Edukasi Swamedikasi yang Rasional pada Masyarakat Wilayah Pesisir Kakap Kalimantan Barat
DOI:
https://doi.org/10.36312/sasambo.v6i2.1947Keywords:
Swamedikasi, Rasional, Pesisir, PKM, Sungai KakapAbstract
Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat pesisir Sungai Kakap tentang swamedikasi yang rasional guna mencapai efektivitas pengobatan yang aman dan tepat. Program ini melibatkan 15 mitra yang terdiri dari ibu muda dan remaja. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi ceramah dan pemutaran video edukatif yang dilakukan di rumah penduduk setempat. Evaluasi dilakukan melalui angket sebelum dan sesudah kegiatan untuk mengukur perubahan pengetahuan peserta. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai pentingnya membaca label obat, risiko penggunaan obat dalam jangka panjang, dan bahaya penggunaan antibiotik tanpa resep dokter. Sebelum edukasi, hanya 10% peserta yang memahami pentingnya membaca label obat, namun setelah edukasi, angka ini meningkat menjadi 80%. Pemahaman tentang risiko penggunaan obat dalam jangka panjang meningkat dari 40% menjadi 90%, dan pemahaman tentang bahaya penggunaan antibiotik tanpa resep dokter meningkat dari 30% menjadi 100%. Rekomendasi dari program ini adalah perlunya edukasi yang berkelanjutan dan komprehensif untuk meningkatkan literasi kesehatan masyarakat. Pemerintah dan organisasi kesehatan perlu mendukung inisiatif ini dengan menyediakan sumber daya informasi yang mudah diakses dan dipahami. Dengan demikian, masyarakat dapat melakukan swamedikasi dengan lebih aman dan efektif, mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di bidang kesehatan dan pendidikan.
Rational Self-Medication Education in the Communities of the West Kalimantan Kakap Coastal Area
The objective of this program is to enhance the knowledge of the coastal community of Sungai Kakap on rational self-medication to achieve safe and effective treatment. The program involved 15 partners, comprising young mothers and teenagers. The implementation method included lectures and educational videos conducted at local residents' homes. Evaluation was carried out through questionnaires administered before and after the program to measure changes in participants' knowledge. The results showed a significant increase in participants' understanding of the importance of reading medication labels, the risks of long-term medication use, and the dangers of using antibiotics without a doctor's prescription. Before the education, only 10% of participants understood the importance of reading medication labels, but after the education, this figure rose to 80%. Understanding of the risks associated with long-term medication use increased from 40% to 90%, and understanding of the dangers of using antibiotics without a prescription increased from 30% to 100%. The program recommends ongoing and comprehensive education to improve health literacy in the community. Government and health organizations need to support this initiative by providing accessible and easily understood information resources. This will enable the community to practice safer and more effective self-medication, supporting the achievement of Sustainable Development Goals (SDGs) in health and education.
Downloads
References
Ananto, A.D., Puspitasari, C.E., Deccati, R.F., Utami, V.W., & Muliasari, H. (2020). Pelatihan Penggunaan Obat Secara Tepat Untuk Swamedikasi. Journal of Character Education Society, 3 (3).
Badan Pusat Statistik. (2024). https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/MTk3NCMy/persentase-penduduk-yang-mengobati-sendiri-selama-sebulan-terakhir--persen-.html
Dewi, N.P., Marselinus, & Dipayana, M. (2022). Penyuluhan Penggunaan Obat Rasional (POR) dalam Swamedikasi pada Masyarakat di Desa Sejahtera Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi. Jurnal Duta Abdimas, 1 (2)
Fitrya., Khakim, M.Y.N., Putra, A.P. (2021). Pembinaan Swamedikasi Yang Baik Dan Benar Pada Masyarakat Melalui Sosialisasi Program “Dagusibu” Di Desa Inderalaya Mulya Kecamatan Inderalaya Utara. Jurnal Pendidikan Magister Pendidikan IPA, 4 (1).
Horumpende, P., Said, S., Mazuguni, F., Antony, M., Kumburu, H., Mwanziva, C., … & Chilongola, J. (2018). Prevalence, determinants and knowledge of antibacterial self-medication: a cross sectional study in north-eastern tanzania. Plos One, 13(10), e0206623. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0206623
Kementerian Kesehatan RI. (2011). Modul Penggunaan Obat Rasional.
