7i3.2911Keywords:
Pelatihan, Batik Ecoprint, Ekonomi Kreatif, Desa WonorejoAbstract
yang bertujuan memberdayakan pemuda Karang Taruna dalam mengolah sumber daya alam lokal menjadi produk ekonomi kreatif bernilai jual. Mitra kegiatan ini adalah Karang Taruna Desa Wonorejo, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan edukatif, meliputi persiapan, pelaksanaan, pendampingan, dan evaluasi. Pelatihan dilakukan melalui penyampaian materi, praktik langsung teknik ecoprint (pemanfaatan daun, bunga, dan pewarna alami), serta pendampingan pengembangan produk dan strategi pemasaran digital. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan keterampilan peserta. Dari 34 peserta, 100% mampu menghasilkan kain batik ecoprint yang layak jual. Sebanyak 82% peserta menyatakan minat melanjutkan usaha ecoprint secara mandiri, sementara 65% mulai memanfaatkan media digital untuk pemasaran produk. Program ini juga memperkuat identitas budaya desa dan membuka potensi pengembangan ekowisata. Kegiatan ini perlu dilanjutkan secara berkala dan diperluas melalui kolaborasi antara pemerintah desa, UMKM, dan lembaga pendidikan untuk mendorong ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.
Ecoprint Batik Making Training as a Means of Increasing the Creative Economy in Wonorejo Village, Talun District, Blitar Regency
The ecoprint batik-making training in Wonorejo Village is a community service program aimed at empowering the youth of Karang Taruna by transforming local natural resources into marketable creative economy products. The program's partner is Karang Taruna of Wonorejo Village, Talun District, Blitar Regency. The implementation method adopts a participatory and educational approach, consisting of preparation, execution, mentoring, and evaluation. The training was conducted through material presentations, hands-on practice of ecoprint techniques (utilizing leaves, flowers, and natural dyes), as well as product development guidance and digital marketing strategies. The training results showed a significant improvement in participants' skills. Out of 34 participants, 100% were able to produce marketable ecoprint batik fabric. A total of 82% expressed interest in continuing ecoprint ventures independently, while 65% had started utilizing digital media for product marketing. This program also strengthened the village's cultural identity and opened opportunities for ecotourism development. The activity should be continued regularly and expanded through collaboration among village authorities, MSMEs, and educational institutions to promote a creative economy based on local wisdom.
Downloads
References
Baroroh, K., Wahjoedi, W., Wahyono, H., Utomo, S., & Lestari, F. (2021). Incorporating village tourism into “community economy” course: A project-based learning method in university. International Journal of Instruction, 14(4), 567–584. https://doi.org/10.29333/iji.2021.14433a
Fitriana, D., Pahlevi, M., Adila, R., & Aulia, N. (2024). Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pembuatan batik ecoprint sebagai langkah preventif dalam pemberdayaan masyarakat dan pembangunan UMKM. BERBAKTI, 2(1), 28–34. https://doi.org/10.30822/berbakti.v2i1.3296
Kia, Z. (2021). Ecotourism in Indonesia: Local community involvement and the affecting factors. Journal of Governance and Public Policy, 8(2). https://doi.org/10.18196/jgpp.v8i2.10789
Mahirun, M., & Santoso, S. (2023). PKM: Pengembangan dan pemberdayaan industri batik di Kota Pekalongan. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka, 2(1), 6–12. https://doi.org/10.58266/jpmb.v2i1.65
Marpaung, J., Ramli, R., Ariyati, Y., & Sinaga, J. (2022). Pendampingan sosialisasi peran UMKM dalam peningkatan ekonomi keluarga di warga RW.001 Kecamatan Batu Aji Kelurahan Bukit Tempayan Kota Batam. Minda Baharu, 6(1), 91–100. https://doi.org/10.33373/jmb.v6i1.4022
Melati, K., & Amri, L. (2023). Design mechanisms in increasing the growth of Plus Batik MSME’s Instagram accounts. Mediakita, 7(2), 198–219. https://doi.org/10.30762/mediakita.v7i2.872
Prayogo, D., Diningrum, M., & Lestari, E. (2021). Pembentukan desa wisata Batik Kapal Kandas sebagai upaya melestarikan budaya lokal. Jurnal Puruhita, 3(2), 108–115. https://doi.org/10.15294/puruhita.v3i2.53154
Rerung, R., Pahmi, S., Suryana, A., & Gustian, D. (2021). Pemberdayaan potensi masyarakat di bidang sosial, pendidikan, dan teknologi dalam meningkatkan sumber daya manusia di Desa Margaluyu. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Abdi Putra, 1(1), 1–8. https://doi.org/10.52005/abdiputra.v1i1.71
Ritonga, A., Thamrin, M., Siahaan, H., Dalimunthe, M., & Nuraini, N. (2024). Promotion of ecotourism and communication policy in increasing tourists in Indonesia. Journal of Infrastructure Policy and Development, 8(8), 4764. https://doi.org/10.24294/jipd.v8i8.4764
Rosyada, M., & Tamamudin, T. (2020). Pengembangan ekonomi kreatif batik tulis Kota Pekalongan sebagai upaya pelestarian budaya dan peningkatan pendapatan masyarakat. Darmabakti: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 1(2), 41–50. https://doi.org/10.31102/darmabakti.2020.1.2.41-50
Septiana, A., Lamatenggo, Y., Musa’ad, M., & Samodra, H. (2024). Implementation of WISE (Wonderful Indonesia Sustainable Tourism) trips – A journey towards low carbon geotourism activities in Raja Ampat Geopark. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 1424(1), 012022. https://doi.org/10.1088/1755-1315/1424/1/012022
Sulistyo, W., Awaliyah, S., Khakim, F., Hafida, M., Maisaroh, A., & Azizah, R. (2024). Inovasi pola batik ikonik situs Rambut Monte menggunakan asset-based community untuk meningkatkan daya saing industri kreatif Desa Krisik. Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 8(6), 1789–1803. https://doi.org/10.31849/dinamisia.v8i6.21772
Suwarni, E., Handayani, M., Fernando, Y., Saputra, F., Fitri, F., & Candra, A. (2022). Penerapan sistem pemasaran berbasis e-commerce pada produk batik tulis di Desa Balairejo. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 2(2), 187–192. https://doi.org/10.52436/1.jpmi.570
Widiadi, A., Yuliati, Y., Jauhari, N., & Ridhoi, R. (2023). Pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan motif dan pelatihan batik berbasis ragam hias situs Candi Singosari. Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial (JPDS), 6(2), 150–161. https://doi.org/10.17977/um032v6i2p150-161
Yuliarni, N., Hurriyati, R., Disman, D., Hendrayati, H., & Warlina, L. (2023). Marketing strategy of ecotourism in Uzbekistan and Indonesia. Journal of Eastern European and Central Asian Research (JEECAR), 10(4), 638–649. https://doi.org/10.15549/jeecar.v10i4.1359
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Endang Wahyuningsih, Mochamad Irwan Almustofa, Iqbal Fauzan Febriansyah, Diana Lu’luil Maknunin, Lina Nuriya A’zizah, Risma Amilia Putri, Salsa Alinda Qintani, Aisa Sri Rejeki, Dewi Anta Sari, Ilma Maretina Mawadah, Khoirun Nadhiroh, Umi Farida, Abdul Hamid Bachtiar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.