Pemanfaatan Limbah Kulit Bawang Merah untuk Penguatan Agribisnis Hortikultura di Desa Sumberkeldung

Authors

  • Novita Lidyana Universitas Panca Marga
  • Tedy Herlambang Universitas Panca Marga
  • Mooh Suud Universitas Panca Marga
  • Ana Fitria Universitas Panca Marga
  • Badriatus Sholehah Universitas Panca Marga

DOI:

https://doi.org/10.36312/sasambo.v7i3.3326

Keywords:

Limbah Kulit Bawang Merah, Pupuk Organik, TTG, Pemberdayaan Petani, SGDs

Abstract

Desa Sumberkledung, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, merupakan salah satu sentra produksi bawang merah dengan produktivitas rata-rata lebih dari 9 ton/ha setiap musim. Aktivitas ini menghasilkan limbah kulit bawang merah dalam jumlah besar yang selama ini dibuang atau dibakar, sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan. Limbah tersebut sebenarnya mengandung senyawa organik dan mineral yang potensial diolah menjadi pupuk organik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan keterampilan dan pengetahuan kelompok tani dalam mengolah limbah kulit bawang merah menjadi pupuk organik bernilai tambah serta mendorong lahirnya peluang usaha ramah lingkungan. Metode pelaksanaan meliputi koordinasi awal, pelatihan teknis, praktik pembuatan pupuk organik bubuk dan cair, pendampingan kewirausahaan, serta evaluasi. Program diikuti oleh 15 petani anggota kelompok tani Desa Sumberkledung. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan peserta sebesar 36% (dari skor 58,7 menjadi 79,9), seluruh peserta mampu memproduksi pupuk organik secara mandiri, dan terbentuk prototipe pupuk organik bubuk dengan kadar air 12% serta pupuk cair dengan pH 6,5 yang sesuai standar hortikultura. Selain itu, beberapa peserta mulai mengaplikasikan produk pada lahan mereka. Pendekatan yang digunakan tidak hanya meningkatkan kapasitas teknis, tetapi juga memperkuat keterampilan kewirausahaan dan strategi pemasaran, sehingga mampu mendorong diversifikasi pendapatan petani sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan. Program ini berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan 2 (Ketahanan Pangan), Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta Tujuan 12 (Produksi dan Konsumsi yang Bertanggung Jawab).

Utilization of Shallot Skin Waste for Strengthening Horticultural Agribusiness in Sumberkledung Village

Sumberkledung Village, Tegalsiwalan District, Probolinggo Regency, is one of the main shallot production centers with an average productivity of more than 9 tons/ha per season. This activity generates large amounts of shallot skin waste, which is commonly discarded or burned, causing environmental pollution. In fact, this waste contains organic compounds and minerals that can be processed into organic fertilizers. This community service program aimed to enhance farmers’ skills and knowledge in converting shallot skin waste into value-added organic fertilizers while creating environmentally friendly business opportunities. The implementation consisted of initial coordination, technical training, hands-on practice in producing powdered and liquid organic fertilizers, entrepreneurship assistance, and evaluation. The program involved 15 members of the local farmer group. The results revealed an average knowledge increase of 36% (from 58.7 to 79.9), successful independent production of fertilizers by all participants, and the development of prototype powdered organic fertilizer with 12% moisture content and liquid fertilizer with a pH of 6.5, both meeting horticultural standards. Furthermore, some participants began applying the products to their fields. The adopted approach not only improved technical capacity but also strengthened entrepreneurship and marketing skills, thereby encouraging income diversification and reducing environmental pollution. This program contributes to the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly Goal 2 (Zero Hunger), Goal 8 (Decent Work and Econo

Downloads

Download data is not yet available.

References

AgroTan Team. (2022). Efektivitas limbah kulit bawang merah dan pupuk organik dari kotoran sapi terhadap pertumbuhan bawang merah. Agrotan Journal, 5(2), 101–110.