Kristina, S. A., Prabandari, Y. S., & Sudjaswadi, R. (2012). Perilaku pengobatan sendiri yang rasional pada masyarakat. Berita Kedokteran Masyarakat (BKM), 23(4), 176-183.
Kasim, M., H, N., & Buchori, R. (2020). Hubungan rinosinusitis kronik dengan rinitis alergi. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 11(1), 271-277. https://doi.org/10.35816/jiskh.v11i1.266
Lorensia, A. and Sari, N. (2018). Efektivitas edukasi untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam penanganan rinitis alergi. Jurnal Ilmiah Manuntung, 3(2), 122-132. https://doi.org/10.51352/jim.v3i2.118
Marsa, A., Syelly, R., Siska, S., & Laksmana, I. (2022). Rancang bangun sistem pakar diagnosa alergi susu sapi pada anak. Technologica, 1(1), 17-31. https://doi.org/10.55043/technologica.v1i1.30
Manan, E. (2014). Buku Pintar Swamedikasi : Tips Penanganan Dini Masalah Kesehatan.
Maulina, E.V., Ratnasari, D., & Yunitasari, N. (2023). Swamedikasi Di Apotek Mk: Studi Kepuasan Konsumen. Jurnal Pharmascience, 10 (2).
Nakakande, J., Taremwa, I., Nanyingi, M., & Mugambe, S. (2023). The utility of internet-enabled antibiotic self-medication and its associated factors among patients attending private clinics in kawempe division in kampala capital city, uganda: community-based cross-sectional study. Drug Healthcare and Patient Safety, Volume 15, 85-91. https://doi.org/10.2147/dhps.s405072
Nusair, M., Al?Azzam, S., Alhamad, H., & Momani, M. (2020). The prevalence and patterns of self?medication with antibiotics in jordan: a community?based study. International Journal of Clinical Practice, 75(1). https://doi.org/10.1111/ijcp.13665
Rochimat, I., Martihandini, N., 2024. Peningkatan Pengetahuan Swamedikasi Toga-Toma Dan Kader Di Desa Pasirbatang Kecamatan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2023. Edukasi Masyrakat Sehat Sejahtera, 6 (1).
Rajendran, A., Kulirankal, K., Rakesh, P., & George, S. (2019). Prevalence and pattern of antibiotic self-medication practice in an urban population of kerala, india: a cross-sectional study. Indian Journal of Community Medicine, 44(5), 42. https://doi.org/10.4103/ijcm.ijcm_33_19
Sari, S.K., Oktaria, S., & Novziransyah, N. (2022). Edukasi Swamedikasi Yang Rasional Di Kelurahan Pangkalan Masyhur. Pengabdian Deli Sumatera, 1 (2).
Sihotang, W., Silalahi, M., Sinurat, B., Dina, S., Ongko, N., Diana, L., … & Widyaningsih, W. (2021). Prevalensi dan faktor resiko sangkaan rinitis alergi pada mahasiswa fakultas kedokteran universitas prima indonesia. Jurnal Prima Medika Sains, 3(2), 47-52. https://doi.org/10.34012/jpms.v3i2.1992
Siregar, S. (2016). Peran alergi makanan dan alergen hirup pada dermatitis atopik. Sari Pediatri, 6(4), 155. https://doi.org/10.14238/sp6.4.2005.155-8
Abduelkarem, A., Othman, A., Abuelkhair, Z., Ghazal, M., Alzouobi, S., & Zowalaty, M. (2019). <p>prevalence of self-medication with antibiotics among residents in united arab emirates</p>. Infection and Drug Resistance, Volume 12, 3445-3453. https://doi.org/10.2147/idr.s224720
Shah, S., Ahmad, H., Rehan, R., Najeeb, S., Mumtaz, M., Jilani, M., … & Kadir, M. (2014). Self-medication with antibiotics among non-medical university students of karachi: a cross-sectional study. BMC Pharmacology and Toxicology, 15(1). https://doi.org/10.1186/2050-6511-15-74
Warastuti, R.A. (2023). Sosialisasi Dan Edukasi Terkait Manfaat Swamedikasi (Pengobatan Sendiri) Bagi Masyarakat Di Desa Sinandaka, Kecamatan Helumo, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan. Jurnal of Hulanthalo Service Society, 2 (1).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Warsidah Warsidah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.