Asy’ari, H., Prayogi, S., & Hidayat, H. (2018). Implementation of guided inquiry learning on critical thinking skills of prospective teachers. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 7(4), 442–450. https://doi.org/10.15294/jpii.v7i4.11721

Faried, A. I., Hasanah, U., Sembiring, R., & Ulzannah, N. (2024). Pemberdayaan petani padi melalui inovasi teknologi pertanian di Desa Sidodadi Ramunia. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(1), 55–63. https://doi.org/10.xxxx/jp2m.v3i1.xxxx

Hadijah, D. Z. A., Rizkan, M., Ramadhan, S., & Sagaf, U. (2022). Pemanfaatan kulit bawang merah sebagai pupuk organik cair (POC). Sewagati: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1), 52–60. https://doi.org/10.61461/sjpm.v1i1.8

Jurnal Penyuluhan (IPB). (2024). Peran penyuluh dalam adopsi teknologi oleh petani milenial. Jurnal Penyuluhan, 20(1), 85–94. https://doi.org/10.25015/penyuluhan.v20i1.2132

Jurnal Pertanian Berkelanjutan. (2025). Peran agroteknologi dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Mikroba: Jurnal Ilmu Tanaman, Sains, dan Teknologi Pertanian, 2(1), 110–117. https://doi.org/10.62951/mikroba.v2i1.251

Mardi, K., Stiadi, D. R., Bahri, R., & Ningsih, S. R. (2025). Formulasi pupuk organik cair (POC) dari limbah kulit bawang merah, kulit jeruk, kulit nanas, dan air cucian beras dengan penambahan EM4. Jurnal Crystal: Publikasi Penelitian Kimia dan Terapannya, 7(1), 85–91. https://doi.org/10.36526/jc.v7i1.5099

Nona, N., & Sagajoka, J. (2021). Peran penyuluhan pertanian dalam membentuk perilaku petani di Kabupaten Ende. Analisis: Jurnal Ilmu Sosial, 11(2), 210–225. https://doi.org/10.37478/als.v11i2.973

Prayogi, S., & Asy’ari, H. (2017). Problem-based learning in science education: A literature review. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 6(2), 236–243. https://doi.org/10.15294/jpii.v6i2.10962

Rahmawati, N., Santoso, H., & Wibowo, A. (2020). Inovasi pupuk organik cair dari limbah kulit bawang merah di Brebes. Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan, 2(1), 45–54. https://doi.org/10.xxxx/jpmb.v2i1.xxxx

Sulaiman, A. (2024). Pengaruh pemberian pupuk organik cair limbah kulit bawang merah terhadap pertumbuhan dan hasil produksi tanaman tomat cherry varietas Ruby. Biocons, 6(2), 45–52. https://doi.org/10.31537/biocons.v6i2.2076

Tim Jurnal Urindo. (2023). Pemanfaatan limbah kulit bawang merah dan ampas kelapa sebagai pupuk organik untuk tanaman sayuran. Jurnal Pertanian, 15(2), 120–128.

Tim UNUSIA. (2024). Tahapan transformasi limbah kulit bawang menjadi pupuk organik cair. PRAXIS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(2), 7–16. https://doi.org/10.47776/praxis.v3i2.1424

Wulandari, E., Susanto, A., & Rahman, M. (2021). Hambatan adopsi teknologi pengolahan limbah pertanian di tingkat petani kecil. Jurnal Teknologi Pertanian, 10(1), 33–42. https://doi.org/10.xxxx/jtp.v10i1.xxxx

Downloads

Published

2025-08-01

Issue

Section

Articles

How to Cite

Lidyana, N., Herlambang, T., Suud, M., Fitria, A., & Sholehah, B. (2025). Pemanfaatan Limbah Kulit Bawang Merah untuk Penguatan Agribisnis Hortikultura di Desa Sumberkeldung. Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service), 7(3), 639-649. https://doi.org/10.36312/sasambo.v7i3.3